RADARSEMARANG.ID, Solo - Akun Instagram @UNS_Scandal membuat geger jagat maya gegara menawarkan membeli video skandal atau konten porno mahasiswa UNS Solo.
Bahkan, beredar informasi jika sudah ada orang yang mengirim video porno dan mendapatkan komisi.
Akun @UNS_Scandal tersebut sudah hilang pada Rabu (13/9). Namun, munculnya akun tersebut sempat menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa UNS.
Sebab, berdasarkan informasi, pihak atau orang yang mau mengirimkan video ke akun Instragram tersebut akan mendapatkan komisi beragam.
Tertulis dalam keterangan bio @UNS_Scandal jika mereka berkenan membayar konten porno mahasiswa UNS. Bayaran atau komisi bagi yang mau mengirim video mahasiswa, yakni sebesar Rp 50.000. Sedangkan jika terdapat identitas orangnya, komisi dinaikkan menjadi Rp 100.000.
Tidak hanya video, akun @UNS_Scandal juga menawarkan komisi bagi yang mau kirim foto syur mahasiswa UNS, dengan bayaran Rp 10.000. Jika ditambah dengan identitas mahasiswa diberikan komisi Rp 20.000.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret (UNS) mendorong pihak kampus mengusut tuntas pemilik akun Instagram @UNS_Scandal.
“Dengan ini kami menyatakan sikap menolak dan melarang keras adanya peneyebaran dan penjualan konten pribadi yang bersifat pornografi. Bantu kami menghentikan aktivasi penyebaran dan penjualan konten seperti ini. Blokir dan Report!!!” tulis BEM UNS dalam selebaram yang beredar tersebut.
Selain mendesak pihak kampus untuk mengusut tuntas kasus tersebut, BEM juga mendorong agar keberadaan komunitas dicari. Hal itu lantaran ada potensi konten-konten yang didapat disebar pada komunitas tertentu.
“Kami Dari BEM UNS mendesak pihak kampus untuk mencari keberadaan komunitas yang menjadi ancaman bagi mahasiswa UNS dan menindak tegas seluruh pelaku yang terlibat dalam aktivitas tersebut,” kata Hilmi.
Dia menambahkan, sudah ada upaya dari pihak mahasiswa untuk melaporkan akun Instagram tersebut ke Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas) PPKS UNS.
Sementara itu, Ketua PPKS UNS Prof Dr Ismi Dwi Astuti Nurhaeni mengatakan, pihak kampus telah mengetahui terkait akun Instagram @UNS_Scandal itu. Namun, dia enggan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait antisipasi atau tindakan yang diambil pihak kampus.
“Kami dari pihak kampus memang sudah mengathui hal tersebut,” jawabnya singkat. (ian/ria/bas)
Editor : Baskoro Septiadi