Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jadi Saksi Kerja Rodi Pembangunan Jalan Raya Daendels, Inilah Sejarah Gedung Kantor Pos dan Telegraf Kota Tegal

Muchammad Nachirul Ichsan • Kamis, 23 Mei 2024 | 14:20 WIB
Gedung Kantor Pos Kota Tegal
Gedung Kantor Pos Kota Tegal

RADARSEMARANG.ID - Tegal merupakan salah satu daerah yang dilewati Jalan Raya Anyer-Panarukan yang pembangunannya dilakukan di era Gubenur Herman Willem Daendels.

Jalan yang menghubungkan ujung barat dan timur Pulau Jawa ini juga disebut sebagai Jalan Raya Pos.

Pada awal pembangunannya memang diproyeksikan untuk memperlancar arus pengiriman surat menyurat atau pos.

Selain itu banyak juga dibangun kantor pos yang berada di dekat jalan raya ini untuk mempermudah mobilitas.

Salah satunya adalah Kantor Pos di Kota Tegal, yang kini berlokasi di Jalan Proklamasi.

Menurut sejarahnya pelayanan pos dan telegraf di buka pada awal abad ke-20 dengan dibangunnya kantor Post Telegraafend Telefoon Dienst tahun 1930.

Daendels memerintahkan secara langsung untuk dibangunnya gedung pos dan telegraf di Kota Tegal.

Layanan Kantor Pos Tegal saat itu dapat menjangkau wilayah Brebes, Tegal hingga Pemalang.

Secara arsitektur mempunyai ciri khas bangunan perkantoran era kolonial yakni monumental dan menyesuaikan dengan kondisi setempat.

Gedung Pos Tegal memiliki luas bangunan 659 meter, dengan panjang bangunan 30 meter, lebar bangunan 20 meter dan tinggi bangunan 7 meter.

Bangunan ini pernah mengalami fungsi sebagai markas Angkatan Laut dan tahun 1954.

Kemudian diserahkan kepada Perusahaan Telepon dan Telegram (PTT untuk difungsikan kembali sebagai kantor pos dan telegraf.

Hingga pada akhirnya menjadi bagian aset dari PT Pos Indonesia hingga saat ini masih beroperasi.

Editor : Baskoro Septiadi
#telegraf #Sejarah Tegal #Tempat Bersejarah #Anyer-Panarukan #pos indonesia #kantor pos tegal #jalan raya pos #sejarah kantor pos tegal #bangunan bersejarah #kerja rodi #era kolonial #Herman Willem Daendels