RADARSEMARANG.ID — Ole Romeny menorehkan sejarah baru bersama Timnas Indonesia di bawah asuhan Patrick Kluivert.
Ia menjadi pemain pertama yang mencetak tiga gol di tiga laga berbeda pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 usai bungkam perlawanan Tiongkok di Gelora Bung Karno, Kamis (5/6/2025).
Sejak debutnya, ia tak hanya sekadar tampil, penyerang naturalisasi ini langsung membuktikan kualitasnya sejak mengenakan seragam Garuda.
Ketajamannya menjadi sinyal kuat kebangkitan Timnas di panggung Asia.
Romeny mencetak gol pertamanya saat Indonesia harus takluk 1-5 dari Australia di laga tandang pada 20 Maret 2025.
Meski kalah, golnya menjadi satu-satunya penghibur sekaligus penegasan akan insting golnya yang tajam.
Lima hari berselang, ia kembali mencatatkan namanya di papan skor saat Indonesia menjamu Bahrain di Jakarta.
Gol tunggalnya di laga itu memastikan tiga poin krusial bagi langkah Garuda menuju putaran selanjutnya.
Terbaru, Romeny kembali mencuri perhatian dengan gol penentu kemenangan atas Tiongkok pada 5 Juni 2025.
Gol tersebut tak hanya memastikan kemenangan, tapi juga mengukuhkan namanya sebagai tumpuan baru lini depan Timnas.
Tiga gol di tiga laga berbeda ini menjadi bukti Romeny bukan sekadar tambahan kekuatan, tapi aset strategis dalam proyek besar Kluivert.
Ia bukan hanya penyerang, tetapi simbol harapan baru bagi sepak bola Indonesia.
Nomor punggung 10 yang ia kenakan seolah menjadi pertanda dirinya memang diplot sebagai pemain penting dalam taktik Kluivert.
Meski baru bergabung, peran sentralnya langsung terasa dan berdampak nyata di lapangan.
Yang membuat catatannya lebih istimewa, semua gol Romeny dicetak dari posisi striker tengah alias centre forward.
Ini menunjukkan konsistensi dan efisiensi dalam mengeksekusi peluang di area vital pertahanan lawan.
Romeny bukan pemain sembarangan. Sebelum membela Indonesia, ia telah berkarier secara profesional di Eropa dan sempat mencicipi kerasnya Eredivisie bersama FC Utrecht.
Kini ia memperkuat Oxford United di Inggris, namun pilihannya untuk membela Indonesia bukan karena kehabisan tempat di Eropa.
Ia dengan tegas menyatakan keinginannya untuk membela negara asal neneknya, yang berasal dari Medan, Sumatera Utara.
Profil Ole Romeny
Ole memiliki nama panjang Ole Lennard Ter Haar Romenij.
Ole yang lahir di Nijmegen pada 20 Juni 2000 ini memiliki darah keturunan Indonesia.
Ia mendapatkan kewarganegaraan Indonesia sejak mengucapkan sumpah Warga Negara Indonesia (WNI) pada 8 Februari 2025.
Ole ter Haar Romeny lahir pada 20 Juni 2000 di Nijmegen, Belanda.
Ia memiliki tinggi badan 1,85 meter dan berposisi sebagai penyerang.
Berbeda dengan penampilan pemain naturalisasi lain, Ole terlihat sangat ‘tidak Indonesia’ karena bule banget.
Walau gitu, ternyata Ole memiliki darah Indonesia yang mengalir di dalam dirinya.
Untuk melihat dari mana asalnya, kita mesti kembali ke masa lalu, karena silsilah keluarga Ole yang berasal dari Indonesia tercatat sejak pemerintahan Hindia Belanda.
Meski lahir dan dibesarkan di Belanda, Ole Romeny mempunyai nenek dari pihak ibu yang berasal dari Medan, Sumatera Utara yang saat itu merupakan bagian dari Hindia Belanda.
Dengan garis keturunan itulah Ole Romeny memenuhi syarat untuk menjadi WNI dan membela Timnas Indonesia.
Sebenarnya, pemain berusia 24 tahun itu telah memainkan satu pertandingan internasional bersama tim nasional Belanda U-15 dan U-18.
Namun, pada November 2024, Ole Romeny memutuskan untuk mewakili Indonesia di level internasional.
Keputusan tersebut disetujui oleh FIFA pada 20 Februari 2025, menjadikannya cap-tied dengan Indonesia.
Selama kariernya, ia juga pernah menjajaki beberapa klub, baik usia muda maupun senior.
Karir klub Ole Romeny
Junior
DVOL Youth (2011)
NEC Nijmegen Youth (2015-2018)
Senior:
NEC Nijmegen (2018-2022): 77 pertandingan, 12 gol, dan 8 assist.
Willem II (pinjaman) (2020-2021): 11 pertandingan, 0 gol.
FC Emmen (2022-2023): 52 pertandingan, 14 gol, 5 assist
FC Utrecht (2023): 33 pertandingan , 11 gol
Oxford United (2024-sekarang): 3 pertandingan
Karier Internasional:
Timnas Belanda U-15
Timnas Belanda U-18
Timnas Belanda U-19
Timnas Belanda U-20
Timnas Indonesia: 2 penampilan, 2 gol (per 25 Maret 2025).
Darah Indonesia mengalir dalam dirinya melalui nenek dari pihak ibu yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, ketika wilayah tersebut masih dikenal sebagai Hindia Belanda.
Koneksi inilah yang membuat Ole akhirnya bisa membela Timnas Indonesia.
Ole lahir di Nijmegen, sebuah kota di Belanda yang klubnya kini dibela oleh pemain Indonesia lainnya, Calvin Verdonk.
Walau begitu, Ole gak mau hanya bermain di Belanda.
Ia berani hijrah ke Inggris dan kini bermain untuk Oxford United.
Uniknya, di Oxford United, Ole menjadi rekan setim bagi pemain Indonesia lainnya, Marselino Ferdinan yang kini juga bermain di sana.
Minat Romeny terhadap sepak bola tumbuh sejak usia dini.
Pada tahun 2011, saat berusia 11 tahun, ia bergabung dengan akademi sepak bola NEC Nijmegen.
Kerja keras dan dedikasinya membuat ia berhasil menembus tim utama NEC di tahun 2018.
Debut profesionalnya terjadi pada 19 Januari 2018 dalam pertandingan melawan Almere City, di mana ia masuk sebagai pemain pengganti untuk Ferdi Kadioglu.
Meskipun NEC Nijmegen kalah 1-3 dalam laga tersebut, ini menjadi titik awal karirnya.
Selama membela tim kampung halamannya, Romeny tampil dalam 77 pertandingan, mencetak 12 gol, dan 8 assist di berbagai kompetisi.
Pada musim 2020-2021, Romeny dipinjamkan ke Willem II agar mendapat menit bermain lebih banyak.
Namun, selama masa peminjaman tersebut, ia hanya tampil dalam 11 pertandingan tanpa kontribusi gol atau assist.
Setelah kembali ke NEC, performanya kembali meningkat, menarik perhatian FC Emmen yang merekrutnya pada tahun 2022.
Perjalanan karirnya berlanjut ketika ia menandatangani kontrak tiga tahun dengan FC Utrecht pada 13 Juni 2023.
Setelah menyelesaikan masa baktinya di Utrecht, Romeny memutuskan untuk mencari tantangan baru dan bergabung dengan klub Inggris, Oxford United, pada 5 Januari 2025, dengan kontrak jangka panjang.
Ole juga direkrut oleh Oxford dengan biaya transfer yang cukup tinggi, 2 juta euro.
Hal ini membuat Ole menjadi pemain termahal di Oxford United dan penyerang termahal di Timnas Indonesia.
Klausul gaji Ole di Oxford sendiri tidak dikemukakan ke publik, namun dilihat dari gajinya yang sekitar 6 miliar per tahun di FC Utrecht, maka diperkirakan gajinya di Oxford United mungkin lebih besar.
Koneksi keluarga dengan Indonesia membuat Romeny memenuhi syarat untuk membela Timnas Indonesia.
Proses naturalisasinya dimulai pada akhir tahun 2024, dan pada 8 Februari 2025, ia resmi mengucapkan sumpah sebagai Warga Negara Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, Inggris.
Dengan demikian, Romeny siap memperkuat Timnas Indonesia dalam berbagai ajang internasional.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan harapannya agar kehadiran Romeny dapat meningkatkan kualitas lini serang Timnas Indonesia.
Kiprah Ole di Oxford United juga terbilang baik, karena ia perlahan sudah masuk dalam line-up di setiap pertandingan.
Walau begitu, Ole belum juga mencetak gol untuk Oxford yang membuat pelatih Oxford United angkat bicara.
Ia berpendapat jika Ole bukanlah penyerang tipe targetman yang bertugas sebagai algojo terakhir.
Namun, ia juga berpendapat Ole adalah penyerang yang masuk dalam skemanya, karena Oxford bukan tim yang bermain dengan cara direct.
Karakter mereka lebih dengan mencari cara lain untuk mencetak gol.
Ole sendiri pernah menyatakan jika ia lebih senang jika menjadi penyerang sayap dan gelandang di belakang penyerang, ketimbang menjadi seorang ujung tombak.
Timnas Indonesia sendiri juga memakai cara yang sama.
Selama ini, Timnas gak pernah memasang seorang penyerang murni di tengah.
Timnas lebih suka bermain melebar lewat penyerang sayap seperti Rafael Struick dan Ragnar Oratmangoen. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi