RADARSEMARANG.ID – Persiapan menghadapi Pegadaian Championship 2026/2027 mulai terlihat di berbagai klub peserta. Meskipun kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia tersebut masih akan bergulir beberapa bulan lagi dan dijadwalkan dimulai pada September 2026, sejumlah tim sudah menjalankan strategi masing-masing untuk membangun kekuatan terbaik demi menghadapi musim baru.
Aktivitas klub-klub di bursa transfer pun mulai menjadi perhatian publik. Ada yang memilih melakukan perombakan besar-besaran dengan melepas banyak pemain lama, menunjuk pelatih anyar, hingga mendatangkan sejumlah nama berlabel bintang. Namun pendekatan berbeda justru diperlihatkan oleh PS Barito Putera.
Klub kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan itu memilih langkah yang lebih terukur. Sebelum berburu pemain baru, manajemen lebih dulu berfokus mempertahankan fondasi tim yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk berkembang dan membawa klub kembali ke jalur persaingan.
Baca Juga: Update Laga Liga 4 Babak 32 Besar, Persibangga Purbalingga Tundukkan Cimahi United 3-0
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa Barito Putera ingin membangun kembali kekuatan tim secara bertahap dengan mengedepankan stabilitas skuad. Setelah harus menerima kenyataan turun kasta, Laskar Antasari tampaknya tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan yang berisiko mengganggu keseimbangan tim.
Filosofi mempertahankan pemain inti menjadi sinyal bahwa manajemen masih menaruh kepercayaan terhadap sejumlah sosok yang dianggap mampu menjadi tulang punggung tim pada musim mendatang.
Dengan mempertahankan kerangka utama skuad, proses adaptasi dan pembentukan chemistry diharapkan berjalan lebih cepat dibandingkan membangun tim dari nol.
Salah satu pemain yang mendapatkan perpanjangan kontrak adalah Bima Reksa. Pemain muda tersebut mulai menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan sepanjang musim lalu. Kehadirannya dianggap penting sebagai bagian dari regenerasi skuad sekaligus investasi jangka panjang klub.
Baca Juga: Update Laga Liga 4 Babak 32 Besar, Persiharjo Sukoharjo Punya Modal Penting Kontra Pasuruan United
Selain Bima Reksa, Barito Putera juga memastikan masa depan Aditya Nur Mahpud tetap berada di Stadion Demang Lehman. Pemain muda yang memiliki prospek cerah itu masih masuk dalam rencana pengembangan tim untuk beberapa musim ke depan.
Nama lain yang turut mendapatkan kepercayaan adalah Gerrard Edginataqi. Pada musim sebelumnya, ia cukup sering memperoleh kesempatan bermain dan mampu memberikan kontribusi yang dianggap positif oleh tim pelatih. Konsistensi penampilannya menjadi salah satu alasan manajemen mempertahankannya.
Barito Putera juga memperpanjang kontrak Ferdiyansyah. Pemain tersebut diproyeksikan memiliki peran penting dalam permainan tim musim depan.
Dengan pengalaman yang sudah dimiliki, Ferdiyansyah diharapkan mampu memberikan pengaruh signifikan di lapangan dan membantu meningkatkan performa tim secara keseluruhan.
Baca Juga: Update Terbaru Bansos PKH dan BPNT 2026, Status KPM Berubah dari Gagal Rekening ke SPM dan Siap Cair
Di bawah mistar gawang, nama Satria Tama tetap menjadi bagian dari rencana besar klub. Kiper berpengalaman itu dinilai masih memiliki kapasitas untuk menjaga kualitas pertahanan sekaligus memberikan arahan kepada para pemain muda yang mulai mendapat ruang lebih besar di dalam tim.
Sementara itu, lini belakang juga tetap akan diperkuat oleh Haudi Abdillah. Bek senior tersebut resmi mendapatkan kontrak baru sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya selama ini.
Pengalaman yang dimiliki Haudi dianggap sangat berharga dalam menjaga soliditas pertahanan sekaligus membimbing pemain-pemain muda yang sedang berkembang.
Langkah mempertahankan sejumlah pemain kunci ini memperlihatkan bahwa Barito Putera tidak sekadar berorientasi jangka pendek. Klub berusaha membangun fondasi yang kuat agar target kembali promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional dapat tercapai dengan lebih realistis.
Meski demikian, aktivitas transfer Laskar Antasari diperkirakan belum selesai. Hingga saat ini, manajemen memang belum mengumumkan daftar pemain baru maupun nama-nama yang akan dilepas. Namun berbagai spekulasi mengenai perekrutan pemain tambahan terus berkembang.
Kedalaman skuad menjadi salah satu aspek yang diyakini akan mendapat perhatian serius dalam beberapa pekan ke depan. Persaingan Pegadaian Championship musim depan diprediksi berlangsung semakin ketat sehingga kebutuhan akan pemain berkualitas di setiap posisi menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
Di sisi lain, langkah menarik juga dilakukan Persis Solo dalam upaya memperkuat fondasi klub. Tim berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut resmi memperkenalkan Rochmat Setiawan sebagai Head of Analysis Department atau kepala departemen analisis yang baru.
Penunjukan Rochmat menjadi bagian dari transformasi Persis Solo menuju sistem kerja yang lebih modern dan berbasis data. Kehadiran departemen khusus analisis diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan pada berbagai aspek, mulai dari performa tim hingga pengembangan pemain.
Rochmat Setiawan bukan sosok asing dalam dunia analisis sepak bola Indonesia. Sebelum bergabung dengan Persis Solo, ia dikenal memiliki pengalaman yang cukup panjang dalam bidang analisis performa dan pengolahan data pertandingan.
Selama tiga tahun terakhir, Rochmat menjadi bagian penting dari Persebaya Surabaya. Selain itu, ia juga pernah mengemban tugas sebagai analis bagi Tim Nasional Indonesia U-19 dan Tim Nasional Indonesia U-23.
Pengalaman tersebut menjadi modal berharga bagi Persis Solo yang sedang berupaya membangun sistem klub yang lebih profesional dan terintegrasi. Kehadiran departemen analisis tidak hanya berfungsi membantu pelatih dalam mengevaluasi pertandingan, tetapi juga berperan dalam mendukung proses pencarian pemain hingga pembinaan usia muda.
Dalam struktur organisasi Persis Solo, departemen analisis akan memiliki cakupan tugas yang luas. Fungsi tersebut mencakup tim senior, divisi pencarian bakat atau scouting, kebutuhan manajemen, hingga pengembangan talenta di level akademi.
Rochmat menegaskan bahwa peran utama departemen yang dipimpinnya adalah menyediakan data dan layanan analisis untuk membantu seluruh elemen klub mengambil keputusan yang lebih baik.
"Kerja kami pada dasarnya menopang dari banyak bidang, banyak posisi di klub. Kami mencoba untuk menyuplai data, menyuplai servis ke banyak posisi di klub dengan harapan setiap keputusan yang akan diambil di klub akan lebih berkualitas," kata Rochmat Setiawan, Head of Analysis Department Persis Solo.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana sepak bola modern kini semakin bergantung pada pemanfaatan data. Analisis statistik, evaluasi performa individu, hingga pemetaan kebutuhan tim menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan klub profesional.
Salah satu fokus utama yang akan menjadi perhatian Persis Solo adalah sinkronisasi data di seluruh lini organisasi. Integrasi informasi antara akademi, tim muda, dan tim senior dianggap sangat penting untuk menciptakan kesinambungan pembinaan pemain.
Dengan sistem yang terhubung secara menyeluruh, perkembangan setiap pemain dapat dipantau sejak usia dini hingga akhirnya siap menembus skuad utama. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan proses regenerasi yang lebih efektif sekaligus memperkuat identitas permainan klub dalam jangka panjang.
Baik Barito Putera maupun Persis Solo menunjukkan bahwa persiapan menuju musim 2026/2027 tidak hanya soal mendatangkan pemain baru. Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, membangun fondasi yang kuat, menjaga stabilitas tim, serta memanfaatkan teknologi dan data menjadi langkah penting untuk meraih prestasi.
Menarik untuk menantikan bagaimana kedua klub tersebut melanjutkan manuver mereka dalam beberapa bulan ke depan. Barito Putera berusaha bangkit demi kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, sementara Persis Solo fokus memperkuat sistem internal agar mampu bersaing secara berkelanjutan di era sepak bola modern.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi