Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Indriyasari turut hadir dalam perhelatan deklarasi yang bertepatan dengan Dies Natalis ke-29 SMPN 38 Semarang itu.
Wali Kota memberikan apresiasi kepada SMPN 38 Semarang yang telah mendeklarasikan diri sebagai sekolah duta wisata. Sekolah-sekolah harus memiliki program unggulan. Seperti sekolah sehat, sekolah ramah anak, termasuk duta wisata ini. Namun pandemi Covid-19 ini, sektor pariwisata turut terkena dampaknya.
Meski begitu, dia berharap, sekolah ini menjadi acuan dalam mendidik siswa yang sekaligus duta wisata. Tentu bisa mengangkat wisata di Semarang. “Kekuatan pariwisata itu terletak pada narasi yang dibangun. Dari tutur kata yang bagus. Sehingga anak muda bisa bercerita tentang Kota Semarang. Bagaimana orang tua bisa bercerita tentang Kota Semarang dan bisa bercerita dengan gaya mereka. Maka semua segmen nanti akan terpenuhi,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMPN 38 Semarang, Slamet, mengungkapkan dasar program Sekolah Duta Wisata selaras dengan Kota Semarang yang mengembangkan sektor wisata. “Dengan kita bergerak bersama, kita punya potensi dan SDM yang jangkauannya luas dan panjang. Untuk edukasi kepada siswa terkait potensi wisata Semarang sangat penting,” kata Slamet kepada Radar Semarang. (cr5/sct/ida) Editor : Agus AP