Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Adu Penalti Antar Kudus Pertahankan Mahkota, 34 Talenta Terbaik Lanjutkan Misi ke SingaCup 2026

Figur Ronggo Wassalim • Senin, 29 Juni 2026 | 05:33 WIB

 

Skuad MilkLife Strikers yang terpilih berlaga di ajang SingaCup 2026 yang akan berlangsung di Singapura pada 31 Oktober - 7 November mendatang.
Skuad MilkLife Strikers yang terpilih berlaga di ajang SingaCup 2026 yang akan berlangsung di Singapura pada 31 Oktober - 7 November mendatang.

 

RADARSEMARANG.ID, Kudus - Sorak-sorai penonton menggema di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (28/6). Ketegangan yang menyelimuti partai final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 akhirnya pecah ketika tendangan penalti terakhir All-Stars Jakarta gagal berbuah gol. All-Stars Kudus pun memastikan diri mempertahankan gelar juara setelah menang 4-3 melalui adu penalti usai bermain imbang tanpa gol selama waktu normal.

Kemenangan tersebut bukan sekadar mempertahankan trofi. Lebih dari itu, turnamen sepak bola putri usia dini yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife kembali melahirkan bibit-bibit pesepak bola perempuan yang diproyeksikan menjadi tulang punggung Timnas Putri Indonesia. Sebanyak 34 pemain terbaik hasil talent scouting dipastikan akan memperkuat Indonesia pada ajang SingaCup 2026 di Singapura, 31 Oktober hingga 7 November mendatang.

Sejak kick off dimulai, Kudus dan Jakarta langsung menyuguhkan duel berintensitas tinggi. Kedua tim sama-sama tampil disiplin, mengandalkan serangan balik cepat dan permainan bola-bola pendek dari lini tengah. Pertahanan rapat membuat peluang emas sulit tercipta.

Baca Juga: Siap-Siap Begadang! Ini Jadwal Lengkap 32 Besar Piala Dunia 2026: Siaran Langsung dan Jam Tayang Resmi

All-Stars Kudus sempat mengancam melalui tendangan bebas Renanthera Aluna Addya Putri pada menit kesembilan. Namun bola masih mampu diamankan penjaga gawang Jakarta, Erza Khalifa Sakhi. Empat menit kemudian giliran Albianca Raula melepaskan tendangan bebas untuk Jakarta, tetapi bola melambung tipis di atas mistar gawang.

Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Kudus menerapkan pressing tinggi, sementara Jakarta mengandalkan tembakan jarak jauh. Kedua tim terus saling menekan, namun disiplin lini belakang membuat skor 0-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Drama adu penalti menjadi penentu. Di bawah mistar, Queisha Sava Azzalfa tampil gemilang dengan menggagalkan dua tendangan pemain Jakarta. Kudus akhirnya menang 4-3 sekaligus kembali mengangkat trofi juara.

"Tadi pertandingannya memang panas dan sampai adu penalti. Tapi kita sudah fokus dan sudah kerja keras, akhirnya bisa juara," ujar Queisha.

Pelatih Kepala All-Stars Kudus Yayat Hidayat mengatakan keberhasilan mempertahankan gelar lahir dari persiapan panjang, termasuk training center yang membuat kekompakan antarpemain semakin kuat.

"Selama ini Indonesia kesulitan mencari bibit pemain sepak bola perempuan. Dengan adanya MilkLife Soccer Challenge ini sangat membantu mendapatkan pemain terbaik. Harapan saya MLSC tetap berlanjut di tahun-tahun ke depan," katanya.

Sebaliknya, Pelatih All-Stars Jakarta Arifin mengaku bangga terhadap perjuangan anak asuhnya meski gagal membawa pulang trofi.

"Kita jujur tidak ada persiapan sama sekali untuk adu penalti. Bahkan saat memilih penendang, pemain kita tidak ada yang siap, bahkan sampai ada yang menangis. Tapi dengan hasilnya saya sangat bangga dengan tim saya," ujarnya.

Pada perebutan tempat ketiga, All-Stars Surabaya kembali mengulang pencapaian musim lalu setelah menundukkan All-Stars Yogyakarta 1-0 melalui gol Agnia Nurul Fadhila Rohman.

Di balik sengitnya persaingan, MLSC All-Stars 2026 kembali menunjukkan perkembangan positif sepak bola putri Indonesia. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut kompetisi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan blueprint PSSI menuju Piala Dunia Wanita 2035.

"PSSI telah menyiapkan blueprint 10 tahun menuju Piala Dunia Wanita 2035. Sekarang kita tidak lagi hanya bicara rencana, tetapi sudah bergerak dengan aksi nyata melalui program dan kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge. Kemajuan ini hanya bisa tercapai lewat kolaborasi pemerintah, swasta, komunitas, sekolah, dan orang tua," ujarnya.

Baca Juga: Firasat Buruk Terbukti Nyata! Bingkai Foto Hancur di Kantor Novan Jadi Pertanda Davina Diculik? Terikat Janji Episode 86

Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono mengatakan kualitas pertandingan musim ini meningkat pesat. Persaingan antarkota semakin merata, kemampuan teknik pemain berkembang, begitu pula mental bertanding mereka.

"Musim ini kami melihat perkembangan yang sangat positif. Pertandingan berlangsung lebih kompetitif mulai fase grup hingga final, kualitas permainan, semangat dan mental mereka meningkat. Bersamaan dengan itu, dukungan orang tua, sekolah, dan stakeholder juga semakin besar. Karena itu musim depan kami memperluas penyelenggaraan ke Jayapura, Garut, serta dua regional baru di Jakarta," jelas Teddy.

Menurut Teddy, pembinaan pemain tidak berhenti di level nasional. Sebanyak 34 pemain terbaik dipilih tim talent scouting untuk memperkuat dua tim Indonesia pada SingaCup 2026.

"MLSC All-Stars tidak berhenti di putaran nasional. Kami membentuk dua tim yang diisi pemain terbaik hasil pantauan talent scouting untuk berlaga di SingaCup 2026. Pengalaman ini diharapkan meningkatkan kemampuan, mental, dan jam terbang mereka sebagai bagian dari regenerasi Timnas Putri Indonesia," katanya.

Head Coach MLSC Jacksen F. Tiago menjelaskan proses seleksi tidak hanya melihat kemampuan teknik pemain, tetapi juga kecerdasan bermain (football intelligence), kemampuan membaca permainan, hingga mengambil keputusan di lapangan.

"Kita mencari pemain yang mampu beradaptasi cepat terhadap perubahan permainan, bermain efektif, mengatur tempo dan dinamis. Melihat performa mereka di lapangan, kami optimistis membangun tim yang kompetitif dan mampu bersaing dengan negara lain," ujarnya.

Business Unit Head Dairy PT Global Dairi Alami Didiet Fadriana Abdulkadir mengapresiasi peningkatan kualitas para peserta sepanjang turnamen.

"Teknik mereka makin matang, mental bertandingnya semakin tangguh, dan sportivitas mereka patut diteladani. Selamat kepada tim juara dan para pemain terbaik. Teruslah berlatih, jangan pernah berhenti bermimpi, dan selalu bawa semangat #BeraniCetakGol ke mana pun kalian melangkah," katanya.

Selain mengumumkan para juara, panitia juga merilis 34 pemain terbaik yang akan mewakili Indonesia di SingaCup 2026. Mereka terbagi ke dalam skuad MilkLife Strikers Girls U-12 berisi 16 pemain dan MilkLife Kickers Girls U-14 beranggotakan 18 pemain yang berasal dari Kudus, Surabaya, Semarang, Solo, Yogyakarta, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Malang hingga Samarinda.

Kontingen Semarang menjadi salah satu penyumbang pemain terbanyak di luar Kudus. Kanaya Izzati Lathifa terpilih sebagai penjaga gawang tim U-12, sedangkan Janeeta Alodya dan Yumna Naziya Fina memperkuat skuad U-14. Yumna juga mencatatkan namanya sebagai salah satu top skor turnamen dengan koleksi empat gol, sejajar dengan Garneta Falentina Imelda (Malang), Giada Soebianto (Kudus), Ika Wonda (Solo), Nadia Shakila Azzahra (Yogyakarta), dan Rara Zenita Fatin (Kudus).

Sementara itu, penghargaan pemain terbaik diberikan kepada Sabrina Dwi Ristiyana dari All-Stars Kudus. Predikat penjaga gawang terbaik diraih Syafira Azzahra dari All-Stars Surabaya. Adapun posisi juara ditempati All-Stars Kudus, disusul All-Stars Jakarta sebagai runner-up dan All-Stars Surabaya di peringkat ketiga.

Berakhirnya MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 menjadi penanda bahwa pembinaan sepak bola putri usia dini di Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih menjanjikan. Dari Kudus, mimpi-mimpi para pesepak bola putri belia kini berlanjut ke Singapura, membawa harapan lahirnya generasi baru yang kelak mengisi skuad Timnas Putri Indonesia. (fgr)

Editor : Baskoro Septiadi
#pemain terbaik #all star #partai final #tendangan penalti #Milklife Soccer Challenge