Recha --sapaan akrabnya-- mengaku tak sengaja menekuni bisnis. Kala itu, bisnis restoran orang tuanya tengah mandek lantaran tidak ada yang meneruskan. Akhirnya, pada 2017, ia memutuskan untuk mengambil alih pengelolaan resto.
"Mulai lagi di tahun 2017. Di situ karena aku sudah cukup bisa untuk membantu di resto. Jadilah, bisnis itu sampai sekarang berjalan,"katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (21/10).
Akhirnya, ia mencoba merombak manajemen dengan caranya sendiri. Dara 22 tahun ini berusaha mandiri dan percaya diri. Publikasi dan promosi ia kelola sendiri dan merambah ke media sosial. Ia membuat akun khusus untuk menjajakan hidangan dari restonya.
"Aku promosikan lewat Instagram dengan akun resto sendiri. Bisa dicek di @penyetanbarokah. Teman-teman bilang, sambalnya enak. Review dari konsumen Alhamdulillah suka,"ujarnya.
Dara asli Semarang ini memang jago berbisnis. Tak sampai di situ, Recha merambah lagi di dunia kecantikan. Meski terbilang baru, ia banyak belajar dari ibunya. Promosi dengan media online dan keuntungannya terbilang lumayan.
"Karena ibu juga dulu bisnis kosmetik di Oriflame. Pengin meneruskan juga seperti di bisnis kuliner,"tutur dara kelahiran 1997 ini.
Baginya, perempuan berbisnis digambarkan sebagai pribadi yang berani ambil risiko. Bisa melihat peluang bisnis, serta memiliki target yang jelas untuk mencapai tujuan. Tujuan yang diinginkan akan mudah dicapai dengan berbisnis.
"Karena kalau tidak ada target untuk diri sendiri, bagaimana bisa mau maju untuk kehidupan yang lebih baik,"katanya setengah bertanya.
Dengan menjalani dua usaha, Recha berharap bisnisnya bisa terus maju. Sebab, keduanya adalah bisnis yang strategis. Menyasar pada makanan dan barang kosmetik. Ia menginginkan, bisnisnya bisa bermanfaat untuk orang lain.
"Semoga selalu terus-menerus berjalan dengan lancar. Biar orangtuaku bisa menikmati hari tua dengan senang,"harapnya. (avi/aro) Editor : Agus AP