RADARSEMARANG.ID, Pernah denger nama GE dan GEon terus ketuker? Wajar. Padahal keduanya beda total.
GE = General Electric, perusahaan raksasa Amerika yang udah 130 tahun. GEon = Token Kripto yang harganya ngikutin saham GE.
Baca Juga: 13 Emiten Saham Milik Bakrie Group, Mana Sektor Usaha Favoritmu?
Nah, biar nggak salah paham, kita kupas tuntas pakai bahasa paling sederhana.
1. GE Asli: General Electric yang Sudah Pecah
Dulu GE itu satu perusahaan gede banget. Isinya ada mesin pesawat, pembangkit listrik, alat rumah sakit, semua ada.
Tapi per 2 April 2024, GE resmi bubar sebagai konglomerat.
Sekarang pecah jadi 3 perusahaan:
- GE Aerospace - Kode Saham: GE
Isinya mesin pesawat. Ini yang pegang nama "GE" dan jadi penerus sah GE lama.
- GE Vernova - Kode Saham: GEV
Isinya bisnis energi, listrik, dan energi hijau.
- GE HealthCare - Kode Saham: GEHC
Isinya alat-alat medis dan kesehatan.Kalau mau beli "saham GE asli", kamu harus beli lewat broker saham di Bursa AS seperti NYSE. Jam bukanya Senin-Jumat dan harganya 1 lot bisa Rp6,7 jutaan.
2. GEon: Token Saham GE Versi Kripto
Nah ini yang bikin bingung. GEon = Token General Electric dari Ondo Finance.
GEon bukan perusahaan. GEon adalah aset kripto jenis RWA = Real World Asset.
Gampangnya gini cara kerjanya:
Ondo Finance beli saham GE asli di bursa
Baca Juga: Daftar Kode Saham dari A sampai Z, Sejumlah Emiten yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Baca Juga: Berawal dari Keluhan Pemandu Wisata, Dosen UKSW Bongkar Tokenisme Branding Labuan Bajo
Lalu Ondo bikin token GEon di blockchain.
1 GEon = nilainya sama persis dengan 1 saham GE
Kamu beli GEon = artinya kamu punya "titipan" ke harga saham GE, tapi bentuknya token kripto
Makanya harga GEon di CoinMarketCap atau CoinGecko ngikutin harga saham GE asli.
3. Tabel Perbedaan GE vs GEon Biar Tidak Tertukar
Saham GE asli merupakan kepemilikan langsung atas perusahaan General Electric beserta sahamnya yang diperdagangkan secara konvensional.
Sementara GEon adalah token kripto berjenis Real World Asset (RWA) yang nilainya mengikuti pergerakan harga saham GE.
Untuk membeli saham GE asli, investor harus melalui broker saham atau sekuritas.
Sebaliknya, token GEon bisa dibeli di bursa kripto atau platform khusus seperti Ondo.
Baca Juga: Industri Sawit Nasional Menguat, Eddy Martono Paparkan Strategi Perdagangan, Tata Kelola dan Biofuel
Jam perdagangan saham GE terbatas hanya Senin hingga Jumat sesuai jam bursa Amerika Serikat, sedangkan GEon dapat diperdagangkan 24 jam nonstop setiap hari.
Modal awal untuk saham GE relatif mahal karena satu lot mencapai sekitar Rp6,7 juta, sementara GEon bisa dimulai dari hanya $10 atau sekitar Rp150 ribu.
Dividen pada saham GE diterima langsung dari perusahaan, sedangkan pada GEon tergantung pada ketentuan yang ditetapkan oleh platform Ondo.
Pengaturan saham GE berada di bawah pengawasan SEC dan OJK, sedangkan GEon diatur oleh regulasi kripto sekaligus aturan terkait aset dunia nyata (RWA).
Dari segi kelebihan, token GEon menawarkan fleksibilitas tinggi karena bisa dibeli kapan saja termasuk dini hari, membutuhkan modal yang jauh lebih kecil, serta tidak memerlukan pembukaan akun broker di Amerika Serikat.
Namun, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan.
Pertama, risiko dobel: jika harga saham GE turun, nilai GEon ikut turun, ditambah risiko terkait platform Ondo itu sendiri.
Kedua, regulasi token RWA di berbagai negara masih terus berubah-ubah.
Ketiga, likuiditas GEon masih lebih rendah dibanding saham GE di bursa karena jumlah pembeli belum sebanyak saham aslinya.
Mana yang Lebih Cuan?
Gampangannya gini:Mau investasi saham beneran, aman, dan dapat dividen? → Beli Saham GE Aerospace di Bursa
Mau coba-coba harga saham GE tapi pakai modal kecil dan trading 24 jam? → Beli Token GEon di Platform KriptoIngat ya: GE = Perusahaannya. GEon = Tokennya.
Analoginya: GE itu rumah aslinya. GEon itu sertifikat rumah digital yang harganya ngikutin harga rumah asli.(tas)
Editor : Tasropi