RADARSEMARANG.ID – Pengendara harus bersiap mencari jalur alternatif. Kawasan Tugu Muda ditutup sementara selama dua hari, Selasa (13/10) dan Rabu (14/10). Penutupan dilakukan untuk gladi bersih dan pelaksanaan peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang.
Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan sekitar pukul 18.00. Sejumlah akses menuju Tugu Muda bakal ditutup dan dialihkan. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang juga menyiapkan kantong parkir untuk mengantisipasi kendaraan pengunjung yang memadati kawasan tersebut.
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Semarang Dody Febrianto mengatakan, pengalihan arus dilakukan bertahap di sejumlah titik. Penutupan menyasar Simpang Paragon menuju Tugu Muda, Simpang Eka Karya, Jalan Imam Bonjol, serta akses kendaraan dari arah Kariadi.
“Rekayasa lalu lintas dilakukan pada ruas jalan yang menuju Tugu Muda karena venue utama berada di depan Museum Mandala Bhakti,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (12/10).
Rekayasa diperkirakan berlangsung hingga pukul 21.00–22.00. Setelah kegiatan selesai, arus kendaraan akan dinormalkan secara bertahap. Namun, keberadaan panggung di depan Museum Mandala Bhakti membuat pengaturan lalu lintas tetap diperlukan.
Pengendara dari arah barat diimbau mengambil jalur alternatif melalui Pamularsih, Kaligarang, dan kawasan Paterongan. Langkah ini untuk menghindari kepadatan di sekitar RSUP Dr. Kariadi dan akses menuju Jalan Pemuda.
Sementara itu, kendaraan dari kawasan pusat perbelanjaan DP Mall dan Paragon tetap diarahkan mengikuti skema rekayasa lalu lintas. Kendaraan dari DP Mall, misalnya, diarahkan menuju Jalan Pemuda sebelum berbelok ke kanan sesuai arahan petugas.
Pengendara yang hendak menuju stasiun maupun bandara juga diminta mengantisipasi perubahan rute. Dishub menyarankan masyarakat berangkat lebih awal agar tidak terlambat akibat pengalihan arus.
“Kalau akan menuju stasiun atau bandara, masyarakat sebaiknya berangkat lebih awal, sekitar satu hingga dua jam sebelumnya, untuk mengantisipasi pengalihan arus,” jelas Dody.
Dishub turut menyiapkan kantong parkir di Balai Kota Semarang, Pasar Bulu, dan sekitar Katedral. Fasilitas tersebut disediakan agar kendaraan pengunjung tidak parkir sembarangan di tepi jalan dan menghambat arus lalu lintas.
Petugas akan disiagakan di sejumlah titik untuk mengarahkan pengendara menuju lokasi parkir sekaligus memberikan informasi jalur alternatif. Masyarakat diminta mematuhi arahan petugas selama penutupan berlangsung.
“Parkir di tempat yang telah disediakan dan ikuti ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (den/zal)
Editor : Muhammad Rizal Kurniawan