Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pernah Dijuluki Haven Zucker, Inilah Jejak Kejayaan Pelabuhan Tegal yang Sudah Berdiri Sejak Abad Ke-15

Muchammad Nachirul Ichsan • Sabtu, 11 Mei 2024 | 13:07 WIB
Suasana Pelabuhan Tegal di Masa Kolonial
Suasana Pelabuhan Tegal di Masa Kolonial

RADARSEMARANG.ID - Kota Tegal menjadi daerah strategis pada masa kolonial, salah satunya ditandai dengan adanya pelabuhan yang berdiri disisi utara.

Menurut Buku "Melihat Sejarah Tegal Dari Sisi Nusantara dan Kolonial," Pelabuhan Tegal diyakini sudah berdiri sejak abad ke-15.

Hal ini diambil dari catatan perjalanan seorang cendekiawan Portugis bernama Tome Pires.

Saat itu Pires berkeliling dunia dalam usaha mengembangkan usaha perdagangnnya, termasuk singgah ke Pulau Jawa dan masuk ke daerah Tegal.

Dari catatan sejarah itulah menegaskan pelabuhan kota bahari sudah lama berdiri dan semakin ramai era Kerajaan Mataram yang dipimpin Sultan Agung.

Pelabuhan Tegal bahkan menjadi penting di era tersebut, pada tahun 1628-1629 pernah menjadi lokasi penyuplai beras untuk kebutuhan perang.

Selain kapal-kapal dari Mataram, pelabuhan di utara jawa ini menjadi persinggahan untuk armada laut dari bangsa Belanda.

Masuk ke abad ke-18, pelabuhan Tegal menjadi pusat kapal-kapal dagang dari berbagai negara untuk mengangkut banyak komoditas seperti Gula.

Bahkan pernah dijuluki sebagai Haven Zucker atau Pelabuhan Gula, karena saat itu digunakan untuk kegiatan ekspor gula.

Peran pelabuhan ini menjadi penting karena saat itu di wilayah Tegal banyak berdiri pabrik gula.

Hasil produksi gula kemudian diangkut menggunakan kereta api hingga masuk ke pelabuhan.

Pada era kolonial memang Pelabuhan Tegal pernah tersambung dengan jalur kereta api hingga ke Stasiun Tegal.

Hal itu dibuat untuk mempermudah proses pengangkutan hasil bumi dari sisi selatan Tegal khususnya gula.

Selain itu komoditas lain seperti karet, getah pinus, teh, dll yang berasal dari daerah lain juga diekspor lewat Pelabuhan Tegal.

Namun pamor Pelabuhan Tegal sebagai lokasi ekspor mulai meredup karena kegiatan itu mulai terpusat di pelabuhan besar seperti Semarang, Jakarta, dan Surabaya.

Saat ini untuk sisa kejayaannya masih dapat disaksikan sampai saat ini, didalam kompleks pelabuhan terdapat banyak gudang berukuran besar untuk menyimpan berbagai komoditas.

Jalur kereta api yang masuk hingga area dalam pelabuhan juga sudah tidak aktif.

Namun rel yang membentang dari Stasiun Tegal hingga dalam Pelabuhan juga masih terlihat sisanya walaupun sebagian sudah tertimbun tanah dan bangunan warga.

Di era modern ini, Wilayah barat Pelabuhan Tegal bertransformasi menjadi tempat persinggahan kapal nelayan ikan dan menjadi pusat perdagangan hasil laut.

Selain itu wilayah sisi timurnya kini berubah menjadi area galangan sebagai tempat untuk perbaikan berbagai macam kapal.

Editor : Baskoro Septiadi
#sultan agung #Sejarah Tegal #Tempat Bersejarah #Pelabuhan Tegal #melihat sejarah tegal dari sisi nusantara dan kolonial #bangunan bersejarah #haven zucker #Tome Pires #sejarah pelabuhan tegal #catatan sejarah #kerajaan mataram