RADARSEMARANG.ID - Kota Tegal merupakan salah satu daerah yang punya peranan penting pada era kolonial Belanda hingga Jepang.
Beberapa fasilitas penting seperti pemerintahan, industri, pertahanan, hingga pendidikan semuanya berdiri di Kota Bahari.
Bahkan ada salah satu pusat pendidikan yang menyandang gelar sekolah perikanan pertama di Indonesia Bahkan di Asia Tenggara.
Tempat pendidikan tersebut adalah Sekolah Usaha Perikanan Menengah atau SUPM Negeri Kota Tegal.
Sekolah perikanan ini berdiri pada era penjajahan Jepang yang dimulai pada tahun 1942.
Awalnya sekolah ini terbentuk setelah adanya pemberdayaan pemuda dalam bentuk latihan pertanian dan perikanan.
Pelatihan usaha pertanian dan perikanan ini disebut dengan “gyomin-dozo” yang saat itu dilaksanakan di wilayah Tegal, Batang, dan Rembang.
Saat itu masa pelatihan perikanan berjalan selama tiga bulan dengan materi latihan meliputi dasar-dasar pelayaran dan perikanan.
Usai menempuh pelatihan para peserta akan dikembalikan ke daerahnya masing-masing untuk bekerja di sektor perikanan.
Berawal dari program itu pada tahun 1950, Kementerian Kemakmuran Pusat Jawatan Perikanan mendirikan Sekolah Djawatan Perikanan yang kemudian diubah menjadi Sekolah Perikanan Laut (SPL).
Kemudian didirikanlah Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) di Tegal berdiri tanggal 2 Desember 1962.
Saat itu materi pembelajaran hanya terdapat satu bidang studi yaitu perikanan umum dan belum terdapat sistem penjurusan.
Tahun 1970 sudah ada penjurusan, SUPM memiliki 2 program keahlian yaitu deck (nautika/penangkapan ikan) dan mesin (mesin perikanan).
Lulusan SUPM Negeri Kota Tegal banyak yang bekerja sebagai tenaga ahli dan berbagai macam teknisi pada industri perikanan baik dalam negeri maupun luar negeri.
Editor : Baskoro Septiadi