RADARSEMARANG.ID, Semarang – Warga pesisir Jawa Tengah diminta tetap waspada terhadap banjir rob dalam beberapa hari ke depan. Meski kondisi gelombang laut relatif rendah, pasang air laut masih berpotensi memicu genangan di sejumlah kawasan pesisir.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang Ganis Erutjahjo mengatakan, ketinggian gelombang laut pada bulan ini, termasuk beberapa hari ke depan, cenderung rendah.
“Ketinggian gelombang berkisar 0,75 hingga 1,25 meter. Meski masuk kategori rendah, nelayan, terutama nelayan kecil, tetap perlu waspada,” ujarnya.
Sementara itu, angin di laut masih dominan bertiup dari arah timur laut hingga tenggara. Kecepatannya berkisar 2 hingga 17 knot.
Di sisi lain, potensi banjir pesisir atau rob masih menjadi perhatian. BMKG Maritim Tanjung Emas telah mengeluarkan peringatan dini rob untuk periode 4-8 Oktober dan 18-22 Oktober. Sejumlah wilayah Pantura yang perlu diwaspadai antara lain Wonokerto, Pekalongan, Sayung, dan Bonang.
Ganis menyebut, kawasan Sayung bahkan dalam beberapa hari terakhir dilaporkan mengalami genangan pada pagi hari. Salah satunya di ruas jalan utama sekitar Bunderan Sayung. Kondisi tersebut berkaitan dengan pasang air laut yang terjadi di kawasan pesisir.
“Harapannya masyarakat yang tinggal di wilayah rawan rob bisa mengantisipasi apabila terjadi banjir pesisir,” katanya.
Berdasarkan prediksi BMKG, ketinggian pasang dapat mencapai sekitar 100 sentimeter, sementara muka laut rata-rata berada di kisaran 60 sentimeter. Artinya, terdapat kenaikan muka air sekitar 40 sentimeter.
Untuk Semarang, hingga kini belum ada laporan genangan rob signifikan di wilayah Semarang Utara maupun Genuk. Namun, beberapa titik tetap berpotensi tergenang. Di kawasan Terboyo dan Tambakrejo, misalnya, genangan berdasarkan data kejadian sebelumnya berkisar 2 hingga 7 sentimeter.
Selain mewaspadai rob, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi cuaca yang terasa panas dan gerah. Ganis mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.
“Kalau memang harus beraktivitas di luar ruangan, perbanyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi. Masyarakat juga selalu meng-update informasi yang disampaikan BMKG,” tandasnya. (fgr)
Editor : Baskoro Septiadi