RADARSEMARANG.ID – Regulasi baru FIFA benar-benar mengubah peta kekuatan sepak bola sejagat.
Memasuki babak 32 besar Piala Dunia 2026 8 tim "kuda hitam" yang berhasil lolos secara dramatis lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
Kehadiran mereka diprediksi akan menjadi mimpi buruk dan menciptakan potensi giant killing bagi tim-tim raksasa yang finis sebagai juara grup.
Baca Juga: Babak 32 Besar Dimulai, Tim Raksasa Terancam Langsung Pulang, Ini Jadwal Big Match Piala Dunia 2026
Ekspansi Piala Dunia 2026 menjadi 48 negara melahirkan format yang jauh lebih dinamis. Dari 12 grup yang ada, hanya juara dan runner-up grup yang otomatis lolos ke babak 32 besar.
Sementara itu, 8 tiket tersisa diberikan kepada tim peringkat ketiga dengan catatan poin dan selisih gol terbaik di sepanjang fase grup.
Sistem ini bak "nyawa kedua" bagi negara-negara non-unggulan yang sempat terseok-seok di awal turnamen. Bermain tanpa beban di babak sistem gugur (knockout stage), tim-tim ini justru menyimpan potensi kejutan yang sangat besar.
Baca Juga: 2.935 Atlet Meriahkan Gubernur Jateng Cup Taekwondo Open Tournament 2026
Tim yang lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik sering kali memiliki motivasi psikologis yang lebih berlipat ganda.
Berbeda dengan tim raksasa seperti Inggris atau Prancis yang dituntut selalu menang besar, tim peringkat 3 tampil tanpa tekanan media.
Lolos dari lubang jarum fase grup sering kali membangun mentalitas "tidak akan rugi" (nothing to lose), yang membuat permainan mereka jauh lebih agresif di lapangan.
Di babak gugur, tim-tim ini diprediksi akan menerapkan taktik low-block (bertahan total) dan mengincar babak adu penalti, sebuah skenario yang sangat dihindari oleh tim-tim besar.
Sejarah mencatat, format turnamen yang memberi ruang bagi peringkat ketiga terbaik sering kali melahirkan juara kejutan, seperti Portugal di Euro 2016 lalu.
Editor : Baskoro Septiadi