RADARSEMARANG.ID, Temanggung - Warga Dusun Jumprit, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo menggelar tradisi Open Punden dan Grebeg Suro, Rabu (19/7). Pada kesempatan tersebut, warga berebut gunungan dan flashmob tarian gugur gunung.
Warga desa memadati rest area Umbul Jumprit membawa gunungan dengan berpakaian adat Jawa. Gunungan diarak keliling dusun dan kembali ke rest area Umbul Jumprit.
Salah satu panitia, Agus Susanto mengungkapkan tradisi ini untuk nguri-nguri kebudayaan. Selain itu mempersatukan semua umat beragama.
"Sekaligus melestarikan air di Umbul Jumprit yang mengaliri warga Dusun Jumprit,"ujarnya.
Prosesi pengambilan air sendang dilakukan setelah beberapa gunungan yang dibawa oleh warga sampai ke rest area.
"Air tersebut untuk menjamas gunungan utama yang akan diperebutkan oleh warga," katanya.
Agus menyebutkan prosesi tersebut dilakukan sejak Selasa (18/7) malam. Seluruh warga berkumpul berdoa bersama di salah satu makam sesepuh yang ada di Umbul Jumprit.
Keesokan paginya prosesi pengambilan air. Warga yang memadati pinggir jalan tidak sabar merebut gunungan yang sudah dijamas tersebut. Sebelum itu, doa-doa dilantunkan terlebih dahulu.
"Ini istilahnya ngalap berkah, karena gunungan yang diperebutkan sudah dijamas dari air sendang,"terangnya.
Acara semakin meriah ketika warga dan sejumlah panitia melakukan flashmob tarian gugur gunung. (nun/lis)
Editor : Baskoro Septiadi