Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Genjot Sosialisai 3M, Targetkan Semarang Masuk Zona Hijau

Agus AP • Sabtu, 17 Oktober 2020 | 20:23 WIB
Ngobrol Asyik Tentang Covid bersama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang Gurun Risyadmoko, Kamis (4/3/2021). (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Ngobrol Asyik Tentang Covid bersama Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang Gurun Risyadmoko, Kamis (4/3/2021). (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Semarang –  Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menargetkan ibu kota Jateng ini masuk menjadi zona hijau. Meski kasus penularan Covid-19 saat ini mulai melandai, tetap menggenjot sosialiasi 3M kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang M Abdul Hakam menyatakan, edukasi penerapan 3M yakni wajib memakai masker, wajib mencuci tangan dengan sabun dan wajib menjaga jarak atau menghindari kerumunan tetap dilakukan sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan melalui 37 puskesmas yang ada di Kota Semarang.

“Kita terus melakukan berbagai upaya edukasi, menggerakkan komponen masyarakat, kader, OPD, pemangku wilayah lurah, dan camat bergerak bersama untuk mendisiplinkan dan bertanggung jawab menerapkan 3M,” katanya dalam Bincang Seputar Covid-19 (Bonavid) bersama Jawa Pos Radar Semarang di Kantor DKK Kota Semarang, Jumat (16/10/2020) kemarin.

Ia menjelaskan, DKK berupaya melakukan edukasi sekaligus menilai protokol kesehatan (prokes) di garis kelurahan. DKK juga mengupdate kasus dua minggu sekali untuk menilai prokes di setiap kecamatan. Data yang diambil dari akun instagram DKK Semarang pada Kamis (15/10/2020), jumlah angka terkonfirmasi positif 463 kasus, 122 di antaranya adalah pasien dari luar kota. “Meski begitu, Semarang Tengah dan Genuk masih rendah. Untuk tingkat kota, jaga jarak sudah 70 persen, masker dan cuci tangan 75 persen,” katanya.

Sementara untuk daerah dengan penularan Covid-19 yang masih tinggi, ada lima kecamatan yakni Pedurungan, Gajahmungkur, Semarang Utara, Ngaliyan dan Semarang Barat. Pihaknya mengaku Pemkot mengggunakan pemeriksaan rapid test dan swab test. Ketika angka penularan tinggi, DKK langsung fokus melakukan swab test kepada yang memiliki kontak erat dengan pasien positif. “Harapannya menurunkan kasus positif aktif, positif rate turun, angka kematian turun,” jelasnya.

Sementara target Desember zona hijau, terobosan utama adalah disiplin prokes. Ia menekankan jika kader, puskesmas, OPD tidak boleh lelah menerapkan dan mensosialisasikan 3M kepada masyarakatnya. "Kami lakukan swab test gratis ke ibu hamil dan lansia. Akhir tahun menyasar anak-anak. Saat ini masih di zona orange dengan nilai 2,24. Sebentar lagi kuning dan masuk zona risiko ringan," tambahnya. (den/bas) Editor : Agus AP
#dkk semarang