RADARSEMARANG.ID - Tegal merupakan salah daerah dengan geliat ekonomi dan pemerintahan yang tinggi pada era kolonoial.
Selain itu Pemerintah Belanda juga dikenal gemar membangun taman terutama di sekitar pusat bisnis dan pemerintahan.
Taman yang dibangun biasanya digunakan sebagai lokasi melepas penat di sore hari usai seharian bekerja di perkantoran.
Contoh taman yang dibangun di Tegal adalah Wilhelmina Park yang berdiri di depan Gedung SCS dan Stasiun Tegal yang kini menjadi Taman Pancasila.
Selain itu ternyata ada taman lain yang pernah dibangun pada masa kolonial yang memiliki hubungan dengan Gedung SCS atau Birao.
Tak banyak orang yang mengetahui jika ruang terbuka ini pernah dibangun disekitar kompleks perusahaan kereta api itu,
Taman tersebut dikenal sebagai Gerlings Park yang diambil dari nama mertua arsitek gedung SCS dan Stasiun Tegal yaitu Henri MacLaine Pont.
Menurut catatan sejarah, JTH Gerlings merupakan direktur perusahaan Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) yang berpusat di Tegal.
Namanya saat itu bergitu terkenal dan dihormati sehingga dijadikan nama taman di sisi selatan Gedung SCS.
Menurut buku "Melihat Sejarah Tegal dari Sisi Nusantara dan Kolonial', taman ini berdiri tahun 1910an yang posisinya dikelilingi rumah dinas perusahaan kereta api swasta itu.
Saat itu taman berdiri di Jalan Tentara Pelajar atau dibelakang bangunan SMA Negeri 1 Kota Tegal saat ini.
Namun saat ini bangunan taman sudah berubah menjadi lapangan upacara dan kegiatan ekstrakulikuler siswa SMA Negeri 1.
Sedangkan rumah dinas perusahaan sudah berubah fungsi menjadi rumah makan dan cucian kendaraan.
Bahkan beberapa rumah terlihat terbengkalai dimakan usia dan tak banyak sisa peninggalan Taman Gerlings yang tersisa saat ini.
Editor : Baskoro Septiadi