RADARSEMARANG.ID - Lembaga Penyiaran Publik (LPP) milik Pemerintah yakni Televisi Republik Indonesia (TVRI) secara resmi menjadi media di Indonesia satu-satunya yang akan menayangkan pertandingan Piala Dunia 2026.
Dalam keterangannya, TVRi akan menyiarkan 104 pertandingan , baik pertandingan langsung maupun siaran tunda, selama gelaran Piala Dunia, 39 hari,
Masyarakat dapat mengakses semua tayangan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko mulai 11 Juni mendatang, hanya dengan menggunakan antena biasa.
Menonton siaran Piala Dunia 2026, tentu membawa kita kembali bernostalgia ditahun 80-90an, saat TVRI masih menjadi satu-satunya siaran televisi di Indonesia, belum ada stasiun televisi swasta.
Saat itu, setiap gelaran Piala Dunia, masyarakat selalu menunggu-nunggu untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia yang ditayangkan TVRI melalui layar kaca hitam putih, karena saat itu belum dikenal TV berwarna.
Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno mengungkapkan TVRI ditetapkan sebagai pemegang hak siar wilayah Indonesia yang akan menayangkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 melalui kanal TVRI Sport dan TVRI Nasional.
Seluruh pertandingan akan disiarkan secara terestrial atau Free To Air (FTA) dan secara back to back atau simultan mulai pukul 23.00 WIB hingga 11.00 WIB dari tanggal 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
“Proses untuk memperoleh hak siar Piala Dunia 2026 oleh TVRI tentu tidak mudah dan melalui tahapan panjang. Berawal dari kepedulian Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sangat besar terhadap sepak bola nasional, bahkan beliau berharap suatu saat, Timnas bisa berlaga di Piala Dunia," ungkap Iman.
Baca Juga: 400 Link Twibbon Tahun Baru 2026 Happy New Year Gratis Tinggal Pakai di Medsos
TVRI,tambah Iman, memiliki hak siar Piala Dunia 2026 secara utuh beserta turunannya. TVRI akan menayangkan total 104 pertandingan Piala Dunia 2026 dari babak penyisihan grup hingga partai final, yang berlangsung selama 39 hari, baik Live, Live Delay maupun re-run selama event berlangsung.
“Masyarakat bisa mengakses siaran Piala Dunia, melalui platform FTA atau terestrial dengan menggunakan antena biasa. Namun untuk platform lain atau OTT akan bergantung dengan kebijakan operator pihak ketiga,” tuturnya. (sls)
Editor : Baskoro Septiadi