“Warga nanti akan menjajakan produk UMKM yang mereka buat,” kata Lurah Tambakharjo Warsito kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Pelatihan-pelatihan kepada para pelaku UMKM juga digelar pihak kelurahan. Seperti pembuatan produk, pengemasan dan pemasaran.
Menurutnya, hanya sedikit warga kelurahan Tambakharjo yang terdampak ekonominya oleh covid-19. Mereka sudah menyiasasati dengan berniaga online.
Tak hanya itu karena warga di lingkungan itu mayoritas petani tambak, dampak yang dialami kecil. Sebab mereka masih bisa bekerja di tambak selama ini.
Untuk penanganan covid-19, kelurahan membentuk satgas covid maupun satgas jogo tonggo yang terdiri dari kelurahan, babinsa, bhabinkamtibmas, RT, dan RW yang terus bersinergi melakukan patroli. Kelurahan juga bekerjasama dengan stakeholder perusahan-perusahaan untuk memberikan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan.
Tak hanya itu kelurahan juga membagikan masker kepada warga dan mengimbau di depan rumah warga dipasang alat cuci tangan. Patroli PPKM kepada para PKL di wilayah itu juga terus dilakukan. Hal itu untuk mencegah meningkatnya kasus covid di Semarang.
Memang sekarang ini di Tambakharjo, kesadaran masyarakat sudah mulai meningkat. Jadi ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) sudah bagus.
“Capaian vaksinasi di kelurahan kami saat ini mencapai 75 persen. Di kelurahan sendiri sudah melaksanakan vaksinasi beberapa kali untuk fasilitasi warga dengan bekerjasama bersama puskesmas. Selain itu di SMP dan SD juga sudah dilaksanakan vaksinasi,” ungkapnya. (bam/ton) Editor : Agus AP