Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral Isu Seragam Berbayar, SMPN 2 Ungaran Buka Suara:

M

 


Advertisement

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ungaran Sarbun Hadi Sugiarto.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Ungaran Sarbun Hadi Sugiarto.

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Beredar isu dugaan pungutan seragam di SMP Negeri 2 Ungaran menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Semarang.

Menyikapi kabar tersebut, pihak sekolah memastikan tidak pernah menjual maupun mengadakan seragam.

Advertisement

Saat ditemui Kepala SMP Negeri 2 Ungaran, Sarbun Hadi Sugiarto, menegaskan sekolah tidak pernah menjual maupun memfasilitasi pengadaan seragam bagi peserta didik baru.

Dana yang sempat terkumpul dari sejumlah wali murid disebut merupakan titipan sukarela yang kini telah diperintahkan untuk dikembalikan seluruhnya.

Advertisement

Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa orang tua yang meminta bantuan kepada panitia SPMB untuk pengadaan seragam dan menitipkan sejumlah uang.

Dari hasil pendataan, terdapat sekitar 50 wali murid yang menitipkan uang dengan nominal bervariasi, mulai Rp 50 ribu hingga lebih dari Rp 1 juta.

"Sejak awal, kami sudah menyampaikan kepada orang tua bahwa pengadaan seragam sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing keluarga dan tidak berkaitan dengan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Saya juga sudah instruksikan agar uang tersebut dikembalikan kepada orang tua. Kami membebaskan pembelian seragam, karena memang tidak diperkenankan pengadaan di satuan pendidikan,"ungkapnya. Kamis (25/6).

Sarbun menambahkan, sekolah bahkan memberikan masa transisi penggunaan seragam bagi siswa baru.

Selama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hingga akhir Juli, siswa diperbolehkan bahkan dianjurkan menggunakan seragam asal sekolah dasar atau madrasah masing-masing.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dicari Kepala Dinas Baru! Tiga Jabatan Strategis di Pemkab Semarang Minim Pendaftar

Dicari Kepala Dinas Baru! Tiga Jabatan Strategis di Pemkab Semarang Minim Pendaftar

Pemerintah Kabupaten Semarang membuka seleksi terbuka untuk mengisi di sembilan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPT) atau kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih kosong.

Tunjangan Belum Naik, Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan Penempatan ASN Dekat Rumah

Tunjangan Belum Naik, Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan Penempatan ASN Dekat Rumah

Belum Bisa Naikan Tunjangan, Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup

Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Dukung Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Alasannya

Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang Dukung Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Ini Alasannya

Dewan Pendidikan Kabupaten Semarang setuju dan mendukung penuh wacana siswa sekolah tidak secara otomatis naik kelas di tahun ajaran 2027 mendatang yang muncul beberapa hari ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer