RADARSEMARANG.ID – PSPS Pekanbaru hingga kini masih belum mengumumkan sosok pelatih yang akan menakhodai tim pada kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Setelah berakhirnya kerja sama dengan Aji Santoso, berbagai spekulasi mulai bermunculan terkait calon pelatih baru yang dinilai mampu membawa tim berjuluk Asykar Bertuah tersebut kembali bersaing di papan atas.
Kekosongan posisi pelatih kepala membuat perhatian suporter tertuju kepada sejumlah nama yang dianggap memiliki kapasitas dan pengalaman untuk menangani PSPS Pekanbaru. Aspirasi tersebut ramai disampaikan melalui media sosial, terutama di kolom komentar akun Instagram resmi klub.
Beberapa nama yang paling banyak disebut oleh pendukung PSPS antara lain Ade Suhendra, Widodo Cahyono Putro, hingga Indra Sjafri. Ketiganya dinilai memiliki rekam jejak yang cukup baik dalam dunia kepelatihan sepak bola Indonesia dan dianggap mampu membawa perubahan positif bagi tim kebanggaan masyarakat Riau tersebut.
Di antara nama-nama yang muncul, Widodo Cahyono Putro menjadi salah satu figur yang paling menarik perhatian. Mantan pemain Timnas Indonesia itu dianggap memiliki pengalaman dan kualitas yang mumpuni untuk membangun tim yang kompetitif di Liga 2.
Dukungan terhadap Widodo tidak muncul tanpa alasan. Banyak pendukung PSPS Pekanbaru menilai sosoknya memiliki kemampuan dalam meracik strategi sekaligus membangun mentalitas pemain. Dengan pengalaman panjang sebagai pemain maupun pelatih, Widodo diyakini dapat menjadi salah satu kandidat ideal untuk membawa PSPS kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
Meski demikian, peluang kedatangan Widodo Cahyono Putro ke PSPS Pekanbaru masih sebatas spekulasi. Belum ada pernyataan resmi dari manajemen klub maupun dari pihak Widodo terkait kemungkinan kerja sama tersebut.
Secara teori, peluang itu tetap terbuka. Namun, keputusan akhir tentu bergantung pada kesepakatan kedua belah pihak. Baik manajemen PSPS Pekanbaru maupun Widodo Cahyono Putro harus memiliki visi dan target yang sejalan apabila ingin bekerja sama menghadapi kompetisi musim depan.
Widodo sendiri bukan nama asing di dunia sepak bola Indonesia. Lahir pada 8 November 1970, ia dikenal sebagai salah satu legenda sepak bola nasional. Namanya mulai mendapat sorotan internasional ketika mencetak gol salto spektakuler ke gawang Kuwait pada ajang Piala Asia 1996. Gol tersebut hingga kini masih dikenang sebagai salah satu momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola Indonesia.
Setelah pensiun sebagai pemain, Widodo melanjutkan kariernya sebagai pelatih dan menangani sejumlah klub di Indonesia. Pengalamannya yang panjang membuat banyak pendukung PSPS berharap manajemen dapat mempertimbangkan sosok tersebut sebagai pelatih kepala baru.
Saat ini Widodo diketahui masih berstatus sebagai pelatih Garudayaksa FC. Kondisi itu tentu menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan apabila PSPS Pekanbaru benar-benar ingin mendatangkannya untuk musim 2026/2027.
Di sisi lain, aktivitas bursa transfer Liga 2 juga mulai menunjukkan geliat yang cukup menarik. Salah satu klub yang menjadi sorotan adalah Semen Padang FC yang tengah melakukan pembenahan besar-besaran setelah terdegradasi dari Liga 1 pada musim sebelumnya.
Manajemen Kabau Sirah bergerak cepat untuk menyusun fondasi tim yang lebih kuat demi menghadapi persaingan ketat di Liga 2. Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan pemain-pemain yang masih masuk dalam rencana tim untuk musim mendatang.
Semen Padang FC secara resmi memutuskan mempertahankan tiga pemain yang dianggap masih sesuai dengan kebutuhan tim. Ketiga pemain tersebut adalah Iqbal Bachtiar, Firman Juliansyah, dan Ikram Al Ghiffari.
Keputusan itu disampaikan langsung oleh Manajer Semen Padang FC, Braditi Moulevey. Menurutnya, proses penyusunan skuad dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan teknis serta strategi yang akan diterapkan tim pelatih pada kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
“Untuk pemain yang dipertahankan, Iqbal Bachtiar, Firman Juliansyah, dan Ikram Al-Ghiffari,” kata Braditi, Jumat (12/6/2026).
Braditi menjelaskan bahwa manajemen bersama jajaran pelatih saat ini masih terus melakukan evaluasi terhadap seluruh komposisi tim. Evaluasi tersebut bertujuan untuk membangun skuad yang benar-benar siap bersaing dan mampu memenuhi target klub pada musim depan.
Dalam proses tersebut, tidak semua pemain mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan karier bersama Semen Padang FC. Beberapa nama harus dilepas karena tidak lagi masuk dalam kebutuhan taktik dan strategi yang telah disusun tim pelatih.
Tiga pemain asal Sumatera Barat yang dipastikan tidak melanjutkan kerja sama dengan Semen Padang FC adalah Irsyad Maulana, Rendy Oscario, dan Rosad Setiawan. Ketiganya menjadi bagian dari daftar pemain yang tidak masuk dalam proyeksi tim untuk menghadapi kompetisi mendatang.
Menurut Braditi, keputusan tersebut murni didasarkan pada kebutuhan tim dan pertimbangan teknis yang telah dibahas bersama pelatih. Manajemen berusaha menyusun skuad yang benar-benar sesuai dengan filosofi permainan yang akan diterapkan selama kompetisi berlangsung.
Selain mempertahankan sejumlah pemain lama, Semen Padang FC juga aktif mencari tambahan amunisi baru. Beberapa posisi dinilai masih membutuhkan penguatan agar tim memiliki kedalaman skuad yang memadai sepanjang musim.
Saat ini proses negosiasi masih berlangsung dengan sejumlah pemain lokal maupun pemain asing yang masuk dalam radar klub. Kehadiran pemain baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperbesar peluang tim untuk bersaing dalam perebutan tiket promosi ke Liga 1.
Baca Juga: Bursa Transfer Super League 2026/2027, Persija Rekrut Shin Tae-yong dan Borneo FC Rombak Besar Skuad
Salah satu fokus utama Semen Padang FC adalah mendatangkan pemain asing yang berkualitas. Manajemen dikabarkan tengah membidik tiga pemain asing untuk mengisi sektor penting dalam tim.
Posisi yang menjadi prioritas meliputi bek tengah, gelandang, serta penyerang atau pemain sayap. Kehadiran pemain asing di posisi-posisi tersebut dinilai dapat memberikan keseimbangan dan meningkatkan daya saing tim selama menjalani kompetisi.
Proses perekrutan masih terus berjalan dan dilakukan secara hati-hati. Semen Padang FC ingin memastikan setiap pemain yang direkrut benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim serta mampu memberikan kontribusi maksimal di lapangan.
“Kepastian pemain asing akan diumumkan pada pertengahan Juni setelah seluruh proses kontrak rampung,” ujar Braditi.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa manajemen masih bekerja intensif untuk menyelesaikan seluruh proses administrasi dan negosiasi sebelum mengumumkan rekrutan anyar kepada publik.
Sebagai klub yang baru terdegradasi dari Liga 1, Semen Padang FC tentu memiliki ambisi besar untuk segera kembali ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Oleh karena itu, pembentukan skuad menjadi salah satu aspek yang sangat penting untuk diperhatikan.
Persaingan Liga 2 musim 2026/2027 diperkirakan berlangsung semakin ketat. Banyak klub melakukan perombakan tim dan mendatangkan pemain berkualitas demi mengejar target promosi. Situasi tersebut membuat setiap keputusan transfer menjadi faktor yang sangat menentukan.
PSPS Pekanbaru dan Semen Padang FC menjadi dua klub yang saat ini sama-sama menjadi perhatian pecinta sepak bola nasional. PSPS masih menunggu kepastian sosok pelatih baru yang akan memimpin tim, sementara Semen Padang FC fokus menyusun komposisi pemain terbaik untuk mengarungi musim baru.
Menarik untuk menantikan langkah berikutnya dari kedua klub tersebut. Apakah PSPS Pekanbaru akan berhasil mendatangkan pelatih berpengalaman seperti Widodo Cahyono Putro? Ataukah manajemen memiliki kejutan lain yang belum terungkap ke publik?
Di sisi lain, Semen Padang FC juga akan menjadi sorotan saat mengumumkan pemain asing dan rekrutan anyar mereka dalam beberapa pekan mendatang. Seluruh keputusan yang diambil pada bursa transfer kali ini akan sangat berpengaruh terhadap peluang kedua tim dalam mencapai target masing-masing di Liga 2 musim 2026/2027.
Dengan berbagai dinamika yang terjadi, persaingan menuju Liga 1 dipastikan akan berlangsung sengit. Para suporter kini hanya bisa menunggu langkah resmi dari manajemen klub sambil berharap tim kesayangan mereka mampu membangun kekuatan terbaik untuk menghadapi musim yang penuh tantangan.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi