Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Ingin Jadi Hafidz Quran dan Imam Masjid Noussair Mazraoui Pemain Manchester United Bakal Pensiun, Berikut Keutamaan Penghafal Al Quran

Falakhudin • Senin, 6 April 2026 | 05:25 WIB
Noussair Mazraoui Pemain Manchester United
Noussair Mazraoui Pemain Manchester United

 

RADARSEMARANG.ID — Noussair Mazraoui, pemain Manchester United dan anggota Timnas Maroko, berencana untuk mengakhiri karier profesionalnya sebagai pemain sepak bola setelah Piala Dunia 2026 selesai diadakan. 

Keputusan itu diambil karena ingin mendekatkan diri lebih dekat lagi kepada Allah SWT. 

Dengan mengenakan kaos Manchester United dan Timnas Maroko, Noussair Mazraoui membuat para penonton terkejut. 

Ia mengatakan bahwa ia sedang memikirkan untuk pensiun lebih awal dari dunia sepak bola. 

Namun, keputusan itu tidak karena cedera atau hasil kerja, justru ia ingin lebih fokus mempelajari agama.  

Baca Juga: PSIS Tumbang di Kandang saat Jamu Barito Putera

Ia bahkan ingin menjadi hafiz Al-Qur’an. 

Mazraoui mengatakan rencana tersebut dalam sebuah wawancara, dan pernyataannya kemudian menjadi trending di media sosial. 

Mungkin saya akan memutuskan untuk berhenti memainkan sepak bola setelah Piala Dunia 2026. 

 Hidup itu singkat. 

"Mazraoui mengatakan, 'Saya ingin menghafal Alquran dan menjadi imam di masjid.'" 

Ia bilang mungkin akan pensiun setelah Piala Dunia berikutnya, lalu ingin belajar menghafal Al-Qur’an dan hidup lebih beragama. 

Selain itu, ia juga memiliki cita-cita lain.  

Ia ingin suatu hari menjadi imam di masjid.  

Menurutnya, hidup di dunia hanya sementara. 

Baca Juga: Kalender 2026 Bulan April: Rincian Tanggal Merah dan Jadwal Libur Panjang untuk Liburan Wisata

Oleh karena itu, ia mulai berpikir tentang tujuan hidup yang lebih besar. 

Ia merasa karier di bidang sepak bola tidak akan bertahan selamanya. 

Sementara itu, banyak penggemar memberikan dukungan. 

Mereka menganggap keputusan tersebut sebagai langkah yang berani. 

Di sisi lain, dunia sepak bola mungkin kehilangan salah satu pemain terhebatnya. 

Namun, Mazraoui menganggap langkah ini sebagai bentuk pengabdian yang lebih bermakna. 

Akhirnya, rencana ini menjadi pengingat.  

Banyak orang mulai memikirkan kembali tujuan hidup mereka yang tidak hanya tentang uang atau barang. 

Rencana tersebut bukanlah hal baru.  

Pemain berusia 29 tahun tersebut sudah menyatakan keinginannya sejak tahun 2024, tidak lama setelah bergabung dengan Manchester United. 

Jika rencana pensiun setelah Piala Dunia 2026 tersebut benar-benar terwujud, Mazraoui wajib memutus kontraknya lebih dulu.  

Baca Juga: Terpeleset Saat Memancing di Kali Progo Temanggung, Bocah 14 Tahun Belum Ditemukan

Saat ini, ia masih terikat oleh kontrak dengan Manchester United hingga 30 Juni 2028, sehingga masih ada kemungkinan kontraknya berakhir dua tahun lebih cepat. 

Selama berkariernya di Manchester United, Mazraoui pernah menjadi pemain penting ketika tim diarsitek oleh Ruben Amorim.  

Dalam formasi 3-4-3 yang digunakan, ia memainkan peran sebagai bek kanan dan menjadi salah satu pemain penting di bagian permainan. 

Meski menghadapi berbagai tantangan di tingkat klub, Mazraoui tetap menjadi pemain yang penting bagi Timnas Maroko.  

Ia tetap dipercaya sebagai pemain utama dalam berbagai pertandingan internasional.

Mazraoui bermain selama 82 menit ketika Maroko menang 2-1 melawan Ekuador dalam pertandingan FIFA Matchday Maret 2026.  

Kontribusinya tetap signifikan dalam menjaga performa tim. 

Ia juga berperan penting dalam kesuksesan sejarah Timnas Maroko, seperti mencapai semifinal Piala Dunia 2022 dan memenangkan Piala Afrika 2025. 

Dengan rencana pensiun yang sudah diumumkan, Piala Dunia 2026 mungkin menjadi ajang terakhir Noussair Mazraoui bermain di tingkat internasional maupun profesinya. 

Jika keputusan itu benar-benar dilakukan, Mazraoui akan mengakhiri kariernya di usia yang masih cukup bagus.  

Meski begitu, pilihan itu menunjukkan prioritas hidup yang berbeda, di mana ia memilih jalur spiritual setelah menempuh karier di level tertinggi sepak bola dunia. 

Hafidz Quran adalah sebutan untuk pria yang sudah menghafal seluruh Al-Qur'an dalam 30 juz. 

Perempuan disebut hafidzah. 

Tugas mereka adalah menjaga keaslian Al-Qur'an dengan cara menghafal dan mengulanginya berkali-kali.  

Gelar ini membutuhkan usaha yang sangat tekun, biasanya dimulai sejak usia muda, dan memiliki manfaat besar, termasuk memberi kehormatan dan kemuliaan kepada orang tua di akhirat. 

Baca Juga: Jadwal Piala Dunia Pertandingan Minggu 14 Juni 2026

Beberapa Keutamaan Penghafal Al Quran diantaranya:

Berikut sembilan keutamaan membaca dan menghafal Al Quran, yang semoga dengan mengetahuinya kita akan semakin mencintai Al-Quran dan gemar mengisi hari-hari kita dengan lantunan bacaan Al-Quran.

Pertama, Al-Qur’an Akan Menjadi Syafa’at pada Hari Kiamat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

Baca Juga: SKTP April 2026 Terbit, Penyebab Gagalnya Proses Pencairan Tunjangan Profesi Guru Bulanan

اقْرَأُوْا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an.” (HR Muslim)

Kedua, derajat tinggi di Surga.

Semakin banyak hafalannya, akan semakin tinggi kedudukan yang akan didapatkan olehnya di surga kelak. 

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآن اِقْرَأ وَارْتَقِ، وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّل فِيْ الدُنْيَا، فَإِنَّ مَنْزلكَ عِنْدَ آخِر آية تَقْرَؤُهَا

“Akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca.” (HR Abu Daud)

Ketiga, menjadi Sebaik-baik manusia.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

Keempat, Allah Mengangkat Derajat Shahibul Qur’an

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ الله يَرْفَع بِهَذا الكِتَاب أَقْوَاماً وَيَضَع بِهِ آخَرِيْن

“Sesungguhnya Allah mengangkat beberapa kaum dengan Al Qur’an ini dan menghinakan yang lain dengannya” (HR Muslim)

Kelima, penghafal Al-Qur’an lebih diutamakan menjadi Imam Salat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يَؤُمُّ القَوْم أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللهِ

“Hendaknya yang mengimami sebuah kaum adalah yang paling aqra’ terhadap kitabullah.” (HR Abu Daud)

Keenam, ditemani para malaikat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهْوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ ، وَمَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهْوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهْوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ ، فَلَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang membaca dan menghafal al-Quran, dia bersama para malaikat yang mulia. Sementara orang yang membaca al-Quran, dia berusaha menghafalnya, dan itu menjadi beban baginya, maka dia mendapat dua pahala.” (HR Al-Bukhari)

Ketujuh, di akhirat akan diberi mahkota dan pakaian kemuliaan

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

يَجِىءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ حَلِّهِ فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ زِدْهُ فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَارْقَ وَتُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً

“Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.”

Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan.

Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.”

Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.”

Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca.” (HR At-Tirmidzi)

Kedelapan, orangtuanya akan diberi mahkota dari Cahaya.

من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن

“Siapa yang menghafal Al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia.

Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?”

Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan Al-Quran.” (HR Hakim)

Kesembilan, dengan Menghafal Al-Quran menjadikan seseorang mulia

Imam Syafi’i rahimahullah berkata:

مَنْ تَعَلمَّ الْقُرْآنَ عَظُمَتْ قِيْمَتُهُ، وَمَنْ نَظَرَ فِي الْفِقْهِ نَبُلَ قَدْرُهُ، وَمَنْ كَتَبَ الْحَدِيْثَ قَوِيَتْ حُجَّتُهُ، وَمَنْ نَظَرَ فِي اللُّغَةِ رَقَّ طَبْعُهُ، وَمَنْ نَظَرَ فِي الْحِسَابِ جَزُلَ رَأْيُهُ، وَمَنْ لَمْ يَصُنْ نَفْسَهُ، لَمْ يَنْفَعْهُ عِلْمُهُ

“Barangsiapa yang mempelajari Al-Quran maka kedudukannya menjadi agung, barangsiapa yang belajar fiqih maka kehormatannya menjadi mulia, barangsiapa yang menulis Hadits maka hujjahnya menjadi kuat, barangsiapa yang belajar bahasa maka tabiatnya menjadi lembut, barangsiapa yang belajar berhitung maka pendapatnya menjadi kuat, barangsiapa yang tidak menjaga dirinya maka ilmunya tidak dapat memberi manfaat kepadanya.”

Tak perlu anda ceritakan kepada oranglain sebanyak apa hafalan Quran anda, namun biarkan mereka melihat sendiri pengaruh Al-Quran pada dirimu.

Karena sesungguhnya yang menjadi tolak ukur bukanlah sampai juz berapa anda menghafal Al-Quran, namun yang menjadi seberapa besarkah pengaruh.

Dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan menjadi hafidz quran. (fal)

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#noussair mazraoui #Alquran #manchester united #maroko #hafidz