RADARSEMARANG.ID - Grand final Proliga 2026 putri antara Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia melawan Jakarta Pertamina Enduro berlangsung pada 24-25 April mendatang di GOR Amongrogo, Yogyakarta.
Duel panas diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua tim dengan karakter permainan berbeda.
Gresik Phonska Plus tampil dominan sepanjang fase reguler dan datang dengan status unggulan utama.
Baca Juga: Kasus Fadly Alberto Berakhir Damai, Dewa United dan Bhayangkara Tempuh Jalur Mediasi
Dari 12 pertandingan, Tim asal Gresik itu mencatat kemenangan 83,3 persen serta mengoleksi 29 poin klasemen.
Mereka juga memiliki rasio set luar biasa, yakni 31 kemenangan dan hanya dua kekalahan.
Catatan itu menegaskan rasio set luar biasa, yakni 31 kemenangan dan hanya dua kekalahan.
Baca Juga: Tundukkan Electric PLN 3-2 di Leg 2, Jakarta Popsivo Polwan Juara 3 Proliga 2026
Permainan Gresik bertumpu pada distribusi bola setter Arneta Putri yang memanjakan para penyerang seperti Oleksandra Bytsenko dan Annie Mitchem.
Di sektor tengah, Shella Bernadetha dan Geofanny Eka menjadi benteng kokoh yang sulit ditembus lawan.
Sementara itu, Pertamina Enduro hadir sebagai tim bermental baja. Mereka dikenal piawai memenangkan laga-laga ketat.
Pertamina Enduro mengandalkan setter sekaligus kapten Tisya Amallya yang mengatur serangan Megawati Hangestri Pertiwi, Irina Voronkova, dan Wilma Salas.
Kehadiran Nurlaili Kusumah menambah daya ledak serangan tim.
Secara statistik, Gresik Phonska memang lebih diunggulkan, tetapi pengalaman Pertamina Enduro dalam laga menegangkan membuat duel final ini diyakini berlangsung sengit hingga poin terakhir. (dan)
Editor : Baskoro Septiadi