RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Upaya peningkatan kualitas dan perlindungan guru di Jawa Tengah terus mendapatkan dorongan kuat. Hal ini tercermin dalam audiensi strategis antara Pengurus Wilayah Ikatan Guru Indonesia (IGI) Jawa Tengah dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, pada Kamis (8/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Pertemuan Wakil Gubernur Lantai 2 ini menegaskan komitmen bersama antara organisasi profesi guru dan pemerintah provinsi dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang lebih baik.
Hadir dalam pertemuan tersebut jajaran inti IGI Jawa Tengah, di antaranya Ketua Wilayah Dr. Imron, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Wilayah Sri Sugianto, S.Pd., M.Si., M.Kom., Ketua IGI Demak Darto, S.Pd., M.BA., serta pengurus wilayah M. Yusuf Hasyim, S.Pd., M.Si.Kons.
Baca Juga: IGI Jawa Tengah adakan Coaching Gratis bagi Pengurus di Jawa Tengah
Turut mendampingi adalah Anggota Dewan Pembina Wilayah IGI Jateng, Lukman Muhajir, S.H., M.H., C.R.A. Dari pihak pemerintah, hadir Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Shodikin, S.Sos., dan perwakilan Kesbangpol Jawa Tengah, Rio Bahari.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin Maimoen, yang akrab disapa Gus Yasin, secara resmi menerima amanah sebagai Ketua Dewan Pembina Wilayah IGI Jawa Tengah masa bakti 2026-2031. Politikus asal Sarang, Rembang ini menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi IGI.
"Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mendukung inisiatif IGI, terutama program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil di lapangan," ujar Gus Yasin. Lebih lanjut, beliau memberikan sorotan khusus pada program kesehatan mental (mental health) serta pembekalan coaching dan counseling bagi guru dan murid, yang menjadi salah satu pilar program kerja IGI Jateng.
"Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov akan menyiapkan tenaga dokter ahli untuk menjadi narasumber dalam kegiatan-kegiatan IGI ke depan," tambahnya tegas.
Baca Juga: Ketua IGI Jateng Satu-satunya Guru di Jateng yang Ikuti TOT PPNK di Lemhannas RI
Dukungan serupa juga datang dari Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Shodikin, S.Sos. Pihaknya menyoroti langkah progresif IGI Jateng dalam ranah advokasi perlindungan guru.
"Kami sangat mengapresiasi upaya IGI yang secara proaktif menggandeng advokat senior di Semarang untuk memberikan pendampingan hukum. Ini langkah krusial agar guru merasa aman dalam menjalankan tugas profesinya," terang Shodikin.
Isu perlindungan hukum memang menjadi salah satu fokus utama kepengurusan IGI Jateng periode ini. Lukman Muhajir, S.H., M.H., C.R.A., Anggota Dewan Pembina Wilayah yang juga berprofesi sebagai praktisi hukum, menegaskan pentingnya rasa aman bagi pendidik. Melalui selebaran yang dibagikan, Lukman memaparkan ruang lingkup perlindungan hukum IGI yang mencakup perlindungan saat menjalankan tugas profesional, hak dan kewajiban, hingga perlindungan dari stigma dan kriminalisasi.
"Guru terlindungi, pendidikan bermutu, masa depan bangsa terjamin. Bersama IGI, kita wujudkan guru yang bermartabat dan berdaya," ungkap Lukman, mengutip komitmen lembaganya. IGI Jateng sendiri telah merancang pembentukan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) terpusat, serta mendorong implementasi Restorative Justice dalam penyelesaian sengketa pendidikan.
Sementara itu, Ketua Wilayah IGI Jawa Tengah, Dr. Imron, S.Pd., M.Pd., yang akrab disapa Imron Wijaya, memaparkan secara komprehensif Garis-Garis Besar Program Kerja (GBPK) IGI Jateng 2026-2031. Program yang diusung diklaim sangat beririsan dengan visi misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
"Cetak Biru Guru Berdaya IGI Jateng dirancang untuk merespons transformasi pendidikan yang masif, mulai dari adaptasi Artificial Intelligence (AI) hingga perubahan kurikulum. Kami fokus pada lima pilar: Pendidikan dan Pelatihan, Teknologi Informasi, Pengembangan Organisasi, Penelitian dan Advokasi, serta Kewirausahaan," papar Dr. Imron.
Beberapa program unggulan yang dipresentasikan antara lain Jateng Teacher Bootcamp (JTB) yang mengintegrasikan AI dalam pembelajaran, pembentukan Posko Bantuan Hukum Guru (PBHG), hingga program kewirausahaan "Teacher-Preneur" dan Koperasi Digital IGI Jateng (Kop-IGI). Dr. Imron juga menyoroti komitmen kebangsaan IGI melalui rencana kegiatan diseminasi hasil Training of Trainers (ToT) Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas bagi para guru di Jawa Tengah.
"Kolaborasi pentahelix adalah kunci. Kami berharap sinergi erat dengan Pemprov Jateng ini akan mengakselerasi terwujudnya guru yang tidak hanya kompeten secara pedagogik dan digital, tetapi juga sejahtera dan terlindungi secara hukum," pungkas Dr. Imron.
Audiensi ini menjadi penanda kuat kolaborasi strategis antara IGI dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dengan dukungan penuh dari eksekutif dan program kerja yang terstruktur, IGI Jawa Tengah optimis dapat membawa gerbong perubahan positif bagi ribuan anggotanya, menuju visi besar: "Guru Berdaya, Indonesia Jaya." (isk)
Editor : Tasropi