RADARSEMARANG.ID, - Kabar menarik dari Liga Jepang J-League, untuk pertama kalinya dalam 15 tahun Tokyo Verdy berhasil kembali ke liga Meiji Yasuda J-League 1.
Dalam perjalanannya, klub Pratama Arhan Tokyo Verdy bermain imbang di pertandingan play-off yang dramatis saat melawan Shimizu S-Pulse pada Sabtu (2/12).
Pertandingan final play-off antara Tokyo Verdy vs Shimizu S-Pulse ini telah berlangsung di Japan National Stadium.
Momen pertandingan ini menjadi sejarah J-League yang tak terlupakan bagi Tokyo Verdy dengan atmosfer 53.264 penonton menggema di Japan National Stadium.
Dikutip dari laman jleague.co, penonton tersebut mengenakan pakaian hijau dan oranye yang membuat suasana dalam Stadion menggelegar.
Pertandingan di babak pertama berlangsung dengan tensi yang tinggi, hampir kedua tim tidak ada yang berhasil menembus pertahanan lawan.
Namun setelah satu jam berlalu, kedua tim saling melancarkan serangan, dan pertandingan kembali memanas dan semakin seru.
Selanjutnya, pemain andalan Tokyo Verdy, Koki Morita, melakukan handball di dalam kotak penalti yang membuat wasit meniup peluit menuju titik putih 11 pas.
Thiago Santana yang mengambil tendangan penalti tersebut menyelesaikanya dengan brilian hingga membuat penjaga gawang Tokyo Verdy terkecoh. Skor 1-0 untuk Shimizu S-Pulse.
Keunggulan 1-0 ini membuat para pendukung Shimizu bermimpi untuk kembali ke J-League 1 setelah satu musim absen.
Selanjutnya, Tokyo Verdy berusaha menyamakan kedudukan dengan melakukan serangan yang semakin berbahaya ke lini pertahanan S-Pulse, hingga akhirnya waktu berjalan melewati 90 menit.
Kemudian, dengan memanfaatkan sisa tambahan waktu, mereka akhirnya mendapatkan peluang melakukan terobosan ketika Itsuki Someno dijatuhkan di dalam kotak penalti.
Selanjutnya Wasit menunjuk titik putih dan Tokyo Verdy mendapat hadiah tendangan penalti yang berhasil di eksekusi oleh Itsuki Someno.
Hadiah penalti yang dieksekui Itsuki Someno berhasil menyamakan kedudukan 1-1 dan membawa Tokyo Verdy naik kasta secara dramatis.
Mendekati waktu habis extra time, klub Pratama Arhan ini berhasil mempertahankan skor imbang 1-1 hingga wasit meniup peluit akhir.
Dengan demikian, Tokyo Verdy secara aturan berhasil memenangkan pertandingan final play-off dan dipastikan promosi ke J-League 1 musim depan.
Sementara itu, S-Pulse turun ke posisi empat, tepat di belakang Tokyo Verdy dengan selisih satu poin, yang akhirnya menjadi tiebreak krusial pada pertandingan ini.
Selanjutnya, klub ibu kota itu akan menuju divisi teratas J-League untuk pertama kalinya sejak 2008, namun sayangnya pemain asal Indonesia Arhan Pratama tidak masuk daftar line up di pertandingan final play-off ini. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi