RADARSEMARANG.ID – Tenis kursi roda atau wheelchair tennis merupakan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di setiap Paralympic atau Paralimpiade.
Dimana tenis kursi roda ini bentuk tenis yang disesuaikan untuk pengguna kursi roda tetapi ukuran lapangan, tinggi net, dan raket tenis kursi roda sama dengan tenis pejalan kaki.
Menariknya, awal pertama kali olahraga ini dipergunakan sebagai terapi untuk penyandang disabilitas. Salah satunya terapi untuk menunjang kebutuhan fisik mereka.
Tetapi seiring berjalannya waktu tenis kursi roda atau wheelchair teni ini menjadi salah satu cabang olahraga di Paralimpiade terutama di cabang Wheelchair Tennis Paralympics.
Sejarah Olahraga Tenis Kursi Roda
Dikutip dari Tennisfame.com, Tenis kursi roda ini pertama kali diperkenalkan oleh salah satu atlet ski air yang menderita cedera tulang belakang hingga mengalami kelumpuhan.
Atlet tersebut yakni Brad Parks yang memperkenalkan olahraga tersebut di tahun 1976 di California Amerika Serikat.
Bersama rekannya, Jeff Minnenbaker, Parks mulai mengembangkan permainan tenis kursi roda ini sebagai bagian dari terapi atau rehabilitasi.
Tetapi dengan berjalannya waktu, mereka berdua melihat adanya peluang olahraga tersebut bisa menjadi olahraga kompetitif.
Pada 1982, Prancis menjadi negara pertama di Eropa yang menerapkan program tenis kursi roda. Dan selanjutnya di tahun 1998, olahraga tenin kursi roda ini diperkenalkan di ajang Paralimpiade sebagai acara demonstrasi tepatnya di Paralimpiade Musim Panas 1988 Seoul.
Kemudian, di ajang Paralimpiade Musim Panas 1992 Barcelona, tenis kursi roda atau wheelchair tenis memperoleh status penuh dan menjadi salah satu cabang olahraga disana.
Paralimpiade Musim Panas 2000 Sydney sangat meningkatkan apresiasi publik dan membawa olahraga ini ke dalam empat Grand Slam Tenis tahunan.
Kelas 8s tenis kursi roda di Australia Terbuka 2002 melihat tenis kursi roda kompetitif berlangsung pada waktu yang sama dan tempat yang sama di Grand Slam untuk pertama kalinya.
Kemudian di tahun 2005 seri Masters dibuat, yang terdiri dari semua acara di Grand Slam dan kejuaraan akhir tahun, saat Wimbledon dan AS Terbuka bergabung dengan Melbourne.
Di tahun 2004, kategori quad ditambahkan ke Paralimpiade setelah usaha yang dilakukan oleh Rick Draney.
Negara Belanda menjadi negara yang mendominasi dan banyak memperoleh kemenangan di turnamen besar seperti di Grand Slam dan Paralimpiade.
Selain itu Esther Vergeer memegang rekor untuk memenangkan empat medali emas Paralimpiade.
Masing-masing satu di Olimpiade tahun 2000, 2004, 2008 dan 2012. Dia juga memegang rekor pertandingan tunggal kursi roda yang paling banyak dimenangkan secara berturut-turut.
Awal Mula dan Pengembangan
1940-an: Konsep Awal
Ide awal tenis kursi roda mulai muncul setelah Perang Dunia II. Sejumlah veteran perang yang mengalami cedera tulang belakang mencari cara untuk tetap aktif secara fisik dan berpartisipasi dalam olahraga.
1950-an: Kemunculan Peraturan Awal
Di Amerika Serikat, tenis kursi roda mulai dikenal pada 1950-an. Don Budge, seorang mantan pemain tenis profesional, memainkan peran penting dalam mengembangkan peraturan awal tenis kursi roda. Budge mengadaptasi peraturan tenis tradisional dengan modifikasi agar sesuai untuk pemain dengan kursi roda.
1960-an: Pengembangan Lebih Lanjut
Di Inggris, tenis kursi roda mulai berkembang di kalangan para penyandang cacat. Pada tahun 1968, British Tennis Association (sekarang Lawn Tennis Association) mulai merangkul olahraga ini dan membantu menyebarluaskan popularitasnya.
Era Modern
1980-an: Pembentukan Organisasi Internasional
Pada tahun 1988, International Tennis Federation (ITF) membentuk Divisi Tenis Kursi Roda untuk mengatur dan mempromosikan olahraga ini di tingkat internasional. Pembentukan organisasi ini menandai langkah penting dalam profesionalisasi tenis kursi roda.
1990-an: Pengenalan di Paralimpiade
Tenis kursi roda pertama kali diperkenalkan di Paralimpiade pada tahun 1992 di Barcelona. Ini menandai puncak dari perkembangan tenis kursi roda, yang kini mendapatkan pengakuan dan perhatian internasional yang lebih besar.
2000-an dan Seterusnya: Peningkatan Popularitas
Sepanjang dekade 2000-an, tenis kursi roda semakin populer dan berkembang. Turnamen internasional seperti Wimbledon, US Open, Australian Open, dan French Open kini menyertakan kategori tenis kursi roda. Olahraga ini juga mendapatkan liputan media yang lebih luas, dan semakin banyak atlet dengan keterbatasan mobilitas yang terlibat.
Aturan Main Tenis Kursi Roda
Meskipun tenis kursi roda atau wheelchair tennis mengikuti aturan dasar tenis lapangan, terdapat beberapa adaptasi khusus yang dilakukan.
Adaptasi ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan para pemain yang menggunakan kursi roda.
Perubahan aturan dalam tenis kursi roda adalah aturan dua pantulan. Aturan ini memungkinkan bola untuk memantul dua kali di lapangan sebelum dipukul.
Pantulan pertama harus berada di dalam lapangan permainan, sementara pantulan kedua dapat berada di luar lapangan.
Adaptasi ini memberikan pemain waktu lebih untuk bergerak dan menyiapkan diri sebelum memukul bola. Selain itu, kursi roda yang digunakan dalam olahraga ini dirancang khusus agar sesuai untuk permainan tenis.
Dimana kursi yang digunakan lebih ringan, dengan roda yang lebih kecil dan miring untuk memungkinkan pergerakan cepat serta manuver yang lebih lincah di lapangan.
Dengan dibuatkannya aturan khusus, permainan ini juga mulai memiliki struktur kompetisi dan organisasi sendiri sejak tahun 1988.
International Wheelchair Tennis Federation (IWTF) didirikan untuk mengatur dan mempromosikan tenis kursi roda secara global. (nun/bas)
Editor : Baskoro Septiadi