Tangis dan Amarah Keluarga Mozza Pecah Saat Rekonstruksi Pembunuhan

Muhammad Hariyanto • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 18:57 WIB
Tersangka memperagakan rekonstruksi cod motor korban Mozza yang dijual melalui media sosial Facebook
Tersangka memperagakan rekonstruksi cod motor korban Mozza yang dijual melalui media sosial Facebook

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Singgih Datya Gunarsa, ayah Mozza Axilia Gunarsa, 18, hadir dalam rekonstruksi kasus kematian putrinya di TKP rumah kos Gang Garuda, Tegalsari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Rabu (7/10/2026).

Terlihat, Singgih juga sempat melakukan pemukulan terhadap tersangka yang menghabisi nyawa putrinya. Menurutnya, perbuatan tersebut semata-mata dilakukan untuk meluapkan kekesalan terhadap perbuatan tersangka.

Selain itu, Singgih juga turut menyaksikan rekonstruksi dilokasi pembuangan jasad anaknya di tebing tol wilayah Jangli, Kecamatan Tembalang, usai rekonstruksi di TKP rumah kos Candisari. 

Baca Juga: Rekonstruksi Pembunuhan Mozza di Rumah Kos Candisari Semarang, Begini Pengakuan Teman Dekat Tersangka Very 

Tak sendirian, di dua lokasi ini Singgih ditemani sejumlah laki-laki dan perempuan diduga kerabatnya dan juga ada isterinya. Bahkan, perempuan berhijab tersebut ada yang sempat menangis. 

Terlihat meneteskan air mata, saat menyaksikan proses jalanya rekonstruksi di dua lokasi terpisah tersebut. 

Singgih mengatakan, rekonstruksi memperlihatkan secara detail rangkaian kejadian di lokasi kos hingga tempat pembuangan jasad. Menurutnya, tersangka masih mampu mengingat dan memperagakan setiap kejadian dengan detail.

"Kita lihat dari awal tadi, dari waktu di kos-kosan tersebut semuanya bisa dipraktikkan dengan sangat-sangat detail," kata Singgih seusai rekonstruksi di lokasi pembuangan jasad di sekitar kawasan Jangli, Kota Semarang, Rabu (7/10/2026).

Ia mengaku semakin terpukul karena tersangka dinilai masih mengingat rangkaian kejadian yang berlangsung lebih dari setahun lalu.

"Dia (tersangka) masih ingat semua sampai kejadian di sini pun dia juga ingat semua. Selama satu tahun jadi pendapat kami sepertinya memang sudah direncanakan," ujarnya.

Emosi Singgih juga sempat memuncak ketika melihat tersangka Mahendra Very turun dari mobil untuk mengikuti rekonstruksi di TKP kos.

Menurutnya, momen tersebut menjadi kali pertama ia melihat langsung wajah tersangka setelah kasus kematian putrinya terungkap. Singgih mengakui dirinya sulit menahan emosi sebagai seorang ayah.

Baca Juga: Kronologi 55 Adegan Pembunuhan Mozza: Dari Kamar Kos hingga Jasad Dibuang ke Tebing Tol Jangli

"Pastilah (emosi). Jenengan kalau apa namanya jadi orang tua, di sekolahan pun anak kita seperti itu aja sakit kan?," katanya sembari menahan air mata. 

Penyampaian ini, mata Singgih terlihat berkaca-kaca. Mulutnya juga bergetar seolah menangan tangis. 

"Apalagi seperti ini," lanjutnya.

Singgih mengaku baru kali ini berhadapan langsung dengan tersangka yang diduga terlibat dalam kematian putrinya.

"Iya, baru ini, baru hari ini," ujarnya.

Singgih mengatakan, keinginan keluarga sederhana, yakni agar proses hukum terhadap orang yang diduga bertanggung jawab atas kematian putrinya berjalan seadil-adilnya.

"Kalau dari tuntutan semuanya pasti sama. Orang tua mana yang ingin anaknya seperti itu?," terangnya.

Melihat jalannya rekonstruksi, Singgih berharap proses tersebut dapat membantu mengungkap perkara secara menyeluruh dan menjadi pertimbangan dalam proses hukum terhadap tersangka.

Ia juga berharap tersangka mendapatkan hukuman berat sesuai dengan perbuatannya.

"Kami berharap rekonstruksi ini bisa membuat hukumannya menjadi lebih berat. Tujuannya bisa membuat kami agak sedikit, istilahnya, percaya pada pelindung masyarakat, dari kepolisian, kejaksaan. Semuanya nanti kita tunggu dari pengadilan juga," pungkasnya. 

Diketahui, pembunuhan ini terjadi pada 25 Juni 2025, sekitar pukul 14.00 sampai dengan 16.00. Kemudian jenazah dibuang wilayah Jangli, tebing jalan tol hari itu juga sekitar pukul 18.30. 

Kurang lebih setahun kemudian, korban ditemukan dalam kondisi sudah menjadi rangka Jumat tanggal 4 September 2026 dinihari. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
pembunuhan mozza rekonstruksi mozza singih gunarsa ayah mozza berita mozza tersangka pembunuhan mozza