Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Gelandang Lambat Justru Lahirkan Pelatih Hebat? Guardiola, Arteta, hingga Carrick Jadi Bukti Nyata

Asifa Dyah Ayu Luthfia • Senin, 26 Januari 2026 | 05:31 WIB
Arteta dan Carrick memiliki kesamaan dalam gaya bermain mereka selama masa karier mereka.
Arteta dan Carrick memiliki kesamaan dalam gaya bermain mereka selama masa karier mereka.

RADARSEMARANG.ID –  Menjelang laga besar Arsenal vs Manchester United pada pekan ke-23 Liga Premier, muncul analisis menarik soal keterkaitan antara posisi bermain di masa lalu dengan kesuksesan karier kepelatihan.

Pertandingan ini menjadi sorotan karena mempertemukan dua tim yang kini ditangani oleh mantan gelandang Liga Inggris, Mikel Arteta dan Michael Carrick.

Keduanya dikenal sebagai gelandang yang tidak mengandalkan kecepatan saat masih aktif bermain.

Arteta dan Carrick justru unggul dalam membaca permainan, mengontrol tempo, serta distribusi umpan yang akurat. Menariknya, karakter serupa juga dimiliki banyak pelatih top dunia saat ini.

Baca Juga: Setelah Ivar Jenner, Persija Incar Lagi Pemain Naturalisasi, Siapa Dia?

Dalam analisis yang dimuat The Athletic, disebutkan bahwa dari 27 manajer yang menangani klub Liga Premier musim ini, sebanyak 14 di antaranya adalah mantan gelandang, sebagian besar berposisi gelandang tengah atau gelandang bertahan.

Posisi ini menuntut pemain untuk memiliki pemahaman taktik yang mendalam, berbeda dengan bek yang cenderung lebih reaktif atau penyerang yang mengandalkan insting dan kecepatan.

The Athletic bahkan menyebut bahwa menjadi “gelandang lambat” justru bisa menjadi keuntungan dalam karier kepelatihan.

Istilah “lambat” di sini bukan berarti kurang kualitas, melainkan tidak bergantung pada kecepatan fisik, melainkan kecerdasan membaca permainan dan kemampuan membuat keputusan.

Nama besar seperti Pep Guardiola menjadi contoh paling nyata. Saat bermain, Guardiola bukan pemain cepat, namun dikenal cerdas dalam mengatur permainan dan mengalirkan bola. Kualitas itu terbukti menjadi fondasi kesuksesannya sebagai pelatih Manchester City.

Baca Juga: Mau Nonton Sepak Terjang Timnas U22 di SEA Games 2025? Ini Jadwal dan Televisi Yang Menyiarkan Langsung

Selain Guardiola, pelatih lain dengan latar belakang serupa antara lain Arne Slot (Liverpool), Xabi Alonso, hingga Arteta dan Carrick.

Slot bahkan pernah mengakui bahwa dirinya “tidak cepat dan tidak pandai berlari” saat masih bermain, namun hal tersebut tidak menghalanginya menjadi pelatih top.

Fakta menarik lainnya, Arteta dan Carrick termasuk dalam tiga besar pemain dengan jumlah umpan sukses terbanyak pada musim 2012–2013, bersama Yaya Toure, yang kini juga meniti karier kepelatihan sebagai asisten tim nasional Arab Saudi.

Jika ditarik lebih luas, banyak pelatih sukses dunia memiliki latar belakang gelandang cerdas, seperti Antonio Conte, Didier Deschamps, Niko Kovac, Hansi Flick, Luis Enrique, hingga Cesc Fabregas. Mereka dikenal sebagai pemain yang mengandalkan kecerdasan dan visi permainan, bukan sekadar kecepatan.

Baca Juga: Dua Negara Raksasa Sepak Bola Eropa Siap Boikot Piala Dunia 2026

Kesimpulannya, pengalaman sebagai gelandang terutama gelandang tengah memberikan bekal penting dalam memahami dinamika permainan secara menyeluruh. Inilah yang diyakini menjadi salah satu kunci mengapa banyak mantan gelandang “berkaki lambat” justru berkembang menjadi pelatih kelas dunia.

Editor : Baskoro Septiadi
#mikel arteta #pep guardiola #michael carrick #pelatih top #SEPAK BOLA #premier league #Taktik Sepak Bola #FootballInsight #ligainggris #analisis sepak bola