RADARSEMARANG.ID - Bukan hanya memberikan performa yang sangat memuaskan, salah satu punggawa Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan di media sosial.
Pasalnya, jersey milik gelandang serang berusia 20 tahun ini diketahui telah berhasil dilelang dengan angka yang fantastis.
Jersey pertandingannya tersebut dikenakan saat melawan Timnas Arab Saudi di Putaran Ketiga Piala Dunia 2026 silam (19/11/2024).
Dalam pertandingan tersebut, Marselino Ferdinan berhasil mencetak dua gol atas namanya pada gawang Timnas Arab Saudi.
Melalui komunitas SJC (Surabaya Jersey Community) jersey yang digunakan Marselino pada pertandingan melawan Arab Saudi tersebut berhasil terjual dengan angka senilai Rp. 100.927.000.
Dan sebanyak 80% dari hasil penjualan jersey Marselino Ferdinan tersebut tersebut akan digunakan dalam tujuan sosial berupa renovasi sebuah sekolah dasar di Kota Surabaya.
Menurut Yudha Mustopo, Ketua SJC pun menambahkan bahwa sisa 20% dari hasil penjualan tersebut akan digunakan untuk memberi bantuan di tempat lainnya.
"Tentu saja kami senang pembangunan selama empat bulan di sekolah ini berjalan lancar " Ujar Yudha Mustopo.
Pembangunan renovasi sekolah ini juga disaksikan oleh bintang Persebaya Surabaya, Oktavianus Fernando yang menyempatkan diri meninjau proses pembangunan secara langsung.
Menurutnya, renovasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap pendidikan anak-anak, terutama kepada mereka yang belajar dalam kondisi ruang terbatas.
Sekolah tersebut merupakan SD Tritunggal V Banyu Urip Wetan yang sebelumnya memang membutuhkan renovasi di beberapa ruangan.
Seperti yang di ungkapkan oleh Kepala Sekolah dari SD Tritunggal V, Tutik Wilujeng merasa bersyukur atas bantuan yang mereka terima dari pemain sepakbola muda tersebut.
Baca Juga: Jersey Away Timnas Indonesia Baru Pertama Dalam Sejarah Pakai Warna Hitam Putih, Ini Detailnya
Sekolah yang awalnya hanya ada satu lantai, kini menjadi dua lantai. Dengan tambahan baru berupa ruang istirahat untuk para murid.
Sebelumnya, ruangan tersebut disebut sebagai ruangan "mati" sebab kondisinya yang gelap dan lembab, sinar matahari konon tidak menerangi ruangan tersebut.
Namun setelah direnovasi, akhirnya ruangan tersebut jadi dapat difungsikan sebagai ruang istirahat, lengkap dengan tambahan exhaust fan serta bangku dan kursi.
"Dulu, siswa kelas VI kelasnya gabung dengan adik kelasnya. Sekarang kami bersyukur sudah ada ruang kelas tersendiri untuk mereka" Ujar Tutik.
Source: Jawa Pos
Editor : Baskoro Septiadi