RADARSEMARANG.ID, Semarang - Erna Yuli Lestari, 57, yang juga Ibu kiper Timnas Indonesia Ernando Ari tampak lesu dan sedikit pucat setelah semalaman menyaksikan anaknya tampil spartan di laga Perempat Final Piala Asia U-23 lawan Korea Selatan (Korsel).
Tangis haru, bangga, bersyukur, bahkan hingga dibuat senam jantung saat menyaksikan jalannya pertandingan antara Indonesia melawan Korea Selatan dalam partai perempat final Piala Asia U-23.
Ibu mana yang tak bangga melihat anaknya kembali menjadi pahlawan bagi Timnas Indonesia.
Selain menjadi buah bibir se-nusantara berkat penampilan ciamiknya, Ernando Ari juga berhasil menjadi Man Of The Match (MOTM) di laga tersebut.
"Semalaman saya cemas, deg-degan, serasa jantungnya mau copot. Udah gak bisa duduk saya," ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kediamannya, di Perumahan Bumi Wanamukti, Sambiroto, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Sebenarnya, Erna ingin segera istirahat lantaran semalaman ia tak bisa tidur memikirkan putra kesayangannya.
Sebelumnya, sejak awal Erna hanya menonton Timnas Indonesia U-23 sendiri atau bersama adik Ernando di rumah.
Namun, sejak tiga pertandingan terakhir mulai melawan Australia, Jordan, hingga laga perempat final melawan Korea Selatan selalu menggelar nonton bareng dengan beberapa warga.
"Betapa warga disini itu juga menaruh perhatian, dukungan, dan yang tak kalah penting adalah doa," tutur perempuan berkerudung coklat itu.
Saat ditanya mengenai penyelamatan penalti, Erna ibarat "wes ora gumun" (sudah tak heran).
Dirinya tentu sangat memahami Ernando yang memiliki insting kuat dalam membaca arah bola.
Dua kali melakukan penyelamatan krusial saat melawan Korea Selatan di partai perempat final dan satu lainnya saat melawan Australia di babak penyisihan grup.
"Kalau penalti saya agak lega, masalahnya dia selalu bisa nepis. Yang saya khawatirkan kalau masih ada tambahan waktu itu waktunya jadi panjang. Pada saat itulah saya berdoa mudah-mudahan diberikan kemenangan ya Allah," ceritanya. (mia/bas)
Editor : Baskoro Septiadi