Itu kalau yang dicuitkan jurnalis Gaston Edul benar: Indonesia akan beruji coba dengan Argentina pada 19 Juni. Albiceleste –julukan Argentina– disebut Edul akan menghadapi dua tim dalam lawatan ke Asia selama periode FIFA Matchday. Satunya lagi Tiongkok pada 15 Juni.
Wakil Ketua Umum I PSSI Zainudin Amali tidak membantah. Tapi, dia juga belum mengiyakan.
’’Tentang kehadiran timnas Argentina ke Indonesia, belum dapat saya konfirmasi. Yang jelas, Pak Ketua Umum PSSI Erick Thohir sedang mengusahakan beberapa timnas dari negara yang sepak bolanya sudah maju untuk datang ke Indonesia bertanding melawan tim nasional (timnas),’’ ujar mantan menteri pemuda dan olahraga (Menpora) itu kepada Jawa Pos melalui pesan singkat kemarin.
Setelah mengumumkan Indonesia bertemu Burundi untuk FIFA Matchday periode Maret, Erick langsung mencari lawan uji coba resmi periode Juni.
Sebagaimana umumnya, selama FIFA Matchday, tim memang biasanya dua kali beruji coba. Nah, satu lawan Indonesia untuk Juni sudah diumumkan: Palestina.
Menurut Amali, laga tersebut akan dihelat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 14 Juni. ’’Yang sudah pasti itu,’’ ungkapnya. Untuk yang satunya, Amali meminta publik bersabar.
Arif Putra Wicaksono, CEO Nine Sport, salah satu promotor yang sudah berpengalaman mendatangkan tim luar negeri bertanding di Indonesia, menambahkan, jika rencana mendatangkan skuad juara Piala Dunia 2022 itu terwujud, harga yang harus dikeluarkan sangat mahal.
Beberapa tahun lalu, kata Arif, sebelum juara dunia di Qatar, harga mendatangkan Albiceleste sekitar USD 5–6 juta. Sekarang tentu lebih mahal.
’’Ya, pastinya lebih mahal. Apalagi ada megabintang Leo Messi,’’ ucap pria yang sempat mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua umum PSSI itu kepada Jawa Pos melalui sambungan telepon.
Tapi, lanjut Arif, meski harus keluar uang banyak, dari sisi bisnis, Indonesia akan mendapatkan keuntungan besar dengan kehadiran Tango.
’’Setelah pandemi, harga tiket konser gila-gilaan karena orang-orang haus akan hiburan. Nah, di sepak bola, sudah lama tidak hadir tim-tim dari luar dan itu menjadi satu hal yang belum memuaskan komunitas sepak bola,’’ jelasnya.
Menurut Arif, ada tiga sumber pendapatan dalam mendatangkan timnas atau klub luar negeri. Yakni, tiket pertandingan, sponsorship, dan hak siar televisi.
’’Kalau hanya mengandalkan tiket pertandingan, bukan tidak nutup. Tapi, harga tiket akan jadi terlalu mahal,’’ paparnya.
Arif menambahkan, keuntungan Indonesia jika mendatangkan timnas Argentina bukan saja dari sisi bisnis.
Menurut pria kelahiran Jakarta, 21 Oktober 1980, tersebut, sepak bola Indonesia juga jadi punya gairah baru.
’’Menurut saya, sepak bola Indonesia sedang memiliki banyak isu negatif, mulai minimnya kepercayaan terhadap wasit sampai tragedi Kanjuruhan. Butuh suntikan semangat baru untuk momentum pergerakan,’’ tegasnya.
Noda hitam lainnya adalah gagalnya Piala Dunia U-20 dihelat di sini. Arif mengaku sedih saat mendengar curhatan para pemain timnas U-20.
Sebagian dari mereka lebih memilih menjadi PNS. Tidak ada yang bercita-cita menjadi pemain yang bisa berkarier di luar negeri.
’’Mungkin itu karena situasi sepak bola kita yang kurang kondusif. Di era PSSI yang sekarang, perlu sebuah suntikan semangat baru. Siapa tahu kedatangan Messi akan menjadi inspirasi,’’ terang Arif.
Mantan pelatih Persita Tangerang asal Argentina Angel Alfredo Vera menyambut antusias kabar kedatangan timnas negaranya ke Indonesia.
’’Bagus bisa menonton Messi dan pemain-pemain top dunia lainnya,’’ terang Alfredo kepada Jawa Pos melalui pesan singkat.
Mantan pelatih Sriwijaya FC Palembang itu memprediksi pertandingan Indonesia kontra Argentina bakal dibanjiri suporter. ’’Antrean masuk stadion pasti panjang,” ujarnya.
Ramiro Fergonzi, striker asing Persita Tangerang, juga tak kalah gembira mendengar rencana kedatangan Albiceleste ke Indonesia.
’’Tentu saja jika pertandingan itu sudah terkonfirmasi, saya akan melihat secara langsung di stadion,’’ ucap striker asal Argentina itu kepada Jawa Pos melalui pesan singkat. (fiq/c17/ttg) Editor : Agus AP