Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bursa Transfer Super League 2026/2027, Resmi Berpisah dengan PSIM Yogyakarta, Anton Fase Ungkap Kenangan yang Tak Akan Pernah Dilupakan

Deka Yusuf Afandi • Senin, 6 Juli 2026 | 16:09 WIB
Bursa transfer Super League 2026
Bursa transfer Super League 2026

 

 

RADARSEMARANG.ID –  Keputusan Anton Fase mengakhiri kebersamaannya dengan PSIM Yogyakarta menjadi salah satu kabar terbaru yang menarik perhatian menjelang bergulirnya musim baru kompetisi sepak bola Indonesia. Setelah semusim memperkuat Laskar Mataram, gelandang asal Belanda tersebut resmi berpisah dengan klub yang bermarkas di Yogyakarta itu.

Meski perjalanan Anton Fase bersama PSIM Yogyakarta pada kompetisi Super League 2025/2026 tidak berjalan sepenuhnya mulus akibat cedera yang dialaminya di tengah musim, pemain berusia 26 tahun tersebut mengaku tetap menyimpan banyak kenangan berharga selama mengenakan seragam kebanggaan Laskar Mataram.

Perpisahan ini pun diwarnai dengan pesan menyentuh dari Anton yang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh elemen klub, mulai dari rekan setim, jajaran pelatih, staf, hingga para suporter yang selalu memberikan dukungan sepanjang dirinya berada di Yogyakarta.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Resmi Berpisah dengan Bhayangkara FC, Ilija Spasojevic Diminati Semen Padang FC

Bagi Anton, sejak pertama kali menginjakkan kaki di Kota Gudeg, ia langsung merasakan suasana kekeluargaan yang begitu kuat di lingkungan PSIM.

Sambutan hangat yang diterimanya membuat proses adaptasi berlangsung lebih cepat dan membuatnya merasa seperti berada di rumah sendiri.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan mengapa dirinya akan selalu mengenang masa-masa bersama PSIM, meskipun harus berpisah setelah hanya satu musim membela klub.

"Sejak awal saya datang ke klub ini, semua orang sangat membantu, penuh kasih, dan peduli. Saya juga merasa bahagia dengan seluruh hubungan yang telah saya bangun bersama para pemain, staf, dan semua orang di lingkungan klub," ujar Anton, Senin (6/7/2026).

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, PSIS Semarang Bergerak Cepat di Bursa Transfer, Rekrut 6 Pemain Baru

Ucapan tersebut menggambarkan betapa erat hubungan yang berhasil dibangun Anton selama berada di dalam skuad Parang Biru. Kehangatan yang ia rasakan tidak hanya datang dari ruang ganti, tetapi juga dari seluruh keluarga besar PSIM yang membuatnya mampu menikmati perjalanan kariernya di Indonesia.

Sayangnya, perjalanan Anton bersama PSIM harus terganggu oleh cedera yang datang pada pertengahan musim. Cedera tersebut membuatnya kehilangan cukup banyak kesempatan tampil sehingga kontribusinya di lapangan menjadi terbatas.

Padahal, pada awal kompetisi, Anton Fase mampu menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain asing yang diandalkan oleh PSIM Yogyakarta. Permainannya di lini tengah memberikan keseimbangan bagi tim, baik saat menyerang maupun bertahan.

Walaupun tidak bisa tampil secara maksimal hingga akhir musim, statistik Anton tetap menunjukkan kontribusi yang cukup positif bagi Laskar Mataram. Sepanjang kompetisi Super League 2025/2026, ia berhasil mencetak dua gol yang menjadi tambahan penting bagi tim.

Selain itu, Anton juga membukukan delapan tembakan tepat sasaran dari total 12 percobaan. Efektivitas penyelesaian akhirnya menjadi salah satu catatan positif selama membela PSIM.

Tidak hanya piawai membantu serangan, Anton juga tampil cukup baik dalam mendistribusikan bola. Ia sukses mencatatkan 143 umpan berhasil dari total 168 percobaan umpan yang dilakukan sepanjang musim.

Statistik tersebut memperlihatkan kemampuan Anton dalam menjaga ritme permainan dan membangun serangan dari lini tengah.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Garudayaksa Siapkan Sejumlah Pemain Untuk Kompetisi Musim Depan, Inilah Daftarnya

Meski musimnya tidak berakhir sesuai harapan karena dibayangi cedera, Anton mengaku sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari salah satu klub bersejarah di Indonesia.

Hal yang paling membekas di hati pemain asal Belanda tersebut adalah atmosfer pertandingan yang selalu diciptakan para suporter PSIM Yogyakarta. Dukungan tanpa henti dari tribun stadion menjadi pengalaman yang akan terus ia kenang sepanjang karier profesionalnya.

Anton pun berharap PSIM mampu meraih hasil yang jauh lebih baik pada musim mendatang. Ia percaya klub ini memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia.

"Saya sangat senang bisa bermain untuk klub yang begitu indah dengan suporter yang luar biasa. Saya berharap mereka mendapatkan banyak keberuntungan di musim depan. Untuk para suporter, semoga sukses, dan sampai jumpa lagi," tuturnya.

Ucapan perpisahan tersebut langsung mendapat perhatian dari para pendukung PSIM. Tidak sedikit suporter yang memberikan doa dan ucapan terima kasih kepada Anton melalui media sosial atas dedikasi yang telah diberikannya selama membela Laskar Mataram.

Perpisahan Anton Fase sekaligus menambah daftar pemain yang meninggalkan PSIM Yogyakarta menjelang persiapan menghadapi musim baru. Hingga saat ini, ia menjadi pemain kelima yang resmi berpisah dengan klub.

Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, PSIS Semarang Resmi Perpanjang Kontrak Rizky Darmawan, Target Promosi Liga 1

Sebelumnya, PSIM telah lebih dahulu melepas Deri Corfe, Donny Warmerdam, Ikhsan Chan, serta Andy Setyo Nugroho. Kepergian sejumlah pemain tersebut menjadi bagian dari evaluasi tim untuk menyusun komposisi skuad yang lebih kompetitif menghadapi kompetisi berikutnya.

Manajemen PSIM sendiri mengakui bahwa Anton sebenarnya memiliki peran penting pada awal musim. Sayangnya, cedera membuat performanya tidak bisa terus terjaga hingga kompetisi berakhir.

General Manager PSIM, Steven Sunny, menjelaskan bahwa kualitas permainan Anton sudah terlihat sejak awal musim. Ia menjadi salah satu pemain yang cukup membantu tim dalam menjalani pertandingan-pertandingan awal sebelum akhirnya harus menepi akibat cedera.

"Waktu awal musim penampilannya cukup bagus dan sangat membantu tim. Sayangnya dia mengalami cedera retak di bagian jari kaki pada pertengahan musim kemarin dan pemulihannya memang memakan waktu yang cukup signifikan dari ekspektasi," kata Steven, Jumat (3/7/2026).

Cedera retak pada jari kaki tersebut membuat proses pemulihan Anton berlangsung lebih lama dari perkiraan awal. Situasi itu akhirnya memengaruhi menit bermainnya hingga akhir kompetisi.

Meski demikian, pihak manajemen PSIM tetap memberikan apresiasi tinggi atas profesionalisme serta dedikasi yang ditunjukkan Anton selama menjadi bagian dari tim. Mereka menilai pemain asal Belanda tersebut tetap memberikan kontribusi positif, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Sebagai bentuk penghargaan, PSIM juga menyampaikan doa terbaik agar Anton dapat kembali menemukan performa terbaiknya bersama klub baru pada masa mendatang.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi Anton dengan tim, dan kami mendoakan yang terbaik untuk perjalanan karier Anton selanjutnya," tutup Steven.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1 2026/2027, Garudayaksa FC Dikabarkan Incar Pratama Arhan, Witan Sulaeman dan Alfriyanto Nico

Berakhirnya kebersamaan Anton Fase dengan PSIM Yogyakarta menutup satu babak perjalanan yang penuh cerita. Walaupun sempat dihantam cedera dan tidak dapat tampil secara maksimal hingga akhir musim, pemain asal Belanda tersebut tetap meninggalkan kesan positif bagi klub maupun para pendukung Laskar Mataram.

Kini, Anton akan melanjutkan perjalanan kariernya di tempat baru, sementara PSIM Yogyakarta terus melakukan pembenahan skuad demi menyongsong musim 2026/2027 dengan target yang lebih tinggi.

Kepergian sejumlah pemain menjadi sinyal bahwa klub tengah melakukan penyegaran tim agar mampu tampil lebih kompetitif dan memenuhi harapan besar para suporter setia yang selalu memberikan dukungan di setiap pertandingan.

Bagi para pendukung PSIM, nama Anton Fase akan tetap dikenang sebagai salah satu pemain asing yang pernah memberikan kontribusi penting di tengah keterbatasan akibat cedera.

Sementara bagi Anton sendiri, Yogyakarta akan selalu menjadi kota yang menyimpan kenangan indah berkat sambutan hangat klub dan cinta luar biasa yang diberikan oleh suporter Laskar Mataram.(dka)

Editor : Baskoro Septiadi
#Bursa transfer Super League 2026 #Transfer pemain Liga Indonesia terbaru #Bursa transfer Super League 2026 2027 #transfer pemain #bursa transfer liga 1