RADARSEMARANG.ID - Tim bulutangkis Beregu Putri Indonesia harus puas dengan medali perak usai kalah dari tuan rumah dengan skor 1-3.
Tim Indonesia memulai laga dengan baik. Putri Kusuma Wardani yang menjadi tunggal pertama berhasil menyumbang poin buah tim Indonesia.
Putri merebut gim pertama dengan skor telak 21-8. Pornpawee Chochuwong menyamakan kedudukan dengan meraih gim kedua dengan skor 21-13.
Di gim penentuan, Putri KW bermain lebih baik. Pemain 23 tahun itu memenangi gim ketiga dengan skor 21-16 sekaligus membawa tim Indonesia unggul 1-0.
Thailand menyamakan kedudukan setelah Benyapa Aimsaard/Supissara Paewsampran mengalahkan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
Rachel-Febi kalah lewat pertarungan tiga gim 18-21, 21-11, 18-21 dalam waktu 83 menit.
Tim Indonesia berbalik tertinggal usai Gregoria Mariska Tunjung kalah dari Ratchanok Intanon. Gregoria kalah dua gim langsung 7-21, 15-21.
Di laga penentuan, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari harus mengakui keungulan Ornnicha Jongsathapornpan/Jhenicha Sudjaipraparat.
Bertanding di Thammasat University Rangsit Campus, Pathum Thani, Rabu (10/12/2025), Ana-Meilysa kalah dua gim langsung 19-21, 18-21 usai melewati duel panjang dan melelahkan.
Ana-Meilysa selalu tertinggal sejak awal gim pertama. Mereka memasuki interval dalam posisi tertinggal 7-11.
Usai jeda, Ana-Meilysa masih kesulisan keluar dari tekanan. Meski demikian, mereka perlahan mengejar ketertinggalan.
Setalah tertinggal 14-17, Ana-Meilysa bisa menyamakan kedudukan 18-18 usai memenangi sebuah reli panjang. Namun, mereka akhirnya harus kehilangan gim pertama dengan skor 19-21.
Di gim kedua, Ana-Meilysa sempat unggul 6-5, tapi kemudian lawan meraih enam poin berturut-turut untuk memasuki interval dengan keunggulan 11-6.
Reli panjang cukup mewarnai laga ini. Ana-Meilysa harus jatuh bangun untuk meraih poin. Meski demikian, mereka masih kesulitan mengejar ketertinggalan.
Setelah tertinggal 11-16, Ana-Meilysa masih berjarak lima poin jelang akhir gim kedua. Namun, meski bisa mengejar hingga 18-19, Ana-Meilysa pada akhirnya harus takluk 18-21. (dan)
Editor : Baskoro Septiadi