Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kelurahan Lamper Tengah Ubah Tempat Kumuh jadi Taman Inpirli

Agus AP • Jumat, 19 November 2021 | 17:28 WIB
Tanaman terong yang dikelola KWT Mekarsari ketika masa panen. Nur Triyono (kanan). (FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Tanaman terong yang dikelola KWT Mekarsari ketika masa panen. Nur Triyono (kanan). (FIGUR RONGGO WASSALIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarsari Kelurahan Lamper Tengah, Kecamatan Semarang Selatan mampu menghijaukan wilayahnya. Berbagai tanaman obat dan sayuran dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka.

Lurah Lamper Tengah Nur Triyono menjelaskan, KWT Mekarsari pernah mendapat bantuan sebanyak Rp 50 juta dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng. Dana ini digunakan untuk pembangunan taman toga dan pembibitan

KWT Mekarsari yang dipimpin Hindun ini sudah mengelola sirup bunga telang untuk kesehatan. Selain itu, mereka juga membuat roti daun katuk dengan tepung olahan daun singkong, tujuannya untuk meningkatkan ASI. "Bahkan, sudah dipesan oleh Bu Hendi," katanya.

Pihaknya juga berencana membuat KWT baru. "Alhamdulillah, dibantu dari pemerintah provinsi," katanya.

Diakui, fasilitas publik di Kelurahan Lamper Tengah terbilang banyak, seperti balai pertemuan, lapangan voli, lapangan badminton dan taman mempunyai fasilitas yang menarik. Bahkan, di samping Lapangan Bancar Asri terdapat shelter PKL yang dikelola oleh Distaru Kota Semarang.

Di wilayah RT 2 RW 8 terdapat taman Inpirli, akronim dari indah pinggir kali. Lahan di bantaran sungai Banjir Kanal Timur yang dulu kumuh dan tidak terawatt, kini jadi taman. Diresmikan oleh Ketua RT 2 RW 8 Suswanto pada 8 Agustus 2021. "Saya sangat mengapresiasi warga tersebut sebagai percontohan agar daerah lain dapat mengikuti," jelasnya.

Sekretaris RT 2 RW 8 Ponco menjelaskan, awalnya taman ini hanya dibuat gubuk kecil oleh pemuda, digunakan untuk nongkrong sambil nunggu buka puasa. Kemudian timbul ide untuk membuat taman yang lebih besar. Secara bergotong royong warga membersihkan lahan tersebut. Lalu KWT Mekarsari menyuplai tanaman. "Akhirnya muncul lah taman Inpirli dengan ketuanya bu  Nanik," katanya.

Diakui, taman inpirli dilakukan swadaya tanpa menggandeng pihak luar. Ia berharap, Taman Inpirli semakin dikenal banyak orang dan menggandeng UMKM untuk menjajakan dagangannya di sekitar taman. "Harapannya bisa jadi wisata baru, dan melebarkan Taman Impirli ke wilayah RT lain," katanya. (fgr/ton) Editor : Agus AP
#Kelurahan Lamper Tengah #KWT Mekarsari