Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Syarifuddin : Forum Sastra, Bentuk Pelindungan Bahasa dan Sastra

Lis Retno Wibowo • Rabu, 15 November 2023 | 20:11 WIB

RADARSEMARANG.ID, Surakarta - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Pusat Unggulan Iptek (PUI)  Javanologi, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengadakan Forum Sastra Jawa Tengah.

Bertajuk Sarasehan Sastra dan Budaya: Nilai dan Kearifan Lokal dalam Naskah Jawa. Kegiatan diadakan di PUI Javanologi, UNS, Jumat (10/11/2023).

Kegiatan menghadirkan empat narasumber dalam dua sesi. Yakni Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A, M.Phil. (UGM) dan Prof. Sahid Teguh Widodo, M.Hum., Ph.D. (UNS) dengan moderator Hary Sulistyo, S.S., M.A. Sedangkan sesi menghadirkan Bandung Mawardi dan Rendra Agusta dengan moderator Sri Lestari, M.Pd.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum.,  mengatakan Balai Bahasa memiliki program prioritas. Yakni melaksanakan revitalisasi bahasa daerah, mengembangkan dan menguatkan literasi, serta menginternasionalkan bahasa Indonesia.

“Kalau kita berbicara tentang bahasa pasti di dalamnya ada sastra meskipun itu adalah dua kajian yang berbeda. Substansi Forum Sastra yang bertajuk Sarasehan Sastra dan Budaya ini pun merupakan bentuk pelindungan bahasa dan sastra meskipun berada di bawah pembinaan bahasa dan sastra. Adanya diskusi tentang kearifan lokal ini pun akan kami jadikan bahan untuk pembuatan dan penguatan konsep kegiatan kami,” ujar Syarifuddin saat membuka acara yang diikuti seratus peserta. Terdiri mahasiswa, komunitas sastra, duta bahasa, dan masyarakat umum.

Prof. Sahid Teguh Widodo menyampaikan materi “Model Konservasi Sosial dalam Serat Centhini”. Menurut Sahid, Serat Centhini merupakan salah satu karya sastra Jawa kuno yang paling terkenal pada abad ke-19.

Serat Centhini memuat berbagai ilmu pengetahuan dan nilai kearifan hidup masyarakat Jawa pada masa lalu. Bahkan, serat itu memuat kajian tentang ilmu lingkungan hidup, pengetahuan tentang flora dan fauna, serta ilmu sosial ekonomi dan spiritual Jawa,” ungkap Sahid.

Ahimsa menyampaikan materi yakni morfem dalam bahasa Jawa dan naskah Babad Tanah Jawi. Morfem dalam bahasa Jawa itu, lanjut Ahimsa, penting untuk penerjemahan bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia.

Selain itu, terdapat nilai-nilai kearifan lokal dalam naskah Babad Tanah Jawi.

Bandung Mawardi mengulas novel yang ditulis oleh orang asing yang menceritakan tentang Indonesia. “Tidak ada orang Jawa yang merasa hal tentang Jawa itu penting atau mengerti situasi Jawa dalam novel ini. Cara penulisan novel ini pun berbeda dengan orang-orang kita,” ujar Bandung.

Rendra Agusta menyampaikan “Mencari yang Tersisa: Penelusuran Ulang Skriptoria Pegunungan Jawa (MM)”.  (rls/lis)

Sarasehan Sastra dan Budaya Jawa yang diadakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah di PUI Javanologi UNS, Jumat (10/11/2023).
Sarasehan Sastra dan Budaya Jawa yang diadakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah di PUI Javanologi UNS, Jumat (10/11/2023).
Editor : Lis Retno Wibowo
#Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah #syarifuddin #PUI Javanologi UNS #forum sastra jawa tengah