RADARSEMARANG.ID, Semarang - Persibangga Purbalingga berhasil menjadi juara Liga 4 Jawa Tengah 2025-2026.
Kemenangan ini setelah menumbangkan lawan mainnya, Persak Kebumen dalan pertandingan final, di stadion Jatidiri Kota Semarang, Senin (16/2/2026) pukul 15.00.
Kemenangan keberuntungan ini setelah melalui drama 24 tendangan pinalti. Persibangga unggul, dengan skor 12-11.
Proses berjalannya pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Pada babak pertama, kedua tim tampil hati-hati.
Bola lebih banyak berkutat di lini tengah tanpa peluang berbahaya yang mampu menghasilkan gol.
Namun, hingga peluit panjang berbunyi babak pertama, belum ada yang berhasil membobol gawang dari masing-masing lawan.
Kemudian, proses berjalannya babak kedua, tak kalah sengit. Dua tim saling melakukan jual beli serangan.
Tak jarang, dua tim ini saling melakukan pelanggaran, dan mendapat kartu kuning.
Hingga akhirnya, Persibangga berhasil membobol gawang Persak Kebumen melalui kaki Andre Aditya Nugraha, pada menit ke 49. Skor berubah 1-0 kemenangan Persibangga.
Namun, tim Persak Kebumen tak tinggal diam. Terus berupaya melakukan tekanan mendobrak pertahanan lawan.
Permainan dua tim pun semakin panas. Tim Persibangga juga mengimbangi pola permainan Persak Kebumen yang gencar melakukan tekanan.
Para pemain dari dua tim saling berjatuhan akibat pelanggaran-pelanggaran, hingga ada yang mendapat kartu kuning.
Pihak petugas medis pun berlarian keluar masuk lapangan melakukan penanganan medis terhadap pemain yang kesakitan.
Upaya tekanan tim Persak Kebumen tak sia-sia. Melalui tendangan kaki Ridwan Adimas Yudhatama berhasil membobol gawang Persibangga setelah memanfaatkan lemparan bola kedalam. Skor menjadi sama, 1-1.
Dua tim ini juga didukung suporter fanatik masing-masing. Gemuruh dalam stadion Jatidiri menggema dari masingmasing suporter yang memberikan dukungan.
Tribun barat dikuasai oleh suporter Persak Kebumen. Sedangkan tribun timur diduduki pendukung dari Persibangga Purbalingga.
Hingga peluit panjang berakhirnya babak kedua, dua tim belum berhasil mencetak gol untuk menentukan kemenangan. Skor masih sama, 1-1.
Pertandingan Dilanjutkan Adu Penalti Sampai 24 algojo.
Kedua tim tampil luar biasa hingga harus menurunkan penendang 11 pemain termasuk penjaga gawang, karena saling mengimbangi, mencetak gol.
Penjaga gawang Persibangga tampil lebih cantik. Dua kali berhasil membaca tendangan dan menepis dua bola pemain Persak Kebumen. Namun masih apes, bola masih bisa masuk ke gawang.
Setelah melalui tendangan pinalti dua penjaga gawang masing-masing tim, dilanjutkan tendangan ke 12.
Apesnya, tendangan terakhir sang kapten Persak Kebumen, Wisnu Nugroho, kapten Persak berhasil ditepis keluar penjaga gawang Persibangga.
Momen ini, kegagalan tendangan Wisnu Nugraha membuat Persibangga menjadi mengunci gelar sebagai Juara Liga 4 Jawa Tengah, 2025-2026, menuju Nasional.
Pelatih Persibangga, Imran Amirullah, bersyukur atas pencapaian timnya.
"Alhamdulillah, ini tahun pertama saya di Purbalingga, dipercaya dan langsung bisa juara," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang usai pertandingan.
"Alhamdulillah dengan kerja keras dan keinginan manajemen, target dari awal kita harus bisa masuk di nasional bahkan bisa juara. Ini bonus buat masyarakat purbalingga, kita dapat bonus juara hari ini," bebernya.
Ia juga mengakui timnya sempat melakukan kesalahan hingga kebobolan. Namun masih berhasil membayar lewat adu penalti.
"Itulah sepakbola, kelengahan saya punya itu kesalahan kita sendiri, terutama kipernya. Jadi kesalahan sedikitpun lawan bisa manfaatkan. Jadi seminimalis mungkin jangan buat kesalahan," tegasnya.
"Dengan perjuangan anak-anak tanpa menyerah, pantang mundur, Alhamdulillah kita bayar dengan adu penalti dan menyelamatkan," ujarnya.
Langkah selanjutnya melaju di tingkat nasional, pihaknya mengaku melakukan persiapan dan evaluasi secara menyeluruh termasuk penambahan pemain.
"Persiapan ke depannya, ini kan nanti masuk bulan puasa, mungkin nanti kita akan rest dulu 2-3 hari habis itu persiapan untuk ke nasional lagi," katanya.
"Kita akan evaluasi apa yang harus kita buat mungkin penambahan pemain dan ada beberapa yang harus kita tambah karena persaingan di nasional lan berat," bebernya.
Menanggapi evaluasi tersebut, pihaknya menyebut ada di lini dan gelandang.
"Jadi ada beberapa lini yg harus kita evaluasi dan ada penambahan pemain. Paling tidak di gelandang, sayap, dan lini belakang," pungkasnya.
Sementara, Pelatih Persak Kebumen, Gatot Barnowo, tetap mengapresiasi perjuangan timnya yang mampu melaju hingga final meski bukan unggulan.
"Pertandingan sangat menarik. Anak-anak bermain luar biasa dan menjunjung fair play," katanya.
Namun, ia mengakui timnya membutuhkan perombakan besar. Langkah ini dilakukan mengingat harus tampil lebih kuat untuk bersaing di tingkat nasional.
"Minimal enam sampai delapan pemain harus diganti. Kalau mau bersaing di nasional, tim harus lebih kuat," pungkasnya.
Sementara, PLT Asprov PSSI Jateng, Ahmad Riyadh mengatakan pertandingan final berlangsung lancar.
"Alhamdulillah Jawa Tengah sukses menggelar ini alhamdulillah. Semoga adik-adik kita yang tampil tadi lolos semuanya nasionalnya, insya Allah kita kawal terus sampai ke tingkat nasional," katanya.
Pihaknya juga berupaya mengusulkan agar kuota di Jawa Tengah dilakukan penambalan.
"Karena dulu cuma empat itu pun pesertanya 18 ya, sekarang 26 ya sewajarnya harus ada tambahan kota satu lagi," jelasnya.
Menanggapi terkait pengganti PSIR Rembang yang telah didiskualifikasi, pihaknya mengajukan sedang melakukan penghitungan untuk tim pengganti yang melaju ke nasional.
"Kita sedang perhitungkan. Sedang dihitung nanti skornya semua biar enggak salah nanti seperti itu," katanya.
"Dan semoga semua kejadian yang ada untuk evaluasi dan perbaikan ke depan. bagi seluruh pengurus, askab, askot, klub, pengurus askot, semuanya panpel untuk belajar banyak tentang kejadian kemarin," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi