Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Inilah 'Dosa-dosa' Ahmed Al Kaff, Wasit Kontroversial yang Memimpin Bahrain vs Timnas Indonesia

Sulistiono • Jumat, 11 Oktober 2024 | 17:05 WIB
Istimewa.
Istimewa.

RADARSEMARANG.ID - Kemenangan di depan mata, Timnas Indonesia atas Bahrain,dalam lanjutan kualifikasi ronde 3 Piala Dudina Zona Asia, buyar seketika.

Durasi perpanjangan waktu 6 menit, sudah melewati hampir 9 menit, supporter Timnas pun sudah Bersiap menyambut kemenangan Squad Garuda di depan pendukung Bahrain.

Namun, kemenangan di depan mata itu buyar, setelah penyerang Bahrain, Mohamed Mahroun berhasil mencocor bola di depan mulut gawang Marten Paes, setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Timnas Indonesia.

Squad Garuda baik yang di lapangan maupun Banch, lemas. Kericuhan sempat terjadi, usai wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

Adalah Ahmed Al Kaff , wasit asal Oman, yang menjadi salah satu “aktor’ gagalnya Timnas Indonesia meraih 3 point perdana di kandang Bahrain.

Bagaiman tidak, sepanjang 2x45 plus perpanjangan waktu yang “ngadi-ngadi”, wasit berkepala plontos itu acapkali membuat Keputusan kontroversial.

Puncaknya adalah saat tambahan waktu 6 menit, yang seharusnya pertandingan selesai, sang pengadil pertandingan tak kunjung meniup peluit panjang, termasuk Ketika Marcelino Ferdinand masih tergeletak di kotak penalty lawan. Wasit seolah memberi kesempatan Bahrain untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Ternyata, bukan kali ini saja Ahmed Al Kaff, membuat Keputusan-keputusan kontroversial saat memimpin pertandingan, bahkan dia sempat di laporkan ke AFC terkait kepemimpinannya di atas lapangan hijau. Namun, anehnya Al Kaff masih di beri kepercayaan menjadi pengadil pertandingan.

Dan, tadi malam Timnas Indonesia menjadi korban kepemimpinan wasit kontroversial, Ahmed Al Kaff, saat Tom Haye dkk bentrok melawan Bahrain. Inilah, dosa-dosa Al Kaff saat memimpin jalannya pertandingan Indonesia vs Bahrain, tadi malam.

1. Tak Beri Tendangan Bebas Untuk Indonesia

Di awal babak kedua, striker Timnas Raffael Struick di langgar persis di depan kotak penalty lawan, namun pelanggaran keras itu tak di anggap sebagai sebuah pelanggaran oleh Al Kaff, dia enggan memberi tendangan bebas untuk Indonesia. Justru, dia memberikan dropball untuk Timnas,alasannya bola mengenai tubuhnya.

2. Lewati Mas Injury Time

Di penghujung babak kedua wasit Cadangan di tepi lapangan, memberikan informasi tambahan waktu atau injury time, 6 menit.

Namun kenyataannya, setelah 6 menit berlalu, Ahmed Al Kaff tak kunjung meniup peluit panjang. Hingga akhirnya menit ke 9 atau 90 plus 9, Bahrain berhasil mencetak gol penyama kedudukan.

3. Tak HentikanPertandingan Saat Marcelino Tergeletak

Sebelum terjadinya proses gol Bahrain, saat Marcelino Ferdinand menusuk kotak penalty musuh, dia dilanggar keras, hingga tak mampu bangkit. Bola yang masih bergulir dan di kuasai pemain Bahrain akhirnya menimbulkan petaka bagi Timnas.

4. Tak Mau Cek VAR Gol Kedua Bahrain

Sebelum proses terjadinya gol penyama kedudukan, yang di awali dari tendangan pojok, sebenarnya ada salah satu pemain Bahrain yang tertangkap offside, terlihat dari rekaman layer TV, pemain bernomor punggung 9 berada dalam posisi offside. Namun, Ahmed Al Kaff menolak mengecek VAR dan tetap mengesahkan gol Bahrain.

Itulah beberapa dosa Ahmed Al Kaff, saat memimpin jalannya pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain, tadi malam.

Sebenarnya, masih banyak beberapa Keputusan yang di lakukan wasit asal Oman itu. Sehingga wajar, jika kemudian banch official Timnas mencak-mencak usai pertandingan selesai.

Pasca pertandingan, yang berakhir dengan kartu merah untuk manager timnas, Sumardji, PSSI berencana akan mengadukan kepemimpinan wasit asal Oman, Ahmed Al Kaff it uke AFC dan FIFA, apalagi bukan kali ini saja Timnas di rugikan dengan gaya kepemimpinannya.

Kita tunggu, bagaimana tanggapan AFC dan FIFA terkait pengaduan PSSI ini. Namun, setelah ini Tim Haye dan kawan-kawan, tak boleh meratapi Nasib gagal meraih point penuh di kandang Bahrain. 15 Oktober, Timnas harus meladeni tuan rumah, China.

Kesempatan bagi Timnas untuk meraih point penuh, karena Tim negeri Panda itu tak sekuat Australia, Arab Saudi atau Bahrain yang berhasil di tahan imbang Indonesia. Raihan 3 point di kandang China, akan mempermudah Timnas meraih satu tiket Piala Dunia. (sls/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#ahmed al kaff #bahrain #timnas indonesia