Lurah Lamper Tengah Nur Triyono menjelaskan, KWT Mekarsari pernah mendapat bantuan sebanyak Rp 50 juta dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng. Dana ini digunakan untuk pembangunan taman toga dan pembibitan
KWT Mekarsari yang dipimpin Hindun ini sudah mengelola sirup bunga telang untuk kesehatan. Selain itu, mereka juga membuat roti daun katuk dengan tepung olahan daun singkong, tujuannya untuk meningkatkan ASI. "Bahkan, sudah dipesan oleh Bu Hendi," katanya.
Pihaknya juga berencana membuat KWT baru. "Alhamdulillah, dibantu dari pemerintah provinsi," katanya.
Diakui, fasilitas publik di Kelurahan Lamper Tengah terbilang banyak, seperti balai pertemuan, lapangan voli, lapangan badminton dan taman mempunyai fasilitas yang menarik. Bahkan, di samping Lapangan Bancar Asri terdapat shelter PKL yang dikelola oleh Distaru Kota Semarang.
Di wilayah RT 2 RW 8 terdapat taman Inpirli, akronim dari indah pinggir kali. Lahan di bantaran sungai Banjir Kanal Timur yang dulu kumuh dan tidak terawatt, kini jadi taman. Diresmikan oleh Ketua RT 2 RW 8 Suswanto pada 8 Agustus 2021. "Saya sangat mengapresiasi warga tersebut sebagai percontohan agar daerah lain dapat mengikuti," jelasnya.
Sekretaris RT 2 RW 8 Ponco menjelaskan, awalnya taman ini hanya dibuat gubuk kecil oleh pemuda, digunakan untuk nongkrong sambil nunggu buka puasa. Kemudian timbul ide untuk membuat taman yang lebih besar. Secara bergotong royong warga membersihkan lahan tersebut. Lalu KWT Mekarsari menyuplai tanaman. "Akhirnya muncul lah taman Inpirli dengan ketuanya bu Nanik," katanya.
Diakui, taman inpirli dilakukan swadaya tanpa menggandeng pihak luar. Ia berharap, Taman Inpirli semakin dikenal banyak orang dan menggandeng UMKM untuk menjajakan dagangannya di sekitar taman. "Harapannya bisa jadi wisata baru, dan melebarkan Taman Impirli ke wilayah RT lain," katanya. (fgr/ton) Editor : Agus AP