RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Dugaan tindak kekerasan kepada anak, kembali terjadi di Kota Semarang. Kali ini siswa kelas 1 SD di Banyumanik, diduga menjadi korban kekerasan anak yang dilakukan oleh ibu tiri .
Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, kasus tersebut viral di media sosial dimana suara tangisan anak terdengar setiap hari dari sebuah rumah kos itupun membuat tetangga kos curiga.
Dalam narasi yang ada, diduga bocah kelas 1 SD, menjadi korban kekerasan yang dilakukan orang tua. Warga kemudian memproses ke kepolisian karena mendapati banyak luka di tubuh bocah.
Baca Juga: Baru Rp1,92 Miliar Kembali, Uang Pengganti Korupsi Agus Hartono Masih Rp50 Miliar
Kepala Dinas Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Pranyoto mengaku sudah mendengar kabar tersebut, dan saat ini telah melakukan penanganan.
Mantan Camat Genuk ini menjelaskan, penanganan korban ataupun terduga pelaku, dilakukan bersama dengan pihak provinsi karena bukan warga Semarang.
"Sudah kita tangani, iku dugaannya dilakukan oleh ibu sambung. Ibu kandung korban bekerja sebagai pegawai migran," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (19/10).
Pranyoto mejelaskan, petugas dari dinas sudah mendatangi tempat kejadian, dari situlah diketahui jika terduga pelaku bukan warga Semarang.
Meski begitu pendampingan kepada korban ataupun terduga pelaku tetap dilakukan.
"Terduga pelaku ini dari luar Semarang, nah pendampingannya kita koordinasikan dengan provinsi. Saat ini sudah dalam proses," jelasnya.
Untuk ibu sambung yang diduga melakukan tindak kekerasan, menurut Pranyoto telah diamankan oleh Dinas dari Provinsi. Sementara untuk kondisi anak hang menjadi korban, saat ini sedang dilakukan penanganan dari DP3A.
"Sudah diamankan di provinsi, ada pendampingan psikologi juga. Kalau
Kondisi anak, masih dalam proses penanganan," pungkasnya. (den)