RADARSEMARANG.ID - Taman Pancasila merupakan salah satu taman ikonik di Kota Tegal yang berdiri depan Stasiun Tegal dan Gedung SCS atau Birao.
Didalamnya terdapat tugu yang dibuat untuk mengenang sejarah perlawanan rakyat Tegal terhadap para penjajah saat itu.
Namun jauh sebelum peristiwa itu, ternyata awal pembangunan taman ini digunakan untuk menghormari Ratu Belanda.
Saat itu pemerintahan Belanda dipimpin oleh seorang ratu bernama Wilhelmina Helena Pauline Marie Van Orange Nassau, berkuasa pada 1890 hingga 1948.
Pada era kepemimpinan Ratu Wilhelmina, semua tempat yang dianggap penting wajib menyematkan nama "Wilhelmina" termasuk di tanah jajahannya.
Bahkan hari ulang tahun pernikahannya pun harus disiapkan perayaan khusus diseluruh negeri dan tanah koloninya.
Tak terkecuali di Kota Tegal, pemerintah kolonial mendirikan sebuah taman cantik di lokasi strategis dan dekat dengan pusat perkantoran.
Akhirnya dibangunlah de Wilhelmina Park di depan Stasiun Tegal dan Gedung SCS, taman ini biasa digunakan untuk berkumpulnya orang eropa untuk menikmati waktu sore.
Taman ini menjadi saksi sejarah saat kedatangan bangsa Jepang ke Indonesia, saat itu sejak kedatangannya banyak gedung buatan Belanda yang dirusak.
Salah satunya Gedung SCS, saat itu Jepang berencana merebut gedung perusahaan kereta api itu untuk markas perang mereka.
Namun masyarakat Tegal saat itu memberikan perlawanan, rakyat bersembunyi diatas gedung itu dilengkapi senjata dan bambu runcing.
Selain itu juga mengamankan orang Belanda yang masih ada didalamnya agar tidak terjadi pertumpahan darah.
Dibagian depan gedung juga terdapat pasukan rakyat yang siap menghadang, kemudian datang pasukan Jepang dari arah selatan gedung SCS hingga akhirnya perang pecah antara 2 pasukan itu.
Meskipun kalah dari sisi persenjataan, namun perang ini berhasil dimenangkan oleh rakyat Tegal hingga mengusir pasukan Jepang.
Dari perjuangan heroik ini maka dibangunlah sebuah tugu peringatan yang berbentuk 5 buah anak tangga yang dinamakan tugu Pancasila.
Hingga akhirnya taman dan jalan di kawasan Wilhelmina Park berubah menjadi jalan dan taman Pancasila.
Tugu ini bangun sebagai peringatan atas perjuangan rakyat Tegal dalam mengusir penjajah baik Jepang maupun Belanda.
Saat ini kondisi Taman Pancasila telah mengalami revitalisasi oleh pemerintah Kota Tegal di tahun 2020.
Namun tugu perjuangannya masih dipertahankan dan ditambahkan fasilitas taman lainnya termasuk lokomotif tua di sisi timur taman.
Editor : Baskoro Septiadi