RADARSEMARANG.ID - Trial Game Dirt 2024 hadir di Kota Semarang dengan menantang 58 crosser tanah air.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini Trial Game Dirt dihelat lebih kompetitif dengan menyajikan turnamen yang kejuaraannya ditentukan oleh akumulasi poin dari lima putaran.
Gelaran seri perdana Trial Game Dirt dihelat di lapangan Garnisun, Kota Semarang pada 5-6 Juli 2024. Event ini merupakan kejuaraan bergengsi bagi para crosser top kelas wahid.
Pimpinan Lomba Trail Game Dirt 2024 Sudaryanto mengungkapkan, ajang ini bergulir sebanyak lima seri di lima kota besar berbeda.
Gelaran lomba bergengsi antar crosser tanah air itu bakal berlangsung di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Nantinya, pada putaran akhir akan dinobatkan siapa yang pantas menyandang gelar juara umum pada kelas Free For All (FFA) dan Campuran Open.
"Total ada 58 starter. Terdiri dari empat kelas yakni free for all 24 peserta, kelas campuran open 17 peserta, kelas master ada 5 starter, dan campuran non-seeded 12 starter. Selain Kota Semarang peserta juga didominasi dari Jawa Timur dan Tasikmalaya, Jawa Barat," ujarnya kepada awak media usai pelaksanaan lomba hari pertama.
Dijelaskan, pelaksanaan tahun ini agak berbeda dari tahun sebelumnya. Terutama cara penentuan kejuaraan.
Jika tahun sebelumnya juara umum ditentukan berdasarkan penjumlahan catatan waktu dari empat heat, saat ini menggunakan sistem poin.
Yakni berupa catatan waktu setiap heat, nantinya bakal dikonversi menjadi poin. Lalu poin tersebut diakumulasikan dengan total perolehan poin dari setiap heat.
Pihaknya juga memberikan sedikit sentuhan pada arena sirkuit balap.
Meskipun di Sirkuit Garnisun sebagian besar masih menggunakan handicap yang tak jauh dari 2023 lalu, namun ada sedikit inovasi baru sekaligus ujicoba big foot jump.
Berupa mobil Volkswagen beroda besar yang harus dilewati peserta di sirkuit di kedua sisi kanan dan kiri.
Sementara itu, Muhammad Zidan Alnesa Pratama,18, berhasil menempati peringkat pertama di kelas Campuran Non-Seeded dengan catatan waktu tersingkat dua menit lima detik.
Selain itu, ia juga mengikuti kelas Campuran Open dan FFA Open.
"Saya perdana di ajang ini, sirkuit nya sangat menantang. Sempat ada kesulitan di hit 1 kelas campuran non-seeded. Mengalami insiden membuat tangan saya bengkak karena over jumping," ujarnya. (mia/ton/ap)
Editor : Agus AP