RADARSEMARANG.ID – Kepastian bergabungnya Pratama Arhan dengan Persija Jakarta akhirnya resmi diumumkan dan langsung menjadi salah satu kabar paling menarik dalam bursa transfer sepak bola Indonesia.
Bek kiri andalan Timnas Indonesia itu memilih kembali berkarier di Tanah Air setelah menghabiskan sekitar empat tahun merantau di kompetisi luar negeri. Persija pun memberikan kepercayaan besar kepada pemain berusia 24 tahun tersebut dengan mengikatnya melalui kontrak berdurasi tiga musim.
Pengumuman perekrutan Arhan disampaikan Persija Jakarta pada Senin (6/7/2026) malam WIB. Kehadiran pemain asal Blora, Jawa Tengah, itu menjadi tambahan kekuatan penting bagi skuad Macan Kemayoran yang tengah dipersiapkan menghadapi kompetisi musim 2026/2027 di bawah arahan pelatih baru, Shin Tae-yong.
Persija melihat Arhan sebagai sosok yang mampu meningkatkan kualitas sektor kiri pertahanan. Selain memiliki pengalaman bermain di berbagai kompetisi Asia,
mantan pemain PSIS Semarang tersebut dikenal mempunyai karakter bermain yang agresif, cepat membantu transisi, serta disiplin ketika bertahan maupun menyerang.
Dalam pernyataan resminya, Persija juga menyoroti salah satu kemampuan yang selama ini menjadi ciri khas Pratama Arhan, yakni lemparan ke dalam jarak jauh yang sering kali menjadi senjata mematikan saat situasi bola mati.
"Selain dikenal agresif, memiliki mobilitas tinggi, dan kuat dalam membantu transisi permainan, Arhan juga mempunyai senjata khas berupa lemparan ke dalam jarak jauh. Kemampuan tersebut kerap menjadi ancaman bagi lawan dan tidak jarang berujung pada peluang berbahaya hingga gol," demikian bunyi pernyataan resmi Persija Jakarta.
Kemampuan lemparan jauh Arhan memang sudah menjadi perhatian sejak dirinya memperkuat Timnas Indonesia. Beberapa kali situasi tersebut berhasil menciptakan peluang emas bahkan menghasilkan gol penting dalam berbagai pertandingan.
Tidak mengherankan jika Persija berharap kelebihan itu dapat menjadi salah satu variasi serangan yang mampu memberikan keuntungan sepanjang musim.
Sebelum resmi bergabung dengan Persija, Arhan memperkuat Bangkok United di Liga Thailand selama sekitar satu setengah musim. Namun, perjalanan kariernya bersama klub tersebut harus berakhir pada pertengahan tahun 2026 setelah kontraknya selesai.
Pada periode terakhir bersama Bangkok United, Arhan juga sempat mengalami cedera lutut kanan yang membuatnya harus menepi dari lapangan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi keyakinan Persija untuk merekrutnya. Pengalaman internasional yang dimiliki Arhan justru menjadi nilai tambah yang dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap performa tim.
Persija Jakarta menjadi klub Indonesia kedua dalam perjalanan karier profesional Pratama Arhan setelah sebelumnya ia sukses meniti karier bersama PSIS Semarang. Bersama klub asal Kota Atlas itu, Arhan berkembang menjadi salah satu bek kiri terbaik Indonesia sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan berkarier di luar negeri.
Petualangan internasional Arhan dimulai pada Maret 2022 saat dirinya menerima pinangan klub Jepang, Tokyo Verdy. Keputusan tersebut menjadi langkah besar dalam kariernya karena ia memilih meninggalkan Liga Indonesia di usia yang masih sangat muda.
Selama berada di Jepang, Arhan mendapatkan banyak pengalaman berharga meskipun harus bersaing ketat untuk memperoleh menit bermain.
Kompetisi yang memiliki kualitas tinggi membuatnya berkembang dari sisi teknik, kedisiplinan, hingga pemahaman taktik permainan modern.
Setelah menyelesaikan masa baktinya bersama Tokyo Verdy, Arhan melanjutkan perjalanan karier ke Korea Selatan dengan bergabung bersama Suwon FC pada awal tahun 2024. Pengalaman bermain di K League kembali memperkaya kemampuan pemain yang dikenal memiliki stamina luar biasa tersebut.
Kariernya di luar negeri kemudian berlanjut di Thailand bersama Bangkok United sejak Januari 2025. Bersama klub tersebut, Arhan kembali memperoleh kesempatan merasakan atmosfer kompetisi level Asia sebelum akhirnya memutuskan pulang ke Indonesia pada pertengahan tahun 2026.
Empat tahun menjalani kehidupan sebagai pemain abroad dinilai menjadi bekal yang sangat berharga bagi Arhan. Kini ia merasa saat yang tepat telah tiba untuk kembali membela klub Indonesia dengan pengalaman yang jauh lebih matang dibanding saat meninggalkan PSIS Semarang beberapa tahun lalu.
Kepulangan Arhan ke Liga Indonesia juga menjadi salah satu transfer yang paling dinantikan para pencinta sepak bola nasional. Kehadirannya diprediksi akan meningkatkan kualitas persaingan di posisi bek kiri sekaligus menambah daya tarik kompetisi musim depan.
Arhan sendiri mengaku sangat antusias setelah resmi menjadi bagian dari Persija Jakarta. Baginya, kesempatan mengenakan seragam Macan Kemayoran merupakan momen istimewa yang ingin dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Ini adalah kesempatan yang sangat spesial bagi saya bisa bergabung dengan Persija," ujar Arhan.
"Kembali ke Tanah Air, bertemu lagi dengan teman-teman lama, serta kembali bekerja bersama pelatih yang sudah saya kenal tentu menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi saya," jelasnya.
Ucapan tersebut menunjukkan besarnya motivasi Arhan dalam memulai babak baru kariernya. Kehadiran Shin Tae-yong di kursi pelatih menjadi salah satu faktor yang membuat proses adaptasi diperkirakan berjalan lebih cepat mengingat keduanya sudah saling mengenal saat bekerja sama di Timnas Indonesia.
Bagi Shin Tae-yong, Arhan bukanlah sosok asing. Pelatih asal Korea Selatan itu memahami betul karakter permainan mantan anak asuhnya tersebut, mulai dari kecepatan, determinasi, kemampuan bertahan, hingga kontribusi saat membantu serangan dari sisi kiri lapangan.
Transfer Pratama Arhan sekaligus menjadi rekrutan ketiga Persija Jakarta pada bursa transfer musim ini. Sebelumnya, Macan Kemayoran telah lebih dahulu mendatangkan Victor Dethan dari PSM Makassar serta kiper Aqil Savik dari Bhayangkara Presisi.
Langkah aktif Persija di bursa transfer menunjukkan keseriusan manajemen dalam membangun skuad yang kompetitif untuk menghadapi musim baru. Kehadiran beberapa pemain berkualitas diharapkan mampu mengembalikan Persija ke jalur perebutan gelar juara.
Meski datang dengan status pemain Timnas Indonesia, Arhan dipastikan tidak akan langsung mendapatkan tempat utama begitu saja. Ia harus bersaing secara sehat dengan Dony Tri Pamungkas yang juga tampil cukup menjanjikan di posisi bek sayap kiri.
Persaingan tersebut justru diprediksi akan meningkatkan kualitas permainan kedua pemain. Shin Tae-yong memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan komposisi terbaik sesuai kebutuhan pertandingan.
Arhan mengaku siap menghadapi persaingan tersebut. Ia menegaskan akan bekerja keras dalam setiap sesi latihan agar mampu memberikan kontribusi maksimal bagi Persija Jakarta sepanjang musim.
"Saya siap bekerja keras, mengikuti arahan tim pelatih, dan memberikan kemampuan terbaik di setiap kesempatan," ucap Arhan.
"Saya berharap bisa berkontribusi untuk Persija dan bersama-sama meraih prestasi yang membanggakan bagi klub dan The Jakmania," tuturnya.
Komitmen tersebut menjadi sinyal bahwa Arhan datang bukan sekadar untuk kembali bermain di Indonesia, tetapi juga membawa ambisi besar bersama Persija. Pengalaman bermain di Jepang, Korea Selatan, dan Thailand diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan tim ibu kota.
Selain memberikan dampak secara teknis, kedatangan Arhan juga diperkirakan akan meningkatkan antusiasme suporter. Sosoknya merupakan salah satu pemain Timnas Indonesia dengan popularitas tinggi sehingga kehadirannya diyakini mampu mendongkrak perhatian publik terhadap pertandingan Persija sepanjang musim.
Dari sisi taktik, Arhan menawarkan banyak keuntungan. Ia memiliki kemampuan melakukan overlap, mengirim umpan silang, membantu serangan balik, hingga menciptakan peluang melalui lemparan ke dalam jarak jauh yang telah menjadi ciri khasnya selama beberapa tahun terakhir.
Kini tantangan baru telah menanti pemain kelahiran Blora tersebut. Bersama Persija Jakarta, Arhan memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa pengalaman panjangnya di luar negeri mampu membawa dampak nyata bagi performa Macan Kemayoran.
Dengan kontrak selama tiga musim, baik klub maupun pemain memiliki waktu yang cukup untuk membangun prestasi bersama dan mewujudkan harapan besar seluruh pendukung Persija, The Jakmania, dalam mengembalikan kejayaan tim ibu kota di kompetisi sepak bola Indonesia.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi