Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Society De Slamat, Tempat Ini Ternyata Dulu Digunakan untuk Pesta dan Berdansa Kaum Elit Belanda di Kota Tegal

Muchammad Nachirul Ichsan • Jumat, 26 April 2024 | 22:21 WIB
Gedung Society De Slamat pada masa kolonial
Gedung Society De Slamat pada masa kolonial

RADARSEMARANG.ID - Kota Tegal merupakan salah satu kota penting pada masa Kolonialisme Belanda yang ditandai banyaknya bangunan bersejarah.

Salah satunya Society De Slamat atau yang biasa dikenal warga Tegal dengan sebutan Gedung Rakyat atau Gedung Societ.

Tempat ini pada masa kejayaannya menjadi lokasi pusat para kaum elit untuk berpesta dan berdansa.

Menurut Buku 'Melihat Sejarah Tegal Dari Sisi Nusantara dan Kolonial' pada bagian atas gedung tertulis tahun 1890.

Selayaknya gedung pesta, Ada beberapa ruangan didalamnya yaitu ballroom yang biasa digunakan untuk dansa dan pertunjukkan musik.

Para kaum kelas atas juga sembari bercengkrama dan saling menunjukkan status sosial tanpa rasa malu.

Menurut Akhmad Zubaedi dan Bijak Cen Sukarno menerangkan para pengunjung saling menyapa tidak menggunakan nama tetapi dengan besaran gaji mereka.

Biasanya orang dengan gaji rendah akan mengalah dengan orang yang bergaji tinggi.

Saat itu tak semua orang bisa masuk kedalam tempat itu, hanya kaum elit seperti pejabat, menak, priyayi, dan orang Tionghoa yang bisa masuk.

Posisi Kota Bahari yang dilewati Jalan Raya Pos membuatnya menjadi salah satu daerah strategis untuk perdagangan dan pertahanan.

Selain itu didukung dengan wilayah selatan Tegal yang banyak dibangun pabrik gula dan perkebunan tebu.

Maka peran Tegal yang juga berada dipesisir menjadi penting dalam proses pendistribusian hasil bumi seperti gula.

Demi mendukung pergerakan logistik khususnya pengangkutan gula, Pemerintah kolonial Belanda membangun jalur kereta api yang menghubungkan Kota Tegal dengan Balapulang.

Bahkan jalur kereta api tersebut dibangun sampai memasuki kawasan pelabuhan Tegal untuk mempermudah proses perdagangan.

Selain jalur kereta api, masih banyak tempat penting lain yang dibangun pemerintah kolonial saat itu.

Hal itu membuat banyak pejabat yang tinggal di Kota Tegal, hal ini membuat mereka juga membutuhkan tempat hiburan.

Maka kehadiran gedung ini menjadi sarana para pejabat dan kaum priyayi saat itu untuk melepas penat.

Apalagi posisinya yang dekat dengan pantai utara dan Pelabuhan Tegal membuat tempat ini jadi favorit pada masanya.

Pasca kemerdekaan Indonesia, tempat pesta ini beralih menjadi gelanggang olahraga dan berubah nama menjadi gedung rakyat.

Saat ini jejak kejayaan gedung Societ masih bisa ditemui yang berlokasi di jalan Bandeng, Tegalsari atau dekat Lingkar Utara Tegal.

Saat ini kondisi bangunannya masih terlihat bentuk aslinya dan kokoh walaupun lusuh dimakan zaman.

Editor : Baskoro Septiadi
#Society De Slamat #Sejarah Tegal #masa kolonial #melihat sejarah tegal dari sisi nusantara dan kolonial #tempat pesta priyayi #jalan raya pos #Sejarah Pabrik Gula #bangunan bersejarah tegal #bangunan bersejarah #Bijak Cen Sukarno #akhmad zubaedi