PSIS Semarang Pantang Jemawa Hadapi Persiraja, Widodo Soroti Ketajaman Lini Depan

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PSIS Semarang memburu tiga poin saat menjamu Persiraja Banda Aceh di Stadion Jatidiri, Jumat (9/10/2026) pukul 19.00 WIB. Meski lawan belum menang dalam empat pertandingan, pelatih Widodo C. Putro melarang Mahesa Jenar jemawa. Apalagi, ketajaman lini depan PSIS masih menjadi pekerjaan rumah setelah hanya mencetak satu gol saat menghadapi Adhyaksa FC.
Pelatih PSIS Semarang Widodo C. Putro mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan kekuatan Persiraja. Menurutnya, catatan hasil pertandingan lawan tidak bisa menjadi alasan bagi PSIS untuk kehilangan kewaspadaan.
Widodo menilai Persiraja tetap memiliki potensi membahayakan pertahanan PSIS. Terlebih, tim berjuluk Laskar Rencong itu masih mampu mencetak gol meski belum mendapatkan hasil maksimal dalam empat pertandingan awal.
"Persiapan kami sudah saya kira sudah siap. Bahkan bukan 100 persen lagi, anak-anak mungkin bisa melebihi itu. Tapi saya wanti-wanti juga kepada mereka supaya tidak overconfidence. Tidak ada kata meremehkan lawan," kata Widodo dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Kamis (8/10/2026).
Ia menegaskan, PSIS tetap harus menghormati Persiraja sebagai lawan yang memiliki kemampuan memberikan perlawanan. Karena itu, konsentrasi dan kedisiplinan sepanjang pertandingan menjadi hal penting yang harus dijaga para pemain Mahesa Jenar.
Laga kandang ini menjadi kesempatan bagi PSIS untuk melanjutkan tren positif sekaligus memaksimalkan dukungan suporter di Stadion Jatidiri. Namun, Widodo mengingatkan bahwa kemenangan tidak akan datang hanya bermodal kepercayaan diri.
Penyelesaian Akhir Jadi Perhatian
Selain mengingatkan pemain agar tidak terlena, Widodo juga menyoroti efektivitas penyelesaian akhir PSIS. Evaluasi dilakukan setelah Mahesa Jenar hanya mampu mencetak satu gol saat menghadapi Adhyaksa FC pada pertandingan sebelumnya.
Menurut Widodo, persoalan tim bukan semata-mata jumlah gol yang tercipta, melainkan bagaimana keseluruhan permainan bisa berjalan lebih efektif. PSIS dinilai sudah mampu menciptakan peluang, tetapi masih perlu memperbaiki umpan akhir atau final pass agar kesempatan yang didapat bisa dikonversi menjadi gol.
Widodo mengaku menyukai permainan menyerang dan ingin melihat anak asuhnya lebih produktif di depan gawang lawan. Karena itu, ia terus menekankan pentingnya memaksimalkan setiap peluang dalam sesi latihan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




