RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Persiharjo Sukoharjo memasuki fase krusial Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 dengan modal yang tidak hanya berasal dari kualitas permainan, tetapi juga mentalitas bertanding para pemain.
Menjelang persaingan di Babak 32 Besar, tim berjuluk Laskar Honggopati itu mendapat sorotan karena mampu bangkit setelah beberapa kali tertinggal lebih dulu dalam pertandingan.
Pelatih Persiharjo, Dwi Joko Prihatin, menilai kemampuan merespons tekanan menjadi salah satu kekuatan utama timnya saat ini. Menurutnya, sepak bola tidak hanya ditentukan oleh strategi dan teknik, tetapi juga karakter pemain ketika menghadapi situasi sulit di lapangan.
"Yang terpenting saya melihat respons pemain ketika tertinggal. Bagaimana mereka bisa mengembalikan keadaan itu yang menurut saya lebih penting," kata Dwi Joko.
Persiharjo memang berhasil melangkah ke Babak 32 Besar meski dalam dua pertandingan terakhir sempat kebobolan lebih dulu. Namun, tim mampu menunjukkan daya juang tinggi dengan bangkit dan menghindari hasil negatif.
Bagi Dwi Joko, kondisi tersebut menjadi indikator positif perkembangan mental pemain selama kompetisi berlangsung.
Gabung Grup X, Persaingan Dipastikan Ketat
Pada Babak 32 Besar, Persiharjo tergabung di Grup X bersama Pasuruan United, Persid Jember, dan Persak Kebumen.
Seluruh tim memiliki target yang sama, yakni lolos ke Babak 16 Besar. Karena itu, setiap pertandingan diprediksi berlangsung ketat dan memiliki nilai penting dalam menentukan posisi klasemen grup.
Persiharjo akan mengawali perjuangannya dengan menghadapi Pasuruan United di Stadion Jember Sport Garden, Rabu (10/6/2026).
Laga perdana tersebut dinilai penting karena hasil positif dapat menjadi modal berharga menghadapi dua pertandingan berikutnya.
Baca Juga: Pemerintah Tegaskan Tak Ada PHK PPPK dan Honorer, Tito Karnavian Minta Daerah Stop Rekrutmen Baru
Pertahanan Tetap Jadi Evaluasi
Meski mengapresiasi mentalitas para pemain, Dwi Joko memastikan sektor pertahanan tetap menjadi perhatian tim pelatih.
Evaluasi dilakukan terhadap setiap gol yang masuk ke gawang Persiharjo, mulai dari koordinasi antarlini, transisi bertahan, hingga organisasi permainan saat kehilangan bola.
"Secara khusus tetap ada evaluasi terhadap gol-gol yang terjadi. Itu menjadi bagian yang harus kami perbaiki," ujarnya.
Menurutnya, kemampuan bangkit memang menjadi nilai positif, tetapi tim tidak bisa terus-menerus bergantung pada situasi tertinggal lebih dulu.
Menghadapi lawan-lawan yang memiliki kualitas setara bahkan lebih kuat di Babak 32 Besar, kesalahan kecil di lini belakang bisa menjadi faktor penentu hasil pertandingan.
Modal Penting Menuju Babak 16 Besar
Selain aspek teknis, Persiharjo membawa kepercayaan diri tinggi setelah mampu melewati fase sebelumnya.
Mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan pemain menjadi bekal berharga menghadapi tekanan kompetisi yang semakin berat.
Bagi tim pelatih, karakter tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun tim yang kompetitif dan mampu berkembang dalam jangka panjang.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan dan evaluasi di berbagai sektor, Persiharjo optimistis mampu bersaing di Grup X serta membuka peluang lolos ke Babak 16 Besar Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026.
Dukungan suporter juga diharapkan menjadi energi tambahan bagi Laskar Honggopati dalam menghadapi pertandingan-pertandingan penentu di Jember.
Jika mampu mempertahankan mentalitas bangkit yang selama ini menjadi kekuatan mereka, sekaligus memperbaiki organisasi pertahanan, peluang Persiharjo untuk melanjutkan perjalanan di Liga 4 Nasional masih terbuka lebar.
Editor : Baskoro Septiadi