RADARSEMARANG.ID, Pekalongan – PSN Ngada berhasil menang 2-0 atas PSBL Langsa pada lanjutan di Liga 3 Nasional Grup H di di Stadion Hoegeng, Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (1/5/2024).
Pada babak pertama kedua tim saling adu serang, walaupun di tengah cuaca Pekalongan yang cukup terik.
Kedua tim, yang banyak dihuni pemain muda ini, tanpa rasa lelah saling menyerang pertahanan masing-masing
Serangan keduanya sebenarnya cukup variatif, namun tim PSN Ngada yang didukung langsung Bupatinya Andreas Paru serta supporter Ultras PSN Ngada lebih efektif dalam memberikan serangan.
Terbukti di babak 45 menit pertama, dimana tim asal Nusa Tenggara Timur itu yang berhasil menjebloskan 2 goll ke gawang PSBL Langsa.
Pada babak kedua, kedua tim masih tetap adu sering. Namun beberapa kali peluang lebih banyak didapatkan tim PSN Ngada.
PSBL Langsa yang mengenakan kostum serba biru seperti julukan tim Blue Eagle, melakukan serangan namun masih gagal.
Termasuk juga beberapa kali tembakan bebas, di depan gawang, juga masih tidak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tim ini.
Bahkan beberapa kali serangan PSN Ngada hampir memasukan bola. Untuk penjaga gawang PSBL Langs cukup gacor, hingga bawaan nya aman hingga peluit dibunyikan.
Usai pertandingan, Bupati Kabupaten Ngada NTT Andreas Paru, mengatakan pihaknya sangat antusias Timnya bisa masuk liga 3 nasional.
Karena ini ini adalah yang pertama dan presti cukup membanggkan bagi tim PSN Ngada.
Pihaknya berharap, selama kompetisi berlangsung,pemain bisa bermain lepas tidak tertekan dan tentunya.
Ingin hasilnya maksimal, karena ini harapan masyarakat, dan pecinta sepak bola di seluruh Kabupaten Ngada dan NTT.
“Kami datang di Liga 3 Nasional ini, memiliki target minimal bisa masuk 16 besar,” serunya semangat.
Karena sepakbola bagi warga Ngada cukup penting. Dan beberapa tahun ini, pengembangan sepakbola sudah mulai serius.
Mulai dari meningkatkan kompetisi. Sehinga kemarin sempat jadi tuan rumah Piala U 17 Suratin.
Kemudian masuk tahun kemarin 2003 masuk juara di NTT sehingga bisa masuk Liga 3 Nasional ini.
Hal ini berimbas dengan perbaikan infrastruktur, seperti perbaikan stadion, sehingga kini sudah ulai bagus dan berkapasitas lebih esa. Karena bisa menampung 10 ribu supporter.
“Bagi kami sepakbola adalah nafas, dimanapun tim berada kami sellau dukung. Termasuk di Pekalongan ini, kai datang mendukung,” serunya semangat. (han/bas)
Editor : Baskoro Septiadi