RADARSEMARANG.ID - Menghadapi tahun baru 2024, beberapa teknologi AI diprediksi akan mengalami peningkatan popularitas yang signifikan.
Salah satunya terkait tentang teknologi AI (Artificial Intelligence) dengan berbagai aplikasi baru yang muncul berbasis kecerdasan buatan.
Teknologi AI di 2023 sempat menjadi populer melalui ChatGPT OpenAI yang semakin banyak digunakan oleh pengguna di semua kalangan.
Meski begitu, di 2024 teknologi AI akan terus mengalami pertumbuhan secara eksponensial selain ChatGPT dan sejenisnya.
Emotion AI
Dikutip dari laman Euronews, salah satu perkembangan teknologi AI yang akan terjadi pada tahun 2024 adalah Emotion AI.
Dikabarkan laman tersebut, Emotion AI merupakan peningkatan advance dari jenis AI generatif sebelumnya yang dimiliki oleh ChatGPT Open AI.
CEO Institut Inovasi dan Teknologi Eropa (EIT Digital), Federico Menna mengatakan “Emotion AI adalah tren berikutnya setelah AI generatif, karena mampu menghasilkan konten berdasarkan interaksi atau permintaan pengguna”.
Selain itu, Emotion AI mampu bereaksi dan memahami tingkat emosi manusia di depan mesin interaktif yang sesuai dengan emosional manusia itu sendiri.
Federico juga menyebutkan kalau Emotion AI akan mengalami perkembangan pesat pada sektor mobilitas.
Meski demikian, AI Generatif diprediksi masih akan banyak digunakan dan akan tetap menjadi hal yang penting.
Selain itu, AI Generatif juga dapat merevolusi bisnis melalui pengembangan perangkat lunak hingga kegiatan operasional sehari-hari.
Metaverse
Selanjutnya, teknologi AI yang diprediksi akan menjadi tren di 2024 adalah Metaverse, besutan CEO Facebook Mark Zuckerberg.
Menurut laman Fast Company, keberhasilan metaverse sangat terlihat jelas hingga Mark mengganti nama seluruh perusahaannya pada 2021.
Namun, Metaverse tidak begitu populer pada 2022 dan 2023, dan tidak dapat merevolusi kehidupan manusia.
Menurut CEO konsultan teknologi Infinite Retina, Irena Cronin mengungkapkan bahwa segalanya tentang Metaverse dapat berubah pada 2024.
Irena mengatakan "Metaverse 2.0 akan berjalan lancar. Dan itu tidak ada hubungannya dengan gagasan Zuckerberg tentang metaverse”.
“Ide Zuckerberg adalah kita akan terus-menerus terhubung ke headset yang dibuat oleh Meta, bermain game di dunia yang dibangun perusahaannya," sambung Irena.
Sedangkan menurut New York Post, Metaverse akan mulai ‘terbentuk’ di 2024 dengan platform Meta’s Reality Labs.
Platform tersebut akan mengembangkan perangkat yang memungkinkan pengalaman sosial media menjadi lebih mendalam terkait Virtual and Augmented Reality.
Melalui kacamata Ray-Ban, Meta akan membawa pengalaman pengguna sosial media ke masa depan dengan teknologi AI miliknya, sehingga pengguna dapat melihat dan menjelajahi dunia.
Selain itu, pihaknya juga merilis Asisten Meta AI yang akan diluncurkan pada tahun 2024.
Asisten Meta AI merupakan jenis pendamping baru yang dapat memahami dan merespons suara, penglihatan, dan gerak tubuh manusia.
Editor : Baskoro Septiadi