Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Wali Kota Solo Kena 'Kepruk' Telur Gulung Rp 800 Ribu di Grebeg Sudiro

Falakhudin • Rabu, 29 Januari 2025 | 12:30 WIB
Wali Kota Solo Kena Kepruk Telur Gulung Rp 800 Ribu di Grebeg Sudiro
Wali Kota Solo Kena Kepruk Telur Gulung Rp 800 Ribu di Grebeg Sudiro

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Sebuah video yang memperlihatkan Wali Kota Solo Teguh Prakosa memborong dagangan telur di acara Grebek Sudiro viral di media sosial.

Penyebabnya, pedagang itu memberikan harga Rp 800 ribu untuk dagangannya.

Video permintaan pedagang asongan itu beredar di media sosial Instagram.

 

Video tersebut diupload di akun @agendasolo.

Di video tersebut terdengar MC yang kaget saat pedagang itu meminta uang Rp 800 ribu ke Teguh usai dagangannya diborong.

“Rp 800 ewu tenan ora kui (Rp 800 ribu beneran nggak itu),” kata salah satu pembawa acara di Grebeg Sudiro.

 

Kabar tersebut dibenarkan oleh Ketua Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS), Sumartono Hadinoto.

Dia saat itu berada di panggung bersama Teguh dan ikut kaget dengan harga yang diklaim dari pedagang asongan itu.

Dia menyebut peristiwa itu terjadi pada Minggu (26/1) saat penyelenggaraan event tahunan menyambut Imlek Grebeg Sudiro.

Sebelum acara dimulai, beberapa pedagang berteriak minta dagangannya diborong.

“Mereka teriak-teriak minta ditumbaske. Itu kan nunggu gunungan kue keranjang sampai di depan pasar gede. Di depan kerumunan massa itu ada yang jual telur gulung, di gelas gitu,” katanya.

Teguh lantas memborong dagangan salah satu penjual telur gulung.

Telur gulung yang dikemas dalam gelas itu kemudian dibagikan ke warga.

Teguh lantas menyodorkan uang Rp 200 ribu ke pedagang itu karena menganggap jumlah telur gulung yang diborong tidak begitu banyak.

 

Namun, pedagang itu justru marah.

Pedagang itu mengklaim nampannya berisi 80 cup.

Sedangkan harga tiap cup Rp 10 ribu sehingga dia meminta pembayaran Rp 800 ribu.

Mendengar itu, kata dia, beberapa tamu undangan yang hadir kaget dengan harga tersebut.

“Semua kaget yang di panggung, termasuk Pak Dandim,” ucapnya.

 

Tak ingin memperpanjang, Teguh terpaksa menambah uang yang diberikan kepada pedagang itu.

Namun tidak Rp 800 ribu seperti yang diminta.

“Akhirnya di bawah Rp 400 ribu atau Rp 500 ribu gitu,” bebernya.

Dirinya menyebut, Wali Kota Solo Teguh Prakosa hanya ingin membantu melarisi dagangan dari penjual asongan tersebut.

 

“Ya niatnya melarisi karena kue keranjang belum datang, jadi Pak Wali beli sesuai harga jualnya,” pungkasnya.

Aksi penjual telur gulung yang menarik harga lebih tinggi itu pun disaksikan banyak orang yang hadir dalam karnaval Grebeg Sudiro.

Termasuk salah satu tokoh Tionghoa Solo Sumartono Hadinoto.

Sumartono mengatakan, awalnya Teguh menyaksikan kirab gunungan kue keranjang dalam karnaval budaya Grebeg Sudiro.

Di depan kerumuman orang itu ada penjual telur gulung.

“Di depan kerumuman massa itu ada yang jual telur gulung di gelas-gelas (cup). Nampannya itu kelihatan, ada 28 gelas. Kemudian di atasnya ditumpangi (nampan) mungkin juga 28 gelas (telur gulung). Kalau 28 tambah 28 kan 56, dan ada dua yang dikasih saus,” ujarnya.

“Misal 28 itu, dua pakai saus tinggal 26 yang (nampan) bawah. Yang (nampan) atas misal separuh yang dikasih saus 14 kan tinggal 40an (cup gelas). Dia minta 10.000 per gelas. Jadi kan Rp 400.000,” ujar Sumartono, Selasa (28/1). 

Baca Juga: Guru ASN dan PPPK Sertifikasi Dapat Penghasilan Tambahan dari Kemenkeu, Nominalnya Tembus Rp 7,3 Juta Per Bulan

 

“Iya, niatnya mau beli semua terus dibagikan pengunjung karena menunggu kue keranjang belum waktunya dibagi ada yang jualan, kasihan Pak Teguh. Maunya diborong sama Pak Teguh,” ujar Sumartono.

Terpisah, Wali Kota Solo Teguh Prakosa tidak mempersoalkan ada penjual telur gulung yang menarik harga lebih.

Teguh mengatakan, tujuannya memborong telur gulung dalam karnaval budaya Grebeg Sudiro untuk melarisi dagangan mereka supaya cepat habis.

 

“Nggak apa-apa dikasih aja. Habis mau bagaimana. Mau diapain. Benar apa tidak kembalikan pada mereka saja. Kita inginnya hanya melarisi,” ujar Teguh. (fal/bas) 

Editor : Baskoro Septiadi
#telur gulung #Wali Kota Solo Teguh Prakosa #karnaval budaya Grebeg Sudiro #kirab gunungan kue keranjang #grebeg sudiro #Wali Kota Solo Teguh Prakosa memborong dagangan telur di acara Grebek Sudiro #event tahunan menyambut Imlek Grebeg Sudiro #Aksi penjual telur gulung yang menarik harga lebih tinggi #Ketua Perkumpulan Masyarakat Surakarta #MC yang kaget saat pedagang itu meminta uang Rp 800 ribu ke Teguh #pasar gede