RADARSEMARANG.ID - Trem Uap merupakan salah satu transportasi yang banyak dibangun oleh Pemerintah Kolonial di beberapa Kota.
Tegal merupakan salah satu kota yang pernah dibangun jalur trem uap yang melewati pusat kota.
Menurut catatan sejarah, transportasi berbasis rel ini pernah eksis pada tahun 1880 hingga 1918an.
Saat itu jalur trem uap ini dikelola oleh perusahaan swasta Belanda yaitu Javasche Spoorweg Maatschappij (JSM).
Jalur rel ini dibangun dari percabangan Pelabuhan Tegal melintasi Pasar Pagi dan Pusat Kota Tegal menuju Kaligangsa.
Ternyata sepanjang jalur tersebut terdapat 4 halte dan Stopplast atau tempat pemberhentian trem uap.
Dalam postingan Facebook Homebase Tegal History dijelaskan jika ada 4 stasiun trem uap dari Pasar Pagi hingga Kaligangsa.
Titik awal dimulai dari Stopplast Pasar Pagi Tegal kemudian melewati jalur dalam kota dan membelok ke barat hingga sejajar jalur pantura.
Pada rel disisi jalan raya pos ini terdapat 3 stasiun yaitu Sumurpanggang, Krandon, dan Kaligangsa.
Namun dari semua stasiun yang ada tak ada satupun yang tersisa hingga saat ini, termasuk rel yang membentang.
Karena titik yang menjadi lokasi stasiun dan rel kini sudah berubah menjadi pusat perkotaan dan pemukiman warga.
Namun adanya trem uap ini menjadi bukti keberadaan Kota Tegal sangat diperhitungkan saat itu.
Adanya Trem Uap juga menjadi kawasan Kota Bahari memiliki kemajuan dan perkembangan ekonomi yang tinggi pada era itu.
Editor : Baskoro Septiadi