RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kebakaran melanda sebuah rumah dua lantai di Jalan Kumudasmoro, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, sekitar pukul 09.30. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari kamar lantai dua.
Terlihat kobaran api membumbung tinggi. Asap pekat hitam juga menyelimuti diatas bangunan rumah tersebut. Sirine mobil damkar meraung-raung datang menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman api.
Sementara, akibat kebakaran ini menyebabkan dua orang kakak beradik, sekaligus pemilik rumah mengalami luka bakar. Kedua korban diketahui bernama Septianto dan Riski, sang adik.
Terlihat, dua pria ini mendapat perawatan medis dari PMI. Beruntung lukanya tidak parah, hanya mengalami luka ringan di tangan. Terlibat, tangan korban dibalut perban.
Septianto mengaku, sedang tidak berada di rumah saat awal terjadinya kebakaran. Menurutnya sedang beraktifitas diluar dan kemudian langsung pulang ke rumah setelah mendapat kabar.
Baca Juga: PSIS Semarang Pantang Jemawa Hadapi Persiraja, Widodo Soroti Ketajaman Lini Depan
"Tau-tau sampai rumah api sudah besar, dilantai dua di kamar adik saya. Adik saya pas di kamar mandi," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (9/10/2026).
Seketika itu, ia langsung memadamkan meteran listrik dan kemudian berupaya memadamkan api dibantu tetangganya menggunakan peralatan seadanya.
Bangunan lantai dua yang sebagian materialnya terbuat dari tripleks membuat api dikhawatirkan cepat menjalar. Warga sekitar pun berupaya membantu memadamkan api sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Selain itu, ia bersama adiknya juga berupaya menyelamatkan barang di dalam rumah dengan maksud dikeluarkan ke tempat aman. Namun upayanya yang dilakukan mengakibatkan terluka. "Pas itu kena api meleleh dari atas, jatuh kena saya," bebernya.
Sementara ini, rumah tersebut tidak bisa digunakan. Menurutnya, ia akan menempati warung yang setiap harinya juga dipakai sebagai tempat tidur."Rumah yang nempati Adi. Kalau saya paling di warung. Sementara waktu kita memanfaatkan satu ruangan untuk tidur adik," katanya.
"Kerugian, barang barang elektronik, total kerugian tadi sudah dikalkulasi sama Bu Lurah untuk fisiknya sekitaran Rp 30 juta," imbuhnya.
Salah seorang warga sekaligus Ketua RT setempat, Nur, mengatakan, informasi kebakaran awalnya diterima dari tetangga.
Nur kemudian berinisiatif memukul kentongan untuk memberitahu warga dan menghubungi lurah setempat agar segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Baca Juga: John Herdman Bawa Timnas Indonesia Juara, Berapa Gaji dan Total Kontraknya hingga 2030?
"Alhamdulillah tidak sampai lama, terus datang Damkar melakukan pemadaman, bisa teratasi," kata Nur, perempuan isteri Ketua RT setempat.
Kanitreskrim Polsek Semarang Barat, AKP Suprapto mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, hanya kerugian materiil. Dugaan sementara, penyebab kebakaran akibat korsleting listrik.
"Diduga korsleting listrik di lantai dua, itu kan bangunan dari triplek. Tidak ada korban jiwa, hanya luka, kena percikan api karena berusaha memadamkan api dengan cara manual, korban luka pemilik rumah dan adiknya," katanya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi