“Waktu itu, saya masih kelas 11 SMA, nah Mbak Muna, saudara saya yang menjadi salah satu vokalis El-Shida menawari untuk bergabung dengan mengikuti audisi,” kata Charissa saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.
Saat itu, Charissa ditawari audisi menyanyi. Namun karena ia belum tahu mengenai teknik bernyanyi, akhirnya berlatih alat musik bass karena El-Shida sedang membutuhkan seorang bassis. Dibantu ayahnya yang seorang musisi, Charissa pun berlatih memainkan bass.
“Saya dibimbing ayah tanpa les musik” ungkap gadis kelahiran 2001 ini.
Tak diduga, Charissa diterima menjadi personel El-Shida sebagai bassis. Setelah itu, ia mulai manggung hingga luar kota. Charissa mengingat mendapatkan job manggung paling jauh ketika acara Munas Alim Ulama NU yang dihadiri Presiden Jokowi di NTB.
Ketika menjadi personel El-Shida, Charissa mengimbangi waktu belajarnya dengan mengikuti les. Ia membawa buku pelajaran ketika berlatih hingga sering izin sekolah.
Berkat support keluarga, guru, serta temannya, membuat Charissa tetap semangat mengimbangi belajarnya dengan kegiatan El-Shida. Tak hanya itu, ia dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah untuk biaya hidup dan sekolahnya sendiri, membuat Charissa semakin semangat.
“Alhamdulillah, saya masih bisa mengejar pelajaran dan mengikuti dengan baik sampai saya lulus dengan nilai yang baik,” imbuh mahasiswi pendidikan seni musik Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini.
Sampai saat ini Charissa masih bergabung dengan El-Shida, tidak hanya sebagai bassis, ia pun terkadang menjadi vokalis. Ia bersyukur dapat bergabung dengan El-Shida, dan dapat bertemu dengan orang-orang baru di sana.
“Bersyukur banget bisa sampai di titik ini, bisa berkarya, dan menghasilkan uang dari hal yang saya sukai,” katanya. (mg2/aro) Editor : Agus AP