RADARSEMARANG.ID – Bursa transfer sepak bola Indonesia kembali menyajikan dinamika menarik menjelang musim kompetisi Championship 2026/2027. Salah satu kabar yang mencuri perhatian datang dari pemain muda bertahan, Muhammad Iqbal Gwijangge, yang resmi memperpanjang kontraknya bersama Barito Putera.
Kepastian ini sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi yang sempat beredar mengenai masa depannya di tengah ketatnya pergerakan transfer pemain nasional.
Kabar perpanjangan kontrak tersebut pertama kali diumumkan melalui unggahan resmi media sosial klub. Dalam pernyataan yang dibagikan, pihak klub menegaskan komitmen mereka terhadap sang pemain muda yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di level tertinggi sepak bola Indonesia.
“Iqbal Gwijangge resmi memperpanjang masa baktinya bersama Barito Putera,” tulis akun resmi Barito Putera sebagaimana dikutip pada Senin (22/6/2026).
Momen penandatanganan kontrak tersebut berlangsung secara khidmat di Majelis Ahbaabul Musthofa. Dalam acara itu, hadir CEO klub Hasnuriyadi Sulaiman yang secara langsung menyaksikan proses perpanjangan kerja sama tersebut.
Kehadiran tokoh agama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf juga memberikan nuansa spiritual dalam prosesi tersebut, yang turut mendoakan perjalanan karier sang pemain bersama Laskar Antasari.
Perpanjangan kontrak ini menjadi sinyal kuat bahwa Barito Putera masih menaruh kepercayaan besar kepada pemain berposisi bek tengah tersebut.
Di tengah rumor yang sempat mengaitkan namanya dengan beberapa klub lain seperti Persiraja Banda Aceh dan Semen Padang FC, keputusan ini menegaskan bahwa Iqbal tetap menjadi bagian penting dalam proyek jangka panjang klub asal Kalimantan Selatan tersebut.
Iqbal Gwijangge sendiri bukan nama baru dalam dunia sepak bola Indonesia. Ia dikenal sebagai mantan kapten Timnas Indonesia U-17 yang tampil di Piala Dunia U-17 2023. Perannya sebagai pemimpin di usia muda menunjukkan karakter kuat yang dimilikinya, terutama dalam menjaga lini pertahanan.
Selain itu, ia juga pernah memperkuat Timnas U-19 Indonesia pada ajang ASEAN 2023, yang semakin memperkaya pengalamannya di level internasional.
Perjalanan karier Iqbal dimulai dari klub akademi Bandung Pro United. Dari sana, bakatnya mulai terdeteksi hingga akhirnya mendapat panggilan untuk memperkuat Timnas Indonesia U-16. Dalam skuad tersebut, ia tidak hanya menjadi pemain reguler, tetapi juga dipercaya sebagai kapten tim.
Selama membela tim tersebut, ia mencatatkan sembilan penampilan yang memperlihatkan konsistensi serta kemampuan membaca permainan yang baik.
Pada ajang Piala AFF U-16 2022, Iqbal menjadi salah satu pemain yang selalu tampil dalam setiap pertandingan. Sebagai bek tengah, ia menunjukkan ketenangan dalam mengawal lini pertahanan Indonesia.
Kemampuannya dalam duel udara, intersep, serta pengambilan keputusan di lini belakang menjadi salah satu alasan mengapa ia dipercaya menjadi pilar utama di kelompok usia tersebut.
Perjalanan profesionalnya di level klub mulai terlihat ketika pada 25 Oktober 2022 ia resmi bergabung dengan Barito Putera yang berlaga di Liga 1.
Baca Juga: Tidak Semua Warga Mengetahui Status Desilnya, Begini Cara Cek Data Kemensos Juni 2026
Meski demikian, proses debutnya tidak langsung terjadi karena ia sempat mendapatkan kesempatan berharga untuk berlatih di Puskas Akademia, Hungaria pada 2023 sebagai bagian dari program pengembangan pemain muda yang difasilitasi PSSI.
Program tersebut menjadi pengalaman penting bagi Iqbal karena mempertemukannya dengan standar sepak bola Eropa yang lebih modern dan kompetitif.
Bersama beberapa pemain muda Indonesia lainnya, ia ditempa dalam lingkungan latihan yang disiplin dan berorientasi pada pengembangan teknik serta taktik tingkat tinggi. Pengalaman ini kemudian menjadi modal berharga saat ia kembali ke Indonesia.
Iqbal baru benar-benar masuk dalam daftar pertandingan Barito Putera pada Liga 1 musim 2023/2024, tepatnya saat menghadapi Arema FC pada 17 Desember 2023.
Namun saat itu ia masih berada di bangku cadangan. Debut resminya akhirnya terjadi pada 4 Maret 2024 dalam laga melawan Bali United. Pada pertandingan tersebut, ia masuk sebagai pemain pengganti dan bermain selama tujuh menit dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 4-3.
Setelah debut tersebut, Iqbal juga beberapa kali mendapatkan kesempatan bermain, termasuk saat menghadapi Bhayangkara FC dan Persikabo 1973.
Meski belum menjadi starter reguler, kehadirannya di lini belakang memberikan opsi tambahan bagi pelatih dalam rotasi pemain. Hal ini menunjukkan bahwa ia mulai masuk dalam skema pengembangan tim untuk jangka panjang.
Perpanjangan kontrak terbaru ini juga tidak lepas dari kebutuhan klub untuk menjaga stabilitas pertahanan. Dalam beberapa musim terakhir, Barito Putera terus berupaya membangun fondasi tim yang solid dengan mengandalkan kombinasi pemain muda dan berpengalaman.
Dalam konteks tersebut, Iqbal dianggap sebagai aset penting yang masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Selain kabar dari Barito Putera, dinamika bursa transfer juga terlihat dari pergerakan klub lain seperti PSIS Semarang yang mulai aktif memperkuat skuadnya menjelang musim baru.
Klub berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut resmi mendatangkan dua pemain bertahan baru, yaitu Agus Nova dan Komang Tri. Kedua pemain ini diumumkan pada Minggu (21/6/2026) sebagai bagian dari strategi memperkuat lini belakang tim.
Kedatangan kedua pemain tersebut bukan tanpa alasan. Pelatih PSIS, Widodo Cahyo Putro, diketahui sudah mengenal karakter permainan mereka sejak masih bersama di Garudayaksa FC pada musim sebelumnya.
Kerja sama yang sudah terbangun membuat adaptasi di klub baru diperkirakan akan berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat struktur pertahanan PSIS secara keseluruhan.
Manajemen PSIS menilai bahwa pengalaman promosi yang dimiliki Agus Nova dan Komang Tri akan menjadi nilai tambah penting dalam menghadapi kompetisi ketat musim 2026/2027.
Keduanya dianggap tidak hanya membawa kualitas individu, tetapi juga mental juara yang terbentuk dari keberhasilan mereka membawa tim sebelumnya promosi ke level lebih tinggi.
Asisten Manajer PSIS Semarang, Moch. Reza Handhika, menegaskan bahwa perekrutan tersebut memang sudah menjadi bagian dari rencana jangka panjang klub. Ia menyebut bahwa kebutuhan akan pemain berpengalaman di lini belakang menjadi salah satu prioritas utama dalam membangun tim yang lebih kompetitif.
“Kami mendatangkan Agus Nova dan Komang Tri sebagai bagian dari kebutuhan tim untuk menghadapi musim depan. Keduanya memiliki pengalaman yang baik dan baru saja membantu Garudayaksa FC meraih promosi ke Super League,” ujar Reza.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa chemistry yang sudah terbangun sebelumnya menjadi faktor penting dalam proses perekrutan ini. Menurutnya, pemain yang sudah saling memahami gaya bermain akan lebih cepat beradaptasi dengan sistem yang diterapkan pelatih, sehingga dapat memberikan kontribusi maksimal sejak awal musim.
“Pengalaman tersebut tentu bisa menjadi motivasi bagi pemain-pemain lain di dalam tim. Selain itu, mereka sudah memiliki chemistry karena sebelumnya bermain bersama. Kami berharap proses adaptasi bisa berjalan lebih cepat,” lanjutnya.
Reza juga menekankan bahwa faktor kedekatan pemain dengan pelatih menjadi keuntungan tambahan bagi PSIS. Kembali bekerja sama dengan pelatih yang sama diharapkan dapat mempercepat integrasi keduanya ke dalam skema permainan tim.
“Ditambah lagi mereka juga akan kembali bekerja sama dengan coach Widodo Cahyo Putro yang musim lalu juga menangani mereka. Semoga kehadiran keduanya bisa memberikan kontribusi maksimal untuk PSIS,” tambahnya.
Secara kualitas, Agus Nova dikenal sebagai bek berpengalaman yang pernah membela sejumlah klub besar seperti Bali United, Persis Solo, serta RANS FC. Pengalaman panjangnya di kompetisi Indonesia membuatnya dianggap sebagai sosok pemimpin yang mampu mengorganisasi lini belakang dengan baik.
Sementara itu, Komang Tri hadir sebagai bek muda yang memiliki fleksibilitas tinggi dalam bermain di beberapa posisi pertahanan. Di usia yang masih produktif, ia dinilai sebagai investasi jangka panjang yang dapat memberikan kedalaman skuad bagi PSIS dalam menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
Pergerakan transfer yang terjadi di berbagai klub ini menunjukkan bahwa persaingan Liga Indonesia musim 2026/2027 akan berlangsung semakin ketat.
Klub-klub mulai menyusun strategi sejak dini dengan mendatangkan pemain yang tidak hanya memiliki kualitas individu, tetapi juga pengalaman serta kemampuan beradaptasi yang cepat.
Dengan berbagai pergerakan tersebut, musim 2026/2027 diprediksi akan menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir. Kombinasi pemain muda berbakat seperti Iqbal dengan pemain berpengalaman yang tersebar di berbagai klub akan menciptakan persaingan yang semakin menarik untuk diikuti.
Jika semua rencana klub berjalan sesuai harapan, maka Liga Indonesia bukan hanya akan menghadirkan pertandingan yang lebih ketat, tetapi juga perkembangan kualitas permainan yang lebih baik. Para penggemar sepak bola nasional pun dipastikan akan disuguhkan kompetisi yang penuh kejutan, dengan dinamika transfer yang terus bergerak hingga mendekati musim dimulai.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi